Cinta Yang Terpendam

Cinta Yang Terpendam
Episode 44


__ADS_3

Salsa tak henti-hentinya tertawa,hingga perut nya merasa sakit.


Saat Salsa melihat Arkan mengangkat telpon ia sedikit heran melihat raut wajah nya.


Setelah telpon itu selesai Salsa memberanikan diri untuk bertanya.....


"Kamu kenapa,kok wajah kamu lesu kayak gitu"tanya Salsa merasa penasaran.


Arkan hanya diam tak menjawab,Dan Ia pun hendak pergi meninggalkan Salsa.


"Tunggu,Aq bertanya sama kamu,kenapa kamu diam saja dan malah mau pergi."kata Salsa geram.


Akhirnya Arkan pun menjawab pertanyaan Salsa,


"Mommy aq kecelakaan,Dia sekarang ada di rumah sakit,Aq mau pergi dulu,"kata Arkan hendak pergi menuju ke rumah sakit.


Salsa melihat Arkan merasa kasian,


"Tunggu,Aq ikut.."kata Salsa.


Arkan pun berhenti dan menoleh...


"kamu serius mau ikut...."kata Arkan sambil menatap mata nya seolah ingin melihat apakah Ia serius dengan kata-kata nya.


"Ia aku serius,..."kata Salsa sungguh-sungguh.

__ADS_1


"Baiklah....Ayo...."kata Arkan.


Mereka berdua pun pergi bersama-sama ke rumah sakit.


Sampai nya dirumah sakit Salsa dan Arkan langsung masuk ke ruangan Iriana(mommy Arkan)di rawat.


Cekrek.....pintu di buka Salsa dan Arkan langsung masuk.Dan disitu sudah ada Daddy Arkan yang sedang menunggu mommy Arkan.


Arkan duduk di samping mommy nya,sedangkan Salsa memilih berdiri di samping Arkan.


"Daddy,gimana keadaan Mommy?"tanya Arkan,sambil mengelus rambut mommy nya.


"Entah lah,dari tadi mommy belum sadarkan diri,daddy juga khawatir,dan dokter juga sedang menunggu hasilnya."kata Frans(daddy Arkan).


Arkan hanya diam dan terus mengelus rambut mommy nya dengan lembut.


"Arkan kamu harus kuat,aq yakin pasti tante akan baik-baik saja. "kata Salsa memberi semangat.


Cekrek....pintu ruangan terbuka,Ardi,Rendi dan Anet datang.


Arkan,Salsa dan Daddy Arkan pun menoleh.


"Selamat siang om..."Sapa Ardi,Rendi dan Anet barengan.


"Siang,oh nak Anet kapan kamu datang ke Indonesia?"kata Frans(daddy Arkan).

__ADS_1


"Udah lama om,cuma belum sempat aja main ke rumah om dan tante."jawab Anet.


"Oh,ya udah om keluar sebentar mau menemui dokter dulu,kalian ngobrol aja dulu,"kata Frans (daddy Arkan).Sambil pergi menuju ke ruangan dikter yang menangani istrinya.


Sedangkan di dalam Anet menghampiri Arkan,Anet terus memandangi Salsa dengan tatapan tak suka,tapi Anet masih saja tak tahu siapa Salsa sebenar nya.


Anet pun mendorong sedikit tubuh Salsa agar dia bisa berdiri di samping Arkan.


Kemudian Anet berkata kepada Salsa....


"Eh....pelayan!ngapain kamu masih disini ,Arkan nggak butuh kamu,mendingan kamu cepat pergi dari sini sebelum aq panggilkan sekuriti,untuk mengusir mu!"kata Anet geram.


"huh...Tak perlu kamu manggil sekuriti pun aq akan pergi kok,lagian Aq juga nggak mau lama-lama disini,Toh udah ada kalian yang menemani nya. "jawab Salsa nggak kalah kesel nya.


Saat Salsa hendak pergi,Arkan langsung menarik tangan nya,


"Tetap lah disini temani Aq,"kata Arkan sambil memelas.


"Arkan lepasin tangan nya biar kan dia pergi kan masih ada kita bertiga yang akan menemani mu,pelayan ini nggak pantas ada disini."kata Anet berusaha untuk memisah kan tangan Arkan dan Salsa.


Arkan semakin erat menggenggam tangan Salsa hingga Anet merasa kesal,


Sedangkan Salsa merasa kesakitan karena Arkan terlalu keras memegang tangan nya.


"Arkan,lepaskan,aq kesakitan,benar kata Anet aq hanya seorang pelayan,jadi biarkan aq pergi"kata Salsa sambil melepaskan tangan nya.

__ADS_1


"kamu nggak boleh pergi.kalau ada yang harus pergi itu adalah kau ANET."kata Arkan yang sudah emosi melihat tingkah Anet.


Semua orang terkejut mendengar ucapan Arkan,begitu juga dengan Salsa,Ia tidak menyangka kalau Arkan akan berkata seperti itu.


__ADS_2