Cinta Yang Terpendam

Cinta Yang Terpendam
Episode 69


__ADS_3

Hari pertunangan Riko


Hari pertunangan Riko pun telah tiba,


Riko Dan keluarganya sudah bersiap untuk menuju ke salah satu Hotel milik keluarga nya,


Sampai disana,Riko dan keluarga nya langsung menuju ke tempat yang telah mereka siapkan.


Riko dan keluarga nya berdiri untuk menyambut para tamu,


Salsa dan Arkan masuk keruangan bersama.


Dibelakang nya Ada Ardi dan Dela,dan di susul oleh Haris Dan Amel,


Amel nggak sengaja bertemu dengan di parkiran dengan Haris dan mereka masuk bersama.


Dion dan Orang tua Vita menemani Vita menuju ke Riko untuk memulai acara pertunangan nya.


Semua orang yang melihat nya pun kagum,dengan kecantikan yang terpancar dari Vita.


Malam ini Vita benar-benar terlihat sangat cantik,Wajah nya yang berseri,terlihat jelas di wajah nya.


Acara pertunangan pun akan segera di mulai,Sementara Arkan yang melihat acara tersebut bingung dan Arkan pun bertanya pada Salsa.


"Kalau kamu aja bersama ku,Terus siapa yang akan bertunangan dengan Riko? "tanya Arkan.


"Vita yang akan menggantikan aq,Karena aq nggak mungkin membuat malu keluarga Permana."kata Salsa.


"Kenapa Vita mau menggantikan mu?"Tanya Arkan yang masih bingung.

__ADS_1


"Karena kami bertiga sahabat,"kata Salsa.


Arkan pun tersenyum melihat semua ini,dan berbisik....


"Kalau begitu kita langsung menikah saja minggu depan?"bisik Arkan di telinga Salsa.


Salsa pun hanya tersenyum.


Acara pertunangan pun telah selesai,


Semua tamu undangan mengucap kan Selamat kepada Vita dan Riko.


Salsa,Dela dan Amel foto bersama mereka berdua.


Arkan yang dari tadi melihat Salsa,Vita,Dela dan Amel pun mulai curiga.


"Kenapa mereka berempat begitu akrab bukan nya Amel itu adalah Asisiten nya Aulia,kalau Amel di sini berarti Aulia juga ada di sini,Dimana Aulia berada?"batin Arkan.


Berbeda dengan Dion dan Haris mereka berdua selalu memandang Amel,Haris yang ternyata telah menaruh hati pada Amel,


Sedangkan Dion,Ia terfokuskan pada kalung yang di pakai Amel,dan siapa sebenar nya Amel itu,Kenapa hati ini begitu merindukan nya,jauh lebih besar dari Rindu nya Dion kepada Salsa.


Dion mendekati Amel dan berbisik tepat di telinga Amel.


"Amel,Aq ingin berbicara sebentar dengan mu,Ikut lah dengan ku."bisik Dion di telinga Amel.


Amel pun mengangguk tanda menyutujui nya dan pamit kepada teman-teman nya untuk pergi sebentar.


Amel pun mengikuti Dion.

__ADS_1


Sedangkan Haris yang melihat Amel bersama Dion pun mengikuti karena cemburu melihat mereka begitu dekat.


Sampai lah Dion di sebuah taman dan di ikuti oleh Amel.


"Terimakasih karena kamu mau menemui saya disini!"Kata Dion langsung.


"Oh nggak masalah,Memang nya apa yang ingin kamu tanyakan dari aq,Karena dari kemarin kamu ingin sekali bertemu dengan ku Pak Dion!"Kata Amel.


"Maaf jika kata-kata ku nanti menyakiti kamu,Tapi aq harus mendengarnya langsung dari kamu,Siapa tahu nanti kamu bisa membantu ku!"kata Dion.


"Baiklah aq tidak masalah,Walaupun itu menyakitkan,Insha Allah aq akan membantu nya."Kata Amelsudah mulai penasaran.


Dion pun menghela nafas panjang...


"Begini,Sejak aq bertemu dengan mu,aq merasakan ada sesuatu yang mengganjal di ingatan dan hati ku,Aq merasakan begitu kangen sekali.Ingin rasanya aq memeluk mu tapi itu semua tidak mungkin karena kamu dan aq tidak saling mengenal.Dan yang ingin saya tanyakan pada mu adalah Kalung yang kamu pakai boleh aq meminjam nya sebentar."Kata Dion.


Amel diam sejenak,Sesungguh nya dia juga merasakan hal yang sama.


"Untuk apa kamu melihat kalung yang aq pakai,dan ia aq tidak akan pernah melepaskan kalung yang aku pakai."Kata Amel tegas.


"Aq mohon...mungkin kalung itu bisa membantu ku"Kata Dion.


"Apa yang bisa di bantu oleh kalung ini,dan kalung ini tidak ada hubungan nya dengan mu" kata Amel mulai kesal.


"Mungkin kalung itu tidak ada hubungan nya dengan ku,Tapi apa kamu tahu siapa Fero itu,Sejak aq bertemu dengan mu,Aq selalu mendengar seseorang memanggil nama itu.?"kata Dion.


Tubuh Amel seketika lemas,Ia jatuh ke bawah,Dion dengan sigap langsung menagkap nya,Amel menangis,Betapa ia sangàt merindukan nya,Walaupun Amel ingin sekali berjumpa dengan nya,Amel langsung memeluk Dion dan Dion pun membalas pelukan Amel,Dion mencoba menenangkan Amel.


Amel pun mulai menceritakan semua nya Kepada Dion,Saat ia di beri kalung itu sampai peristiwa kecelakaan itu terjadi,Tak ada yang terlewat dari cerita Amel sedikit pun,

__ADS_1


Selesai menceritakan nya Amel,mulai merasakan tenang,Ia pamit kepada Dion untuk bergabung bersama dengan teman-teman nya.


Ternyata saat Amel dan Dion sedang mengobrol Tiba-tiba ada seseorang yang memperhatikan nya dati jauh......


__ADS_2