Cinta Yang Terpendam

Cinta Yang Terpendam
Episode 30


__ADS_3

Aditya dan Sintya mau melihat mamah nya,


Tiba-tiba suster keluar.


"permisi .....keluarga pasien...."kata Suster.


"Kami suster....bagaimana keadaan nya suster..."kata Riko.


"pasien kehilangan banyak darah,sedangkan stok darah AB di rumah sakit sedang kosong.tolong segera carikan pendonor nya,karena operasi harus secepatnya di lakukan."kata Suster.


"Suster,ambil darah ku,karena darah ku cocok dengan nya"kata Aditya(papah nya Salsa).


"kalau begitu,mari ikut saya,kita cek darahnya dulu...!"kata suster.


Aditya pun mengikuti suster..


Beberapa menit pun suster keluar..


"maaf pak,kami nggak bisa mengambil sdarah anda,karena tekanan darah anda sedang naik."kata Suster.


memang yang cocok cuma golongan darah ayah nya.Tapi tekanan darah nya sedang naik,jadi suster nggak bisa.


Riko,dan mamah nya semakin frustasi.


"kalian berdoa saja ,papah akan menghubungi rumah sakit dan bank darah lain, siapa tahu salah satu nya masih ada stok."kata Aditya.


Aditya mulai menghubunginya.dan ternyata stok nya benar-benar kosong semua


Riko berlari dengan air mata terus mengalir,Tiba lah Riko di depan tempat ibadah di rumah sakit


Riko mengambil air wudhu dan berdoa....


"ya allah tolong lah hambamu ini,selamat kan lah adik aq,aq nggak bisa melihat semua ini,engkau maha pemberi keselamatan.tolonglah hambamu ini.......,"kata Riko dengan air mata terus mengalir.


Disisi lain.

__ADS_1


Ada seseorang yang tak sengaja sedang berjalan,kemudian melihat dokter dan suster sedang cemas.


"maaf dokter,semua rumah sakit dan bank darah sudah di hubungi tapi semua bilang kosong,kita harus bagaimana dokter,"kata Suster.


"tapi suster kita nggak bisa lama-lama menunggu suster,operasi harus dilakukan segera....!"kata dokter.


orang itu tidak sengaja mendengar percakapan itu,Ia kemudian menghampiri suster..


"maaf suster,aq nggak sengaja dengar kalo ada pasien yang kritis dan membutuh kan banyak darah,


memang nya golongan darah apa yang dia butuhkan?"tanya orang itu.


"maaf pak kami membutuhkan golongan darah AB,kebetulan stok darah AB sedang kosong."jawab suster.


"baiklah suster,Ambil darah ku saja!"kata orang itu.


"baiklah....tapi kita cek dulu kalo cocok kita akan langsung mentransfusinya,"kata suster.


"baiklah....."jawab orang itu.


orang itu pun mengikuti suster dan langsung mendonorkan darah nya.


Setelah orang itu selesai,orang itu keluar dari ruangan dan berkata pada susternya.


"Suster,Tolong rahasiakan semua ini,"kata orang itu.


"Baiklah....."jawab suster.


Operasi telah selesai.


Dokter keluar dari ruangan Salsa.


Riko pun menghampiri dokternya....


"Dokter gimana keadaan nya?"tanya Riko.

__ADS_1


"maaf pak,seperti nya pasien mengalami koma...."jawab Dokter.


"apah....kalau begitu aq boleh menemuinya..."tanya Riko.


"Boleh....silahlan"kata Dokter.


Dokter pun meninggalkan ruangan Salsa.


Riko masuk ke ruangan Salsa.


"Hai adiku yang manis,kamu harus sembuh,karena kakak sangat menyayangi mu"kata Riko dengan air mata terus mengalir.


Riko pun terus mengajak Salsa ngobrol.


Diruangan lain.


Aditya dan Sintya menuju ke ruangan Lili Saputra,orang tuanya.


Saat Aditya dan Sintya masuk,melihat sejenak dan berkata ...


"Suster tolong urus semuanya kami akan segera membawanya pulang untuk di makam kan"kata Sintya dengan air mata terus mengalir.


tiba-tiba karyawan yang menjaga nyonya Lili pun menghentikannya dan bertanya.


"Maaf tuan,nyonya Lili nggak bisa di bawa kemana-mana karena kami sedang menunggu nona Salsa tuan,baru kita akan membawa nya pulang?"kata karyawan tersebut.


"maaf memang nya kamu siapa?dan kami harus memakam kan nya"kata Sintya dengan sopan.


"aq karyawan yang bekerja di restoran nya,dan nona Salsa menyuruh aq menjaganya sampai ia kembali.


"tetimakasih....tapi kita nggak bisa menunggu Salsa,"kata Sintya.


"tapi kenapa?aq nggak mau nona Salsa marah sama aq?"kata karyawan tersebut.


"Sebenarnya......Salsa mengalami kecelakaan saat dia menuju ke rumah sakit."kata Sintya dengan air mata terus mengalir.

__ADS_1


"Apah....."jawab karyawan tersebut,dan seketika tangisnya pecah.


__ADS_2