Cinta Yang Terpendam

Cinta Yang Terpendam
Episode 92


__ADS_3

Arkan merasa bersalah karena keegoisan nya orang yang ia sayangi harus bersedih seperti ini.


Terdengar suara dari sebuah ponsel Arkan,Arkan mengambil dan melihat siapa yang menelpon nya.


Terlihat nama Haris tertera di layar ponsel panggilan nya....


Arkan menjauh dan mengangkat panggilan dari Haris...


Arkan terkejut saat dia mendengar semua yang Haris katakan.


Arkan mengakhiri panggilan nya dan berjalan mendekat ke arah Salsa.


Dilihatnya Salsa yang kasih berada di pelukan Riko dan sudah lebih tenang.


Dengan hati-hati Arkan mendekati Salsa dan berbicara dengan sangat lembut...


"Salsa,Kita harus pergi sekarang..."kata Arkan lembut...


Salsa melepas pelukan Riko dan memandang wajah suami nya...


"Aq ingin tetap disini,Kamu pergilah..!"kata Salsa...


"Tapi kita harus pergi,Kalau kamu nggak pergi sekarang maka kamu akan menyesal..."kata Arkan dengan raut wajah gelisah...


Gelisah karena takut terlambat,karena sebentar lagi pesawat yang di tumpangi oleh Amel dan Haris akan segera berangkat....


Saat tadi Arkan mengangkat telpon dari Haris,Haris memberi tahu kepada Arkan bahwa ia dan Amel akan pergi meninggal kan kota ini,Dan saat itu pula Arkan menjadi khawatir kepada Istri nya kalau tahu Amel akan pergi jauh.


"Arkan aku masih ingin tetep disini,Sebentar saja..."kata Salsa dengan memohon....


"Tidak Salsa,kita harus segera pergi,Aq tidak mau kau menyesal kemudian...."Paksa Arkan ....


Semua orang yang melihat raut wajah Arkan pun berfikir kalau ada sesuatu yang tidak bisa di tunda lagi.


Raut wajah Arkan seakan sedang dalam kebingungan ...


"Salsa,Ikut lah dengan suami mu,Kakak tidak mau terjadi apa-apa lagi sama kamu..."Kata Riko...


Salsa memandang kakak nya,kemudian ia langsung mengangguk mengiyakan ucapan kakak nya....


Tanpa menunggu lama lagi Arkan dan Salsa pamit kepada semua orang...


Arkan melajukan kendaraan nya dengan kecepatan di atas rata-rata,Ia tidak mau sampai terlambat tiba di bandara...

__ADS_1


Salsa bingung kenapa Arkan membawa nya bukan ke jalan menuju ke rumah mereka atau rumah mertua nya...


"Arkan,Kamu mau bawa aq kemana?"tanya salsa yang sedikit takut karena Arkan melajukan kendaraan nya dengan cepat dan di tambah lagi jalan yang mereka lewati bukan menuju ³ke arah rumah mereka...


Arkan tidak menjawab pertanyaan Salsa,Ia masih fokus mengemudi ...


Sampai tiba lah mereka di Bandara,Arkan langsung menarik tangan Salsa.


Arkan membawa Salsa,masuk ke dalam bandara.


Arkan melihat Haris yang sedang duduk menunggu waktu penerbangan tiba.


Arkan langsung memanggil nya....


"Haris...."Panggil Arkan....


Haris dan Amel langsung menoleh kearah sumber suara tersebut....


Salsa yang terkejut melihat Haris dan Amel membawa koper pun berusaha untuk tenang...


Sedangkan Amel terkejut melihat Salsa dan Arkan yang berada di bandara.


"Salsa...."Panggil Amel dengan terkejut.


"Haris,Kalian mau pergi kemana?"Tanya Arkan dengan tegas....


Haris dan Amel belum sempat menjawab tapi Salsa sudah dulu berkata...


"Kenapa kamu tanya Haris mau pergi kemana,Itu kan hak mereka,Lebih baik kita pulang saja,Aq capek ingin beristirahat...."kata Salsa...


Salsa sebenar nya tidak bisa kalau melihat Amel akan pergi jauh,tapi mau bagaimana pun Amel memiliki kehidupan sendiri,Dia nggak mungkin memaksa Amel untuk tetap bersama nya.


Salsa sadar,Cepat atau lambat semua pasti akan pergi dari nya,Maka nya ia mencoba untuk bersikap biasa saja walaupun hati nya ingin sekali menangis karena satu persatu teman nya pergi meninggal kan nya.


Arkan terkejut mendengar kata Salsa,


"Kenapa Salsa jadi secuek ini,Aq kira dia akan menghalangi kepergian Amel dan meminta nya untuk tetap bersama nya tapi ini apa,Dia bahkan terlihat tidak perduli dengan nya..."batin Arkan....


Sama hal nya dengan Arkan,Haris dan Amel pun terkejut mendengar nya.


"Apa aq sudah nggak di butuh kan dan nggak penting lagi buat kamu Salsa,Sampai-sampai kamu tidak ada niatan untuk mencegah kepergian ku...."batin Amel sedih mengingat semua nya telah berubah....


"Apa benar yang di katakan Salsa,Kenapa ia tidak bersedih sahabat nya akan meninggal kan nya,Apa yang ada di pikiran nya saat ini.Bahkan Dulu Amel telah menyelamat kan nyawa nya dan dia begitu mengkhawatir kan nya sampai dia rela meninggalkan semua nya untuk menyembuhkan Amel,tapi dia malah bersikap seperti ini,Amel pasti sangat kecewa kepada nya."Batin Haris...

__ADS_1


Salsa menarik tangan Arkan keluar dari bandara menuju ke mobil nya....


Arkan hanya diam saja,Mengikuti kemauan istri nya itu.


Didalam mobil tampak hening,Salsa yang terus diam membuat Arkan merasa bingung.


Dengan lembut Arkan bertanya kepada Salsa...


"Kenapa kamu tidak mencegah kepergian Amel,Bukan nya amel adalah orang yang begitu penting untuk kamu..."kata Arkan lembut...


Salsa masih diam,Ia tidak menjawab pertanyaan Arkan,Sampai mobil yang mereka berdua tumpangi sampai di depan Apartemen milik Arkan.


Arkan memarkirkan mobil nya dan membukakan pintu untuk Salsa dan membawa Salsa masuk ke kamar nya.


Sampai di Dalam apartemen Arkan,Salsa langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri....


Arkan yang melihat istri nya dari tadi diam merasa sesak.Ingin sekali ia mendekap istri nya dan memberikan ketenangan pada nya sama seperti saat dia ketakutan di dalam permainan Labirin .


Didalam kamar mandi,Salsa yang sedang berendam mencoba menenang kan pikiran nya,Walaupun sebenar nya dari tadi Ia mencoba menahan air mata nya agar tidak menetes.


"Kenapa mereka semua tega pada ku,Kenapa mereka harus datang kalau akhir nya mereka akan meninggal kan ku.


Amel,Kenapa kamu membuat keputusan untuk pergi meninggal kan ku hanya karena Dion pergi....kenapa kamu nggak bisa melihat persahabatan kita.walaupun aq tahu kamu bersama ku hanya karena janji kamu pada nya,Apa kamu tidak bisa berfikir bagaimana aq tanpa mu,Bagaimana perasaan ku ini,Hancur Amel...bahkan ini adalah kelemahan dan ketakutan ku salama ini,"Gumam Salsa....


Selama satu jam Salsa menghabis kan waktu nya untuk berendam dan menenangkan diri nya,Salsa akhir nya beranjak dan membilas nya kemudian ia keluar dengan menggunakan pakaian santai nya....


Arkan melihat Salsa keluar dari kamar mandi pun mendekati nya dan memeluk nya dari belakang,Arkan mencium rambut basah Salsa.Wangi rambut nya memberikan ketenangan untuk Arkan.


"Arkan,Apa yang kamu lakukan,lepas kan ..."kata Salsa lembut.


"Biar kan aq seperti ini,Aq tahu kamu sedang tidak baik-baik saja.."kata Arkan ...


"Ya kamu benar Arkan,Aq sedang tidak baik-baik saja,Karena aq lapar,Dari tadi malam aq belum makan dengan kenyang,Perut aq semua sudah pada Demo..."Kata Salsa sambil memanyun kan bibir nya..


Mendengar kata-kata Salsa,Arkan langsung melepas pelukan nya dan segera ia mengambil ponsel dan memesan makanan.


"Sayang,kenapa kamu nggak bilang dari tadi,kan kita bisa mampir dulu kerestoran sebelum pulang..."Kata Arkan tersenyum manis...


"Kamu saja yang tidak peka terhadap istri mu...."kata Salsa kesal.


Arkan semakin gemas melihat Salsa yang memanyun kan bibir nya.


"Maaf ...sayang..."kata itu keluar dari mulut Arkan....

__ADS_1


__ADS_2