FORGIVE ME

FORGIVE ME
Kevin Daniello Cesar


__ADS_3

Akhirnya, Evan dan Betrand sama-sama merenungi perkataan Charlie di ruangan masing-masing.


Terlarut pada kenyataan yang ada, diiringi rasa bersalah di dada saat tahu kalau ternyata Eldrey Brendania Dempster menyembunyikan itu semua dari mereka.


Tak pernah disangka oleh keduanya, faktanya gadis muda itu juga mengidap self-injury yang membuatnya melukai dirinya.


Mereka hanya sebatas mengetahui kalau Eldrey memang suka berbuat kasar pada sekelilingnya. Sampai di titik kejam di mana dia tak peduli jika itu berurusan dengan nyawa.


Tapi sungguh keluarganya tidak tahu kalau gadis itu benar-benar tak ragu menyakiti fisiknya.


Betrand sangat terpukul karena para bawahannya ternyata mengetahui itu semua.


Dan selama ini, dirinya ke mana saja? Berpikir kalau percobaan bunuh diri yang pernah dilakukan Eldrey hanya sekadar untuk menarik perhatiannya.


Walau tahu kelainan yang di derita putrinya memang butuh penanganan serius, tapi otaknya masih saja suka melabeli sang putri melakukan itu semua demi perhatian yang diinginkannya.


Nyatanya itu untuk menutupi sakit hati yang di pendamnya.


Sebenarnya apa yang sudah ia lakukan? Padahal memberikan perhatian layaknya seorang ayah bukanlah hal yang susah baginya.


Dirinya memang cukup sering menemani sang putri untuk sarapan. Tapi, kapan mereka melakukan makan siang dan malam bersama?


Kapan keduanya menghabiskan waktu layaknya keluarga?


Betrand lebih sering menghabiskan waktunya dengan bekerja.


Dan Eldrey mengisi hari dengan kuliah ataupun berdiam di kamarnya.


Mereka sama-sama terlena pada kegiatan masing-masingnya, dan hanya terikat ikatan darah serta status yang bermakna.


Bahkan Betrand baru tahu bunga serta makanan kesukaan putrinya dari Henry yang merupakan orang asing di dalam keluarganya.


Dia memang sudah gagal sebagai seorang ayah, tapi sosoknya yang mencoba memperbaiki kembali kehidupan keluarganya merasa seperti sampah sekarang.


Berpikir kalau menyatukan Anna dan Evan kembali ke dalam keluarga, akan bisa mengubah sikap Eldrey dan menyembuhkan luka di dirinya.


Tapi nyatanya ia benar-benar tak tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh putrinya.


Bahkan senyum hangat serta tawa dari gadis itu, sulit ia dapatkan untuk hadir di depan matanya.


Sampai akhirnya sosoknya tersadar, kalau tak lama lagi merupakan tanggal ulang tahun putrinya.

__ADS_1


Jadi kapan ia merayakan hari kelahiran itu bersama dengan gadis kecilnya?


Mengingat hanya kado yang dikirimkan diiringi ucapan ulang tahun lewat telepon olehnya. Memang hanya itu yang ia lakukan untuk merayakan hari bermakna dalam hidup putrinya.


Dia benar-benar merasa tertekan sekarang sambil mengingat kembali seberapa tak berguna sosoknya selama ini bagi sang putri yang terluka.


Sungguh Betrand sangat ingin menemuinya sekarang. Meminta maaf pada Eldrey atas apa yang pernah ia lakukan dahulu kala.


Dan tanpa sadar sosoknya pun menitikkan air mata karena perasaan di dada. Dirinya benar-benar merindukan darah dagingnya yang akhirnya memilih pergi meninggalkannya.


Sementara Kevin, sedang sibuk memainkan ponselnya. Membaca informasi yang berkaitan dengan kondisi Eldrey sekarang. Karena bagaimanapun juga, dia ingin mengambil hatinya, agar perjuangannya tidak sia-sia dan sosoknya tak kalah bertaruh sehingga harus lenyap dari pandangannya.


“Eldrey?” panggil Henry dari luar kamarnya.


Sosoknya ingin mengajak gadis itu sarapan pagi, tapi respons yang diharapkan benar-benar tak terduga.


Eldrey masih tertidur lelap sehingga dirinya pun terpaksa makan sendirian dan meninggalkan surat sebagai pesan. Kalau dirinya meminta gadis itu tetap di rumah bahkan bila sosoknya harus kuliah sekarang.


“Sial!” umpat Kevin tiba-tiba.


Saat sosoknya memasuki kediaman Azof, ternyata tak ada siapa pun di sana. Membuatnya kian kesal karena Eldrey dan si kembar itu sudah menghilang entah ke mana.


“Bagus sekali Eldrey, jadi sekarang bagaimana nasib taruhan kita?” lirihnya sambil tersenyum tiba-tiba.


Merasa bosan karena tak tahu harus bagaimana. Terlebih lagi Henry, masih belum pulang dari kampusnya.


“Kevin,” panggil Tuan Kendal ketika keluarga Cesar itu sedang melakukan makan malam. Sehingga sang putra pun melirik ke arahnya. “Papa berencana menjodohkanmu dengan putri keluarga Kiel, bagaimana menurutmu? Apa besok kamu mau bertemu dengannya?”


Sontak saja hal itu mengejutkan Nyonya Julia dan juga Dean yang ikut makan bersama.


“Putri keluarga Kiel?”


“Ya. Namanya Rexa. Bagaimana? Dia cantik sekali, Nak. Kamu pasti suka kalau sudah bertemu dengannya.”


Cukup lama bagi Kevin untuk menjawabnya. Sampai akhirnya ia pun menghela napas pelan terlebih dahulu.


“Maaf, Pa. Tapi karena aku sudah punya pacar, jadi aku terpaksa menolaknya.”


“Apa.”


“Aku sudah punya pacar.”

__ADS_1


“Siapa?!”


“Eldrey Brendania Dempster.”


Dean dan Nyonya Julia pun tersedak mendengar nama yang disebutkan Kevin di hadapan mereka.


“Eldrey? Teman Dean dan putri Betrand Dempster?” Pemuda itu pun mengangguk sekilas lalu meminum segelas air yang ada di hadapannya. “Kamu yakin?”


“Ya. Apa Papa tidak percaya? Sayangnya aku benar-benar menyukainya jadi aku tak berniat dijodohkan dengan siapa pun juga. Tentu saja aku juga berharap Papa dan Mama merestui hubunganku dengannya. Karena bagaimanapun juga, aku sangat menyayanginya.”


Dean pun dibuat melongo oleh pernyataan tanpa basa-basi adiknya. Sungguh dirinya masih tak percaya kalau Kevin benar-benar menyukai Eldrey yang merupakan temannya.


“Eldrey ya. Baiklah, kenapa tidak? Dia gadis yang cantik. Latar belakangnya juga luar biasa dan kita juga sama-sama tahu seperti apa kualitas dirinya. Papa akan mengatur pertemuan keluarga kita dengan keluarganya, jadi kamu tenang saja.”


“Tidak perlu, Pa.” Tuan Kendal pun terkesiap mendengar sanggahan putranya. “Karena kami masih sama-sama muda, jadi kami ingin menikmati masa pacaran layaknya pasangan biasa. Saat aku benar-benar ingin menikahinya, baru aku akan meminta Papa untuk mempertemukan keluarga kita. Papa tidak masalah dengan keinginanku bukan?”


Kepala keluarga Cesar pun menyipitkan matanya. Butuh sejenak waktu baginya untuk menyetujuinya.


Sampai akhirnya selesai makan, Dean pun menarik tangan adiknya sehingga tak jadi memasuki kamar.


“Kakak apa-apaan sih?”


“Kamu, apa kamu benar-benar berpacaran dengan Eldrey?”


“Tentu saja.”


“Kamu tidak bohong kan? Atau jangan-jangan kamu mengatakan ini agar bisa terbebas dari rencana Papa?”


“Apa yang Kakak katakan? Aku memang berpacaran dengan Eldrey. Kalau kamu tidak percaya, aku akan membuktikannya.”


“Tidak perlu membuktikannya. Pastikan saja kalau kamu benar-benar berpacaran dengannya, bahagiakan dia. Karena bagaimanapun dia itu teman baikku.”


Kevin pun tersenyum karenanya. “Padahal kamu Kakakku. Tapi kamu terlihat tidak mempercayaiku.”


“Bagaimana mungkin aku bisa mempercayaimu? Sebelumnya kamu mengatakan kalau dirimu menyukai Alice. Tapi sekarang malah berbeda, jangan gunakan dia sebagai pelampiasanmu Kevin. Karena dia seorang Dempster yang bisa menghancurkan kita kalau kamu sampai macam-macam dengannya. Ingat itu,” dan pintu kamar pun dibuka oleh Dean untuk adiknya.


Sebagai tanda kalau Kevin tak diharapkan lagi untuk berada di dalam kamarnya.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2