
Lima tahun kemudian.
"Salsa besok kamu gantiin kak Riko ya,soal nya kak Riko masih di luar kota?"kata Aditya(papah Salsa).yang duduk di samping putri nya,
"Iya pah,nanti Salsa ke kantor,"jawab Salsa yang masih fokus dengan laptop nya.
Sudah lima tahun Salsa membantu Papahnya,
Sejak Papah nya menyuruh Salsa keluar dari pekerjaan nya sebagai pelayan.
Salsa cukup pintar untuk mengerjakan semuanya,
Salsa mengerjakan pekerjaan nya di rumah,Papah nya membuat kan ruangan kerja khusus di samping kamar nya,Yang bertujuan mempermudah Salsa dalam bekerja.
Salsa telah selesai dengan laptop nya,Ia pamit kepada Mamah nya untuk berangkat ke kantor Riko.
Salsa pergi ke kantor Riko kakak nya,Karena hari ini ada pertemuan penting dengan klien,dan Riko berada di luar kota,mau tidak mau Salsa harus menggantikan kakak nya itu.
"Selamat pagi menjelang siang bu?"sapa Sekertaris Riko.
Salsa mengangguk dan tersenyum membalas sapaan Sekertaris kakaknya tersebut.
Salsa masuk ke ruangan Riko,
Salsa mulai duduk dan mengerjakan semuanya, dia tidak suka kalau harus menunda pekerjaan nya,
Tok....tok....tok....Suara ketukan pintu.
"Masuk......"Kata Salsa.masih sibuk dengan kerjaan nya,
__ADS_1
Sekertaris Riko pun masuk.
"Bu Aulia sudah di tunggu di ruang metting!"kata sekertaris Riko.
"Baiklah aq akan segera kesana."jawab Salsa.
Salsa membereskan semua nya dan tak lupa ia membawa benda lipat milik nya,menuju ke ruangan metting.
Aulia adalah nama panggilan Salsa di kantor.
metting pun sudah di mulai.
Beberapa jam kemudian metting telah selesai.
Salsa kembali ke ruangan nya,Ia bergegas untuk pulang karena menurut nya semua telah selesai,
karena kecerdasan nya,
Perusahaan Papah nya sukses hingga ke luar negri,
........
Begitu juga dengan Arkan,Dia juga sekarang menjadi orang yang tambah sukses,dan juga dingin,
Arkan menjadikan hari-hari nya untuk bekerja,Sejak Ia tidak lagi melihat Salsa,
Sejak Salsa hilang dan tak ada kabar,Arkan menjadi seorang yang begitu dingin tak ada lagi toleransi untuk pegawainya, sekali pegawainya melakukan kesalahan ia langsung memecat nya tanpa rasa kasian.
Ia tidak lagi seperti yang dulu,yang memikirkan perasaan orang.
__ADS_1
Semua orang merasa takut jika berhadapan dengan nya.
Cekrek.....pintu terbuka,seperti biasa Anet masuk keruangan Arkan tanpa ketuk pintu terlebih dahulu,
Dia langsung duduk di sofa ruangan Arkan.
"Arkan.....makan siang bareng yuk?"ajak Anet dengan suara lebay nya.
"Aq tidak bisa,banyak pekerjaan yang harus aq selesaikan."jawab Arkan.
"Arkan cuma sebentar kok,ayolah Arkan......"rengek Anet.
"Aq sudah bilang nggak bisa,ya nggak bisa....mending kamu pergi aja....pergi....."Teriàk Arkan.
Anet yang merasa Arkan begitu marah pun akhir nya keluar,Ia keluar dengan berdecak kesal.....
Sampai kapan kamu akan menolak ku Arkan,aq akan terus mendekati mu sampai kamu benar-benar menjadi milikku."Batin Anet."
Walau pun Papah Anet sebagai pengusaha,Tapi Anet lebih memilih menjadi seorang model,
Anet mendekati Arkan karena ingin mendongkrak popularitasnya sebagai model,
Setelah di usir dari kantor Arkan,Anet bermaksud akan pergi ke rumah Arkan bertemu dengan mommy Arkan dan mengadu nya,
Anet pun sudah sampai di rumah besar Arkan.
Tok....tok....tok....suara pintu di ketuk.
Bibi dirumah Arkan membukakan pintu rumah.
__ADS_1