Cinta Yang Terpendam

Cinta Yang Terpendam
Sakit


__ADS_3

00:30...


Albi merasa kedinginan pria itu sampai menggigil.. Kedua mata Albi terasa panas dan bibir nya terasa kering..


Pria itu melihat jam dinding.. Ternyata sudah pukul setengah satu dini hari.. Pria itu berusaha untuk berdiri, namun badan nya terasa lemah..


Di sisi lain, merry terbangun karena merasa haus.. Ia segera menuju dapur.. Namun saat melewati kamar Albi merry melihat pintu kamar Albi yang sedikit terbuka.. Rasa ingin tau timbul begitu saja.. Dengan perlahan merry berjalan mendekat ke arah pintu kamar itu..


Merry mengintip dari celah pintu kamar Albi..


Ia melihat Albi yang meringkuk di balik selimut.. Badan pria itu terlihat bergetar..


Merry memberanikan diri untuk membuka pintu kamar Albi.. Dengan langkah pelan merry berjalan mendekat ke arah Albi..


Badan Albi terlihat bergetar..Wajah nya juga terlihat pucat..


Merry segera menempelkan punggung tangan nya di kening Albi..Badan Albi terasa sangat panas.. "Albi kau kenapa?? ".. Ucap merry dengan raut wajah penuh kekhawatiran..


Merry segera berlari ke dapur untuk mengambil handuk dan air.. Albi mengalami demam tinggi.. Merry mencelupkan handuk kecil itu ke dalam air lalu ia meletakkan nya di kening Albi..


Albi berusaha untuk membuka matanya..Tapi tidak bisa kepala nya benar benar pusing..


Merry segera mengambil obat untuk menurunkan panas.. Merry selalu menyediakan obat obatan yang ia rasa perlu..

__ADS_1


Merry membantu Albi untuk duduk.. Lalu ia memberikan obat nya kepada Albi.. " Kenapa bisa seperti ini ".. Ucap merry..Merry menarik selimut menutupi seluruh badan Albi..


"Kau pasti sangat lelah ".. Merry menatap lekat wajah Albi..


Semalaman merry tidak tidur karena menjaga Albi.. Merry selalu mengecek suhu tubuh Albi.. Merry merasa sedikit lega saat suhu tubuh Albi mulai menurun..


Tanpa sadar wanita itu tertidur di sebelah Albi dengan posisi duduk dan kepala yang di sandarkan..


*


*


Pagi harinya..


Albi dengan perlahan membuka matanya saat sinar matahari menerpa wajah nya.. Ia merasakan sesuatu di kening nya.. Tangan Albi bergerak untuk memegang sesuatu di kening nya..Albi merasakan tangan seseorang berada di kening nya..


Ia segera menolehkan pandangan nya ke samping.. Dan ternyata itu adalah tangan merry.. Tangan merry menahan handuk di kening Albi agar tidak terjatuh..


Albi menatap wajah merry yang masih tertidur lelap dengan posisi duduk..


" Bagaimana dia bisa masuk?? ".. Batin Albi..


Ia tersadar kalau semalam ia lupa mengunci pintu kamar nya..

__ADS_1


Albi segera mendudukkan badan nya.. Namun siapa sangka pergerakan Albi menyebabkan merry terbangun..


" Albi".. Ucap merry dengan suara serak nya..


Albi menatap merry sekilas, setelah itu ia segera berdiri dari duduk nya..


Namun merry menahan tangan Albi.. Merry kembali menempelkan tangan nya di kening Albi..


"Badan mu masih panas..Kau tidak boleh mandi dulu ".. Ucap merry..


" Ya ".Albi menganggukkan kepala nya..


Albi segera berjalan menuju kamar mandi..


Lama merry menunggu, namun Albi tak juga keluar dari kamar mandi..


Sekitar tiga puluh menit menunggu akhirnya pintu kamar mandi terbuka..


Merry sedikit terkejut melihat pemandangan di depan ya.. Albi hanya memakai handuk sepinggang dengan rambut yang basah.. Dada bidang Albi terpampang dengan jelas.. Otot tangan Albi juga terlihat dengan jelas..


Namun bukan hal itu yang membuat merry terdiam..Merry terdiam karena merasa sedih Albi tidak mengindahkan ucapan nya.. Padahal merry melarang Albi agar tidak mandi karena badan nya masih panas tapi apa..


Merry segera berjalan keluar dari kamar Albi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.. Albi memandangi punggung merry yang semakin menjauh dan dengan perlahan wanita itu menghilang dari balik pintu kamar nya..

__ADS_1


__ADS_2