FORGIVE ME

FORGIVE ME
Aturan yang menyedihkan


__ADS_3

Keluarga Gates, mendatangi kediaman Betrand. Sang ibu menangis tersedu-sedu karena begitu merindukan putra keduanya.


Tak sanggup lagi terpisah dan bermusuhan dengan darah dagingnya.


Karena bagaimanapun juga, mereka tetaplah ibu dan anak tak peduli apa pun alasannya.


Dan Betrand yang sangat menyayangi orang tuanya, memaafkan semua yang sudah dilakukan kepadanya. Walau nyatanya, dirinya masih membayar biaya ganti rugi pada keluarganya.


Memang suami istri Gates sudah tak meminta itu lagi, tapi Betrand tetap bertekad, akan membayar apa yang pernah ditorehkan orang tuanya sekaligus memberikan uang dari hasil kerjanya selama ini sebagai hadiah untuk mereka.


Ia hanya ingin berbakti sebagaimana harusnya.


Dan di hari-hari yang terus berlanjut, damai pun mulai terlihat. Suami istri Gates tampaknya sudah bisa menerima keberadaan menantunya.


Tuan Alex dan Nyonya Camila juga terlihat sangat menyayangi cucu-cucunya. Bahkan mengajak Evan dan Eldrey untuk menginap dan bermain bersama. Namun, memang keluarga Gates namanya.


Sistem kehidupan yang menjunjung tinggi nama besar tanpa noda, masih terpatri di dalam garis hidup mereka.


Dan tanpa sadar, terlontarkan pada Anna dan anak-anaknya yang hidup dalam kediaman keluarga suaminya.


Kepergian Betrand ke luar negeri pun memulai neraka dalam hidup ketiganya.


“Kamu! Apa-apaan cara makanmu yang seperti bintang itu?!” marah Nyonya Camila pada Eldrey.


Bocah berusia 7 tahun itu pun terkesiap. Mendadak takut dan langsung lari untuk bersembunyi di belakang punggung ibunya.


“Bu, Eldrey masih kecil. Aku mohon tolong jangan dimarahi seperti itu,” pinta Anna padanya.


“Bagaimana mungkin aku tidak marah?! Apa kau tak pernah mendidik anak-anakmu untuk makan dengan benar?! Kau memang berasal dari keluarga miskin! Tapi jangan ajarkan cucuku makan seperti binatang begitu! Jika orang-orang lihat, mau ditaruh di mana muka keluarga ini?! Besok aku akan panggilkan guru untuknya!” lalu wanita tua itu pun beranjak dari sana.


Dan Anna hanya bisa beruraian air mata karena dicerca olehnya. Memeluk sang putri yang tak tahu apa-apa, dan menggumamkan kata tak terduga.


“Maafkan nenek dan ibu ya, Nak. Nenek itu, hanya ingin yang terbaik untukmu. Mulai sekarang jangan makan ayam goreng seperti itu lagi ya? Nanti pakai sendok dan garpu, jangan pakai tangan, oke?” bujuknya pada putri Dempster yang hanya mengangguk.


Tapi, kesalahan dalam didikan putra putri Dempster bukan hanya sekadar makan saja. Keluarga Gates juga mencibir level otak mereka, menghujani dengan kata-kata tak pantas yang tak dimengerti seluruhnya.  


“Bu, Evan dan Eldrey itu masih anak-anak. Mereka masih butuh bermain, Bu. Kalau dipaksakan belajar seperti itu, kasihan juga untuk keduanya,” Anna menyuarakan pendapatnya atas apa yang sudah dilakukan Nyonya Camila.

__ADS_1


“Lalu apa masalahnya?! Mereka berdua berdarah Gates! Tentu saja harus menerima pelajaran yang sesuai seperti Betrand! Jika mengikuti dirimu, nanti akan jadi apa kalau mereka sudah besar? Anak tak berguna yang cuma modal nama! Begitu?! Sadar, Anna! Kau itu sudah bukan gadis miskin lagi! Kau itu menantu Gates! Jadi ikuti saja cara didikan di sini kalau kau memang ingin yang terbaik untuk anak-anakmu!”


Dan akhirnya, sebagai seorang menantu dan ibu, Raelianna tak bisa apa-apa selain mengikuti kata mertuanya.


Betrand yang begitu sibuk dan jarang pulang, tak tahu kalau kedua anaknya di didik seperti dirinya yang dulu.


Karena sang ibu pandai berkelit, bahkan menyemburkan fakta dusta yang tak pernah dilakukan Anna. Kalau dirinya, meminta bantuan sang ibu mertua untuk mendidik kedua anaknya.


Hanya wanita itu yang berinisiatif melakukan semuanya.


Bahkan untuk lepas dari kediaman Gates saja, Anna dan anak-anaknya tidak bisa. Padahal mereka punya rumah mewah untuk ditinggali. Tapi dengan alasan kesepian, Gates meminta Betrand mengizinkan sang menantu dan cucu untuk tinggal bersama mereka.


Tanpa bibi Arda ataupun Rondolf yang selalu menjadi pelayan mereka di kediaman mewah Dempster.


“Bu, aku tidak mau belajar lagi,” keluh Eldrey akhirnya.


“Kenapa, sayang?” kaget Nyonya Raelianna akan pernyataan putrinya.


“Masa iya nenek memaksaku untuk melakukan semua hal? Spiderman saja hanya bisa melompat pakai jaring, mana mungkin dia bisa terbang seperti superman? Dan aku, bukankah aku juga begitu?”


Bukankah sang putri terlalu bijak dalam memahami kondisi dirinya sendiri?


“Nanti akan ibu bicarakan sama nenek. Tapi kamu jangan berhenti dulu ya? Tetap belajar sampai ibu selesai membujuknya. Oke?”


“Oke!” jawab Eldrey dengan senyum cerah di bibirnya.


Tapi, semua sia-sia. Hanya pertengkaran yang di dapat Anna dalam membujuk sang ibu mertua.


Walau nyatanya Evan dan Eldrey memang anak yang berprestasi di sekolah mereka, tapi keduanya terlalu dini dalam menghadapi pelajaran memforsir diri.


Keduanya, hanya memiliki waktu bebas saat jam tidur malam.


Sisanya, belajar etika. Musik, bahasa asing, seluruh mata pelajaran yang bahkan bukan level kelas mereka. Untuk makan pun keduanya juga dipoles sedemikian rupa. Sehingga Eldrey dan Evan sering sakit karena tak bisa makan sesuai porsi perkembangannya.


“Bu, aku mohon Bu. Mereka masih dalam masa pertumbuhan. Kalau mereka makan segitu saja, anak-anak bisa pingsan, Bu. Aku mohon tolong jangan batasi selera makan Eldrey dan Evan,” pintanya sambil beruraian air mata.


“Lalu kau ingin anak-anakmu makan banyak? Begitu?! Kalau mereka gemuk bagaimana? Itu hanya akan memperjelek fisik mereka. Kau ingin keluarga ini dicerca karena cucuku mirip panda?! Sudah bagus keduanya dilatih makan sedikit dari sekarang! Sehingga suatu saat nanti, mereka akan punya tubuh yang terawat dan tidak memalu-malukan nama keluarga!”

__ADS_1


Lagi-lagi Anna kalah dalam perdebatan. Hanya bisa menelan pahit-pahit semua yang dilontarkan sang ibu mertua kepadanya.


Memberi tahukan itu semua pada Betrand pun dirinya tidak bisa, takut kesannya nanti malah mengadu domba. Atau mungkin saja sang suami akan meremehkan dirinya.


Mengingat laki-laki itu juga pernah menjalani ini semua jika perkataan Nyonya Camila ada benarnya.


Dan dirinya, lagi-lagi hanya bisa meminta maaf pada kedua anaknya yang tersiksa. Membujuk mereka, untuk berlapang dada menjalani ini semua.


Walau prestasi sudah di dapatkan oleh Eldrey dan Evan, bagi Nyonya Camila itu masih belum apa-apa. Sang cucu masih dipandang remeh olehnya.


Layaknya kerikil di jalanan, dan harus terus dipoles agar bisa menjadi berlian. Namun entah sampai kapan itu semua akan berlanjut, tak ada yang tahu.


Dan Evan serta Eldrey, masih sering sakit-sakitan. Mereka anak orang kaya namun kekurangan makan.


Mereka luar biasa namun seperti tak menghasilkan prestasi apa-apa.


Dan semua yang dijalani keduanya, demi nama baik Gates di atas dunia.


Tak boleh ternoda, kotor, ataupun memalukan. Sistem hidup seperti itu, terpatri jelas di permukaan dan ditanamkan dengan keras bagaikan aliran racun di dalam darah.


Seolah-olah yang ada di dunia ini hanya kehormatan Gates.


Demi Gates.


Untuk Gates.


Dan dari Gates.


Sungguh melelahkan, karena hidup dalam aturan menyedihkan itu.


Karena semua, hanya berkaitan dengan keluarga Gates.


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2