
Masih di kantor Arkan.
Waktu hampir petang,Arkan masih sibuk dengan berkas-berkas nya,Hingga suara ponsel menghentikan nya.Ia sejenak mengangkat panggilan nya.
"hah....rupanya Ardi yang menelpon"gumam nya.
"Hallo Ardi,ada apa?"tanya Arkan langsung.
"Ya Arkan,kamu dimana,Anet sudah menunggu mu dari tadi kok kamu nggak kesini,kata Anet kamu akan menemuinya?"tanya Ardi.
"Iya,tadi dia kekantor,aq bener-bener sibuk,jadi aq menyuruh nya pulang saja,"kata Arkan malas.
"Oh ya udah,ku harap kamu cepat menemui nya,dia ada di restoran ku dia menunggu mu!"kata Ardi
.
"Baiklah...."jawab Arkan.
Arkan kemudian mematikan panggilan nya,
Dasar menyebalkan,Kenapa sih dia selalu mengganggu ku,kalau bukan karna Ardi aq nggak bakal mau dekat dengan dia."gumam Arkan dengan sangat kesal.
Arkan pun membereskan semua berkas-berkas dan memasukan nya ke dalam tas,untuk di bawa pulang,Ia akan menyelesaikan nya di rumah setelah menemui Anet.
Arkan pergi ke restoran milik Ardi untuk menemui Anet.
Sampai disana Arkan langsung masuk ke ruangan VVIP yang telah dipersiap kan Ardi,tempat biasa mereka berkumpul.
"Hai Arkan,kamu sudah sampai,kenapa lama sekali sih?"tanya Anet dengan suara yang di buat lembut.
"Hmm......"jawab Arkan sambil duduk di samping Ardi.
__ADS_1
"Oh ya,Arkan kamu mau pesan apa?"tanya Anet lagi.
"terserah kamu saja"jawab Arkan dingin.
Anet pun memanggil pelayan restoran melalui telepon yang di sediakan di tempat itu,Karena tempat nya khusus jadi pelayanan nya juga khusus.
Sambil menunggu pesanan datang Anet,Ardi dan Rendi bersandau gurau,Sedangkan Arkan memilih diam.dan mendengarkan saja.
Beberapa menit kemudian.Pesanan pun datang,Salsa yang membawa pesanan itu.
Salsa meletak kan pesan itu diatas meja di depan mereka.Tanpa Salsa sadari Arkan memperhatikan Salsa dari tadi saat Salsa masuk.
Anet merasa kesal melihat Arkan memandangi pelayan tadi,Anet tidak tahu bahwa pelayan tadi adalah Salsa,Orang yang dulu telah di hancurkan nya.
Salsa merasa kalau dirinya telah di perhatikan pun tak sengaja ikut melihat orang itu,Dan betapa terkejut nya Salsa,melihat Anita di depan nya,
"Maaf pak, pesanan sudah semua,aq pamit keluar dulu"kata Salsa dengan lembut sambil mengontrol amarah nya.
"Baiklah terimakasih....."jawab Ardi.
"Ya Allah dia telah kembali,tolong redam amarah ku jangan sampai aq meluapkan nya sebelum waktu yang tepat."gumam Salsa dengan mata sedikit berkaca-kaca.
Salsa pun melanjutkan pekerjaan nya,
Arkan merasa bosan,Akhirnya Arkan pamit pulang,karena masih banyak yang harus di kerjakan.
"Semuanya,aq pamit pulang dulu ya!"kata Arkan.
"Kok buru-buru banget sih Arkan!aq kan masih kangen sama kamu,?"kata Anet dengan manja.
"Maaf,tapi aq harus pulang masih banyak pekerjaan yang harus aq selesaikan."kata Arkan dan langsung berlalu pergi.
__ADS_1
"Arkan tunggu....."teriak Anet.
Arkan tidak menghiraukan teriakan Anet,Arkan terus berjalan pergi meninggalkan teman-teman nya.
"Uhhh......dasar sial......"kesal Anet.
Anet pun pamit kepada Ardi dan Rendi,Kemudian Ia berlalu pergi.Saat Anet keluar dari ruangan Ia berpapasan dengan Salsa dan Mela.
"Eh....pelayan,kemari.!kata Anet dengan sinis.
"Maaf bu,siapa yang ibu maksud?"tanya Mela yang juga pelayan di restoran itu.
"Itu yang di sebelah kamu?"kata Anet dengan sinisnya.
Mela pun menyenggol Salsa.
"Salsa,Kamu di panggil tuh sama ibu-ibu itu!"kata Mela.
"Oh ya udah aq kesana dulu,"kata Salsa.
Salsa berjalan menghampiri Anet.
"Maaf bu,Ada yang bisa saya bantu?"tanya salsa pura-pura tidak kenal.
"Ehh...kamu panggil aq apa?ibu,memang nya aq setua itu apah?"kata Anet dengan sangat emosi di panggil ibu.
"Maaf tapi aq harus manggil apa!"kata Salsa.
"Huh....lupakan masalah panggilan,aq hanya ingin memperingatkan kamu,jauhi Arkan......"kata Anet dengan sangat marah.
"Maaf,tapi aq nggak tahu siapa yang kamu maksud!Dan apa hubungan nya dengan aq!"kata Salsa pura-pura bingung.
__ADS_1
"Udah lah kamu nggak usah,pura-pura beg*,pokok nya jauhi Arkan,kalo tidak kamu akan tahu akibat nya."Ancam Anet,sambil berlalu meninggalkan Salsa.
Setelah kepergian Anet,Salsa masuk untuk meneruskan pekerjaan nya.