Cinta Yang Terpendam

Cinta Yang Terpendam
Episode 72


__ADS_3

Riko masuk terlebih dahulu dan duduk di samping ranjang Amel,Sedangkan Vita menunggu di luar kamar Amel.


Salsa masih syok dengan kejadian yang baru saja terjadi,Yang selama ini di takuti nya terjadi lagi,Salsa hanya diam dan diam menyesali semua nya.


Arkan menemani dan menghiburnya,Arkan tidak akan pernah tinggal diam,Dia akan segera mencari dan menghancurkan orang yang berusaha mencelakakan Calon istrinya.


Arkan sudah menyuruh orang untuk mencari tahu siapa dalang dari kejadian ini,


^^^


Sedangkan Bram,Dia geram sekali karena Anet telah lebih dulu bertindak,Tanpa menanyakan kepada Papah nya terlebih dahulu.


"Kenapa Anet begitu ceroboh kenapa dia harus melakukan nya sendiri,Kenapa dia tidak memikirkan resiko nya,Arkan dan keluarga Permana tidak mungkin akan tinggal diam,Terus bagai mana ini,"gerutu Bram yang benar-benar marah karena anak begitu ceroboh.


Anet pulang dengan santai nya,Bram yang mengetahui Anak nya telah pulang menyuruh nya untuk bersiap dan meninggal kan tempat ini secepat nya,


Bram tidak tahu harus bagai mana lagi,karena Keluarga Wijaya dan keluarga Permana mungkin sekarang lagi mencari bukti.


"Anet,Kenapa kamu ceroboh sekali,kenapa kamu malah bertindak sendiri."Kata Bram begitu geram.


"Terus Anet harus menunggu Papah bertindak begitu,Kalau kesempatan ada di depan mata kenapa nggak Anet manfaatin aja sih Pah!"kata Anet.

__ADS_1


"Apah kamu bilang,kesempatan,bukan kesempatan Anet tapi kehancuran kita sendiri,Kamu ingat semua perusahaan Papah sebagian besar saham nya milik keluarga Wijaya,


Apa kamu lupa hah..."kata Bram dengan Emosi yang memuncak.


"Pah,Anet ingat,Ingat sekali maka nya sebelum pernikahan mereka di langsung kan Anet harus bertindak,Dengan mencelakai Salsa,Tapi dia beruntung karena ada seseorang yang menyelamatkan nya.!"kata Anet.


"Apa kamu tanya ke Papa dulu sebelum kamu bertindak dan siapa target Papa sebenar nya."kata Bram.


"Jelas Anet tahu Pah,Target Papah itu pasti Aulia karena dia telah merebut Arkan dari Aq kan pah!"kata Anet.


"Kamu salah Anet tujuan Papah sebenar nya bukan Aulia tapi Riko,Kalau Papah membunuh Riko maka dendam Papah akan terbalas dengan kehancuran keluarga Permana tapi kamu telah menggagalkan semua nya dengan mencelakai Salsa,Dan sekarang kita harus pergi karena keluarga Wijaya dan keluarga Permana tidak akan memaafkan kita jika mereka tahu,kamu yang telah mencelakainya."kata Bram.


"Kenapa Riko yang akan Papa celakai,Dan kenapa Papah malah ingin menghancurkan keluarga Permana,Kenapa Pah?"Tanya Anet yang benar-benar tidak tahu jalan pikiran Papah nya.


Bram dan Anet pun pergi mencari tempat yang aman untuk bersembunyi.


*****


Sedangkan Arkan masih terus mencari bukti tentang kecelakaan itu,tapi masih belum juga ketemu.


Salsa kembali tertekan dengan kondisi nyà saat ini,karena terus menerus mengingat kejadian itu,

__ADS_1


Dela dan Vita serta orang tuanya terus memberikan semangat tapi Salsa tetap diam.


Orang tua Salsa bingung melihat keadaan anak-anak nya saat ini,apalagi Mamah Salsa dia benar-benar tak henti-henti nya menetes kan air mata.


Sedangkan Vita dia menyesali karena dia tidak bisa menjaga Salsa seperti janji nya pada Salsa.


Semua orang memberikan semangat untuk Salsa,Riko tidak berani menemui Salsa karena dia merasa gagal untuk melindungi nya,


Kejadian beberapa tahun yang lalu,Hampir terulang kembali,untung nya Amel datang tepat waktu,Tapi tetap saja Riko mènyesali nya karena sampai sekarang pun Amel belum juga sadar.


Riko masih setia menunggu Amel,Tapi tetap saja Amel belum juga sadar.


Sudah hampir seminggu tapi Amel belum juga sadar,Riko benar-benar putus asa,


Dokter pun tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa menunggu sampai Amel benar-benar sadar kembali dari komanya.


Riko,Haris,Dela dan Vita terus memberi semangat agar Amel bisa sadar,Tapi hasilnya tetap sama,tak ada respon dari Amel.


Salsa sudah membaik,Ia memasuki ruangan Amel,Salsa menceritakan banyak hal dengan Amel tapi hanya tetesan air mata yang keluar.


"Amel.....sudah lama kamu tidur,Ayo bangun lah,Kamu bilang banyak urusan yang harus kamu lakukan,Kamu harus bangun sekarang selesaikan lah urusan mu Amel...Amel .....bangun....."kata Salsa dengan air mata yang terus mengalir.

__ADS_1


Suster yang mendengar tangisan Salsa pun menenangkan nya dan menyuruh nya untuk pergi istirahat.


__ADS_2