
Di rumah Bram
Bram begitu kecewa terhadap putri nya,Bisa-bisa nya dia tidak datang di acara pertunangan nya dengan Arkan,Acara yang selama bertahun-tahun putri nya nantikan kini harus pupus karena kebodohan putri nya sendiri.
Bram mengetuk kamar Anet untuk memastikan apakah dia sudah pulang apa belum.
Tok...tok....tok...
Bram mencoba nengetuk pintu kamar Anet.Tapi Anet tidak kunjung membuka nya,Bram terus mengetuk nya.Karena tidak ada jawaban nya Bram akhirnya membuka pintu menggunakan kunci cadangan.
Pintu tlah terbuka tapi ternyata Anet tidak ada di kamar nya,Bram semakin marah,Istrinya Bram mencoba menenangkan nya.
"Apa yang di pikiran anak itu sampai-sampai dia membuat malu keluarganya sendiri."kesal Bram.
"Udah Pah, mungkin Anet memiliki alasan tersendiri kenapa sampai dia tidak datang!"kata Istrinya Bram sambil menenangkan suami nya.
"Tapi bukan kah ini adalah keinginan nya yang sudah Anet tunggu bertahun-tahun kenapa dia malah mengacaukan nya,"Kata Bram masih dalam kekecewaan nya.
Mereka masih duduk di ruang keluarga,menunggu putri nya pulang.
Cekrek....pintu terbuka,Nampak Anet yang baru pulang.
"Darimana saja kau,Kenapa jam segini baru pulang Hah..."tanya Bram kesal.
"Maaf Pah,Tadi Anet banyak pemotretan,ini juga baru selesai,Anet masuk dulu mau mandi ya Pah capek...!"kata Anet.
"Tunggu tetap lah disitu,Apakah kamu lupa ini hari apa Anet?"tanya Bram semakin emosi.
__ADS_1
"Ya Anet ingat Pah,"kata Anet.
"Memang apa yang kamu ingat,Kamu tahu karena kebodohan kamu,Kamu kehilangan semua,Kesempatan besar untuk menjadi menantu dari keluarga Wijaya telah pupus,Arkan kini telah bertunangan dengan orang lain sebagai ganti kamu yang tidak datang,Keluarga Wijaya tidak ingin di permalukan karena ulah kamu dan akhirnya Ia meminta seseorang untuk mengganti kan mu,Sekarang apa yang kamu akan lakukan hah...."kata Bram.
"Ini tidak mungkin Pah,Mana mungkin Tante Iriana dengan cepat menemukan orang untuk menggantikan ku,itu tidak mungkin."kata Anet dengan penyesalan nya.
"Kenapa tidak mungkin,Ini sudah terjadi Anet,Kamu sekarang sudah kehilangan kesempatan besar.untuk menjadi menantu keluarga terhormat,Papah benar-benar kecewa sama kamu Anet,kamu lebih mementingkan Karir kamu dari pada menjadi menantu keluarga terhormat."Kata Bram.
"Papah tapi Anet benar-benar menyesal Pah,Anet hanya ingin memberi kan mereka sedikit pelajaran karena sudah membuat Anet menunggu selama bertahun-tahun.Anet kira Mereka akan menjemput Anet dan memohon pada Anet,dan di situ Anet akan merasa terhormat,tapi ternyata mereka sama sekali tidak membutuhkan Anet,Anet bener-benar menyesal Pah,Maafkan Anet Pah!"kata Anet dengan penyesalan yang amat berat.
"Memang nya kamu siapa,Sampai-sampai kamu berfikiran kayak gitu hah...mendingan kamu sekarang masuk ke kamar dan pikirkan apa yang telah kamu perbuat."Kata Bram.
Kini Anet berlari masuk ke kamar nya,Anet nggak habis pikir Papa nya bisa semarah ini.
Anet benar-benar menyesali perbuatan nya sendiri,Saat itu ia tidak berfikir terlebih dahulu atas tindakan nya,Memang benar Anet lebih menyukai Karir nya,Tapi dia harusnya tidak tergiur dengan kontrak yang ia dapatkan.
Berbeda dengan Amel dan Haris
Arkan menyuruh Haris untuk mengantarkan Amel pulang,Karena Aulia akan pulang bersama dengan Arkan,Awal nya Amel menolak tapi Arkan terus memaksanya,Akhirnya Amel dengan terpaksa menuruti kemauan Arkan.
Saat Amel dan Haris akan memasuki mobil tiba-tiba Pak James dan keluarganya memanggil Amel dan Haris.
"Bu Amel,Pak Haris...."panggil Pak James.
Mereka berdua pun berhenti dan menoleh ke arah suara.
"Oh Pak James,Apa kabar nya?"sapa Haris.
__ADS_1
Kemudian Amel dan Haris mendekati Pak James.
dan berjabat tangan dengan mereka.
"Aq baik-baik saja,Oh ya Pak Haris,Bu Amel,Kalian bersama,Apakah kalian saling kenal?"tanya Pak James yang terkejut melihat mereka bersama.
"Kami juga baru beberapa hari kenal dengan Amel saat kami bertemu dengan Anda di London,Ngomong-ngomong Pak james datang bersama siapa ?."kata Haris.
"Oh begitu,Oh ya sampai lupa,Ini Istri ku nama nya Melinda dan ini Anak ku nama nya Dion"kata Pak James memperkenalkan keluarganya.
Amel dan Haris pun menjabat tangan mereka.
"Kayak nya kita sudah pernah bertemu,Iyakan nyonya amel."Kata Dion
"Iya kamu benar sekali,"kata Amel.
Dion tak sengaja melihat Kalung yang Amel kenakan,Dan mendadak dia teringat sesuatu,dan kepala nya kembali merasakan kesakitan.
"Aww...Mommy,Kepala Dion sakit Momm"Rintih Dion.
Melinda yang mengetahui Sion kesakitan pun menarik James untuk membawa Dion pergi,Sementara Amel merasakan ada sesuatu yang aneh pada diri nya saat melihat Dion kesakitan.
"Baiklah Pak Haris,Bu Amel kami permisi dulu,sampai bertemu lagi."Kata James.
Akhirnya Haris dan Amel masuk ke dalam mobil untuk pulang.
Di sepanjang perjalanan Mereka,Tak ada percakapan yang keluar dari mulut mereka berdua.
__ADS_1
Amel masih dengan pikiran nya sendiri,Sedangkan Haris diam-diam mengagumi sosok Amel.