FORGIVE ME

FORGIVE ME
Yang bernyawa pasti mati


__ADS_3

Sayangnya, putri Dempster tak lagi memberikan jawaban. Sosoknya yang kebetulan tersesat dalam masa pelarian, akhirnya terdampar di kawasan kumuh ini. Ditolong Leon, karena kelelahan berjalan kaki.


“Kak? Kakak tidak makan?” tanya Lea. Bahkan jika matanya berkaca-kaca karena telah menceritakan kisah hidupnya, tapi perhatian masih menjadi tujuan utamanya.


Kakaknya selalu mengajarkan, kalau tamu adalah raja. Dan saling membantu merupakan suatu kebaikan, sehingga setiap perbuatan akan mendapatkan pembalasan.


Nyatanya, terkadang dua anak kecil ini bertanya-tanya. Jika memang benar apa yang dikatakan kakaknya, lalu kenapa Lisa itu berakhir dengan sangat menyedihkan?


Minimnya pemahaman, hidup yang terukir dalam garis kemiskinan, membuat mereka belajar akan kerasnya keadaan.


Kalau yang terpenting sekarang adalah hidup untuk makan dan berjuang.


Saling bersatu dan melindungi, karena hukum takkan berpaling untuk sosok-sosok yang terbuang.


“Setiap yang bernyawa pasti mati.”


Lirihan Eldrey yang tiba-tiba pun menyentak kedua anak kembar di sisinya. Mereka menatap bingung pada gadis di depan mata.


“Kak?” Lea memanggilnya.


“Jika takut tinggal di sini, kenapa masih menetap? Kalau tidak punya uang untuk berteduh, kalian bisa menginap di pinggir jalan. Kawasan kumuh memang rawan dengan kejahatan, dan aku tak tahu akan hasrat orang-orang perkotaan. Nyatanya sebagai penghuni daerah sana, yang namanya laki-laki bejat akan tetap menodai perempuan.”


Leon dan Lea terdiam.


Eldrey yang melirik mereka secara bergantian dengan sudut matanya pun melanjutkan ucapan.


“Aku berterima kasih pada kalian karena sudah menolongku. Tapi, aku juga butuh tempat yang aman. Jika kawasan ini sangat menyedihkan, maka tak ada alasan bagiku untuk tetap tinggal. Aku akan pergi secepat mungkin dari sini.”


“Pergi? Kakak akan pergi ke mana? Kakak kan terluka.”


“Ke mana saja. Selama aku tidak ditemukan, aku tak peduli jika harus menghabiskan hari di kolong jembatan.”


Leon dan Lea, merasa aneh saat mendengarkan pernyataan Eldrey.


Jujur saat pertama kali melihat putri Dempster, Leon mengira kalau dirinya adalah kakaknya dari belakang.


Tapi nyatanya, setelah diperhatikan secara dekat, mereka sangat berbeda.


Lagi-lagi anak kembar itu tersadar kalau kakaknya benar-benar sudah mati.


Namun di sisi lain, kendaraan dari sosok pria elegan dan menawan telah berhenti di kediaman Gates.


Turun dari sana sambil diiringi bawahan, untuk jaga-jaga karena kenyataannya emosi telah membuncah di diri sang atasan.

__ADS_1


“Selamat datang.”


“Mana Nyonya Camila?” tanya Presdir Betrand sambil mengabaikan kata sambutan.


“Nyonya sedang—”


“Betrand, kamu di sini, Nak?” sosok yang dicari memotong ucapan pelayannya.


Dan sang pendatang pun menorehkan guratan tanpa keramahan di wajahnya.


“Apa mau Ibu?” Nyonya Camila terkesiap. “Ibu datang ke rumah dan mengacaukan segalanya. Apa Ibu sadar kalau yang Ibu lakukan itu sudah keterlaluan?”


“Nak, apa maksudmu? Memangnya apa yang sudah Ibu lakukan?” panik wanita tua itu.


Datang-datang Presdir Betrand malah melontarkan tuduhan yang tak dapat dipahaminya.


“Ibu tidak tahu? Atau Ibu hanya sedang berpura-pura? Ibu datang ke rumah dan memarahi Anna. Ibu melakukan itu tepat di hadapan Eldrey. Padahal Ibu tahu kalau aku akan menikah, padahal Ibu tahu kalau putriku tak bisa melihat amarah. Tapi kenapa Ibu melakukan itu? Karena kelakuan Ibu, putriku sekarang pergi entah ke mana. Ibu tahu kan kalau Eldrey trauma melihat pertengkaran orang dewasa? Ibu tahu kan? Tapi kenapa? Apa salahku sampai Ibu melakukan itu padaku? Apa salahku Bu, apa!”


Tak disangka, sungguh benar-benar di luar dugaan mereka yang menyaksikannya.


Presdir Betrand, pria elegan yang biasanya hanya memamerkan kata-kata standar dan singkat, sekarang justru menampilkan deru napas yang memburu saat berbicara.


Mungkin sesak menyelimuti dadanya, dan amarah berkobar di hatinya. Dan ia tak lupa kalau yang di depannya adalah ibu kandungnya.


“Nak, Ibu tidak bermaksud begitu. Ibu hanya ingin menjenguk cucu Ibu, Nak. Ibu bersumpah, Ibu tidak ada niat untuk membuat Eldrey trauma kembali,” sahutnya sambil beruraian air mata.


Bahkan tangannya mencoba memegang bahu serta lengan putranya. Akan tetapi, langkah mundur Presdir Betrand menyentak hatinya. Dan ia pun meneteskan air mata.


“Maaf. Maafkan aku karena sudah membuat Ibu menangis,” perkataannya sontak saja mengejutkan Nyonya Camila yang sudah terlanjur beruraian air mata. “Karena itu, agar ini tidak terjadi lagi ke depannya, aku mohon dengan sangat agar Ibu tidak datang lagi ke rumah. Jika rindu, biar aku dan Eldrey yang datang kemari. Selama Ibu masih belum bisa menerima kehadiran Anna, aku mohon jangan injakkan lagi kaki Ibu di rumahku. Demi kebaikan kita semua, aku mohon Bu. Aku mohon ....”


“Nak, kamu—” sungguh isak tangis Nyonya Camila tak dapat lagi dihentikan. Hatinya bagai disayat dengan kejam oleh ucapan sang putra, tapi tak terlihat secercah harapan bagi Betrand untuk menarik ucapannya.


“Maafkan aku.”


Dan dirinya pergi begitu saja meninggalkan wanita yang telah melahirkannya.


Jujur dirinya merasa bersalah telah mengatakan itu semua, namun tak ada satu pun yang bisa membayangkan seperti apa suara hatinya.


Sebab Presdir Betrand, benar-benar tidak di posisi yang bisa memikirkan perasaan benci Ibunya. Karena bagaimanapun juga, Anna tetaplah ibu dari anak-anaknya.


Dan Evan serta Eldrey yang menghilang, merupakan mahkota serta kebanggaan milik hidupnya.


Tak ada yang lebih membahagiakan dari sosok seorang anak, suami sekaligus ayah sepertinya, selain melihat kedamaian di dalam keluarganya.

__ADS_1


Apa pun yang terjadi ia harus bisa menemukan putrinya. Karena sedikit banyaknya Eldrey adalah saksi kunci, dalam perjuangannya hidup di dunia ini.


Putri tersayang yang sempat ia lepaskan genggamannya.


Eldrey akan pergi. Rencananya malam ini, dia akan meninggalkan kawasan kota kumuh yang ditempatinya. Seperti perkataan Leon, tak heran jika anak kembar itu takut tinggal di sini.


Tak jauh dari kediaman mereka, Eldrey sempat mendengar teriakan seorang perempuan.


Entah apa yang terjadi, dirinya tak peduli. Membiarkan pekikan menjadi lolongan untuk menemani hari.


Cukup hebat bagi Lea dan Leon bertahan selama ini.


Walau terkadang anak laki-laki itu pernah mendapat hukuman berupa pengeroyokan akan diri. Tubuhnya babak belur lalu tulang di lengannya sempat retak.


Kejadian di masa dahulu kala, di mana sosoknya enggan untuk berbagi.


Dana dari menjual rongsokan tak begitu banyak jika harus saling mengasihani. Karena sebelum nenek yang membesarkan mereka mati setelah sepeninggalan Lisa, keduanya harus mencari banyak uang untuk biaya pengobatan wanita tua itu.


Hanya itu bentuk kasih sayang pada orang asing yang rela merawat kedua anak kembar berusia 7 tahun sampai 12 tahun.


Itu berarti, sudah dua tahun sejak kepergian wanita tua tersebut, sehingga mereka hanya hidup berdua saja sekarang.


“Kak, apa Kakak yakin?”


“Kenapa?”


“Jalan malam sendirian itu tidak baik untuk perempuan.”


“Lalu apa masalahnya? Aku tinggal hati-hati. Terima kasih karena sudah meminjamkanku pisau seperti ini, suatu saat pasti akan kuganti,” sahut Eldrey sambil menyelipkan senjata tajam itu ke belakang pinggangnya.


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2