FORGIVE ME

FORGIVE ME
Menunggu


__ADS_3

Raelianna menangis. Terluka atas permintaan sang ibu mertua. Merasa bimbang harus menuruti atau mengabaikannya. Tapi nyatanya, nasib orang tuanya menjadi taruhannya.


Dan Eldrey yang sudah mulai bersekolah kembali, harus menerima kenyataan pahit dari penindasan teman-teman sekelasnya.


Disebabkan oleh giginya yang patah akibat penyiksaan, sehingga ia pun menjadi bahan cemoohan.


Sayangnya Evan tak di sana karena dia sedang ada lomba piano, ataupun sosok Patricia yang entah berada di mana. Dia tak terlihat lagi setelah sekian lama.


Tapi saat pulang, bukannya rasa kasihan yang di dapatkan Eldrey karena dalam keadaan babak belur, justru pertengkaran menyambut kedatangannya.


Tiada angin tidak pula hujan Anna tiba-tiba melayangkan gugatan cerai pada suaminya.


Tentu saja Betrand marah. Padahal dirinya masih sangat mencintai istrinya, nyatanya anak-anak begitu membutuhkan dirinya, tapi dia dengan tega memberikan map berisi surat cerai yang sudah ditanda tangan olehnya.


Mereka pun bertengkar hebat karenanya.


Sampai akhirnya, Betrand pun menyetujui keputusan sepihak wanita itu. Merasa sangat terluka, saat Anna mengatakan kalau ia tak sanggup lagi bersama dengannya. Tidak direstui, dipandang sebelah mata oleh rekan-rekan bisnis suaminya, dan juga menyesal sudah menjalin kisah bersamanya.


Tidak ada yang lebih menyakitkan lagi bagi Betrand selain ucapan belahan jiwanya. Ia pun menangis sejadi-jadinya. Dan tanpa sadar mengusir sang istri karena rasa kecewa di dada.


Semuanya pun terkesiap akan keputusan sang kepala keluarga Dempster yang termakan emosi saat itu juga.


Akhir kata, Eldrey pun meraung-raung di hadapan ibu dan kakaknya. Tak terima jika Raelianna meninggalkan dirinya. Tapi wanita itu juga tidak punya pilihan, karena ia tahu kalau ancaman Nyonya Camila bukan sekadar lelucon belaka.


Dan sang putri yang tak terima pun bersujud di kakinya, berharap keputusan itu bisa berubah lagi keadaannya. Tapi Anna dan Evan, tetap memilih pergi dari kediaman Dempster tanpa bisa dihentikan.


Ingin ikut serta namun ibunya tak bisa mengabulkan. Karena kondisi sang putri masih membutuhkan penanganan serius dan hanya kekayaan suaminya yang bisa melakukannya.


Walau iba melihat kondisi memar anak perempuannya, tapi ia pun tetap pergi dari sana. Membawa Evan sang putra yang juga beruraian air mata.


Memisahkan dua bersaudara karena keinginan sepihak tanpa memikirkan efek sampingnya.


Satu hal yang pasti. Sejak Raelianna mengambil keputusan itu, kediaman Dempster tidak memperlihatkan cahaya lagi.


Betrand mabuk-mabukkan. Memarahi siapa pun tanpa alasan. Termasuk putri kecilnya yang masih membutuhkan perhatian.


Semakin hari, kondisi kepala keluarga Dempster kian menyedihkan. Kepemimpinannya berantakan. Charlie dan Daniel Bonapart sampai harus bekerja sangat keras menangani semuanya.

__ADS_1


Terpaksa sering bepergian ke luar negeri, menciptakan aman atas terpuruknya sang atasan.


Sampai akhirnya, Betrand pun tanpa sadar melakukan sesuatu yang sangat menyakiti hati putrinya.


Eldrey Brendania Dempster, tak sengaja mendengar lirihan kata ayahnya di dalam kamar. Untaian kata menyedihkan karena sangat merindukan istri dan putranya, merasa menyesal telah mengusir dirinya. Merasa kalau ini mungkin saja salah putri kecil mereka.


Siapa yang tidak akan kecewa? Bahkan jika masih kecil, Eldrey adalah sosok putri cerdas. Terlepas dari kondisinya sekarang, putri Dempster merupakan murid akselerasi. Berada di kelas khusus yang berbeda dengan kakaknya.


Bahkan perubahan sikapnya mulai terasa. Dia yang pemalu, terang-terangan meminta perhatian ayahnya. Melupakan fakta akan ucapan penusuk hati sebelumnya.


Tapi bukannya kasih sayang, justru lirikan mata dingin yang di dapatkan. Tapi sosoknya masih tak menyerah, sampai Betrand muak dan mengurungnya di ruang bawah tanah.


Putri Dempster yang ketakutan dan beruraian air mata pun hanya bisa menunggu terus di balik pintu. Menanti ibu dan ayahnya, berharap kalau mereka akan terusik dan merasa menyesal lalu mendatanginya.


Tapi, hanya pelayan yang menampakkan wajahnya.


Lagi-lagi Eldrey harus menunggu. Di balik pintu kamar ayahnya, berharap bisa bertemu dan saling bertegur sapa dengannya. Tapi hanya pengabaian yang ia terima.


Lagi-lagi Eldrey menunggu. Di balik ruang makan mewah mereka, tapi tak ada sosok sang ayah datang ke sana. Hanya bisa makan sendirian di hari-hari yang penuh kesepian.


Dia lagi-lagi menunggu sang ayah di bibir tangga, menyapa tapi hanya dibalas dengan tatapan dinginnya.


Sosoknya juga menunggu di sekitar parkir mobil milik keluarganya, namun keberadaannya malah seperti bayang-bayang. Diabaikan atau sering dimarahi tanpa kejelasan oleh Betrand.


Dan dia terus menunggu. Bahkan jika Camila datang tanpa malu lalu mencerca kondisinya. Atau Gates yang seperti jijik kepadanya. Juga Bill serta sang istri juga anaknya, yang ikut menghina dan menertawakan dirinya.


Tapi Eldrey masih saja menunggu.


Selalu menunggu dan sering mendengarkan kalimat menyakitkan dari keluarga ayahnya. Mereka semena-mena sejak Raelianna tidak ada.


Bahkan Camila juga tega mendorong dirinya dan Gates hanya menonton saja. Cuma karena masalah sepele mereka pun bertindak sesuka hatinya.


Ataupun Lily yang sengaja menjelek-jelekkan dan menyiksa dirinya. Mendorongnya dari tangga namun diabaikan begitu saja.


Hanya pelayan yang beruraian air mata, dan Betrand mengetahui itu namun hanya mengabaikannya. Seolah sosok sang putri bukan lagi anaknya.


Tapi walaupun begitu Eldrey terus menunggu. Dengan mata sembabnya dia terus menunggu. Tak peduli jika ocehan psikiater melabeli dirinya, sosoknya selalu menunggu dan menatap ke arah pintu.

__ADS_1


Dan entah sudah sampai kapan dirinya selalu menunggu. Akibat paksaan Camila, Eldrey pun kembali ke sekolahnya. Evan tak lagi di sana karena dia sudah pindah.


Gadis itu pun sendirian. Di balik kesepian dan pesakitan di dada dia juga dibully habis-habisan. Sampai akhirnya, tangannya yang terangkat dan mengarah pada teman terbaiknya justru di balas kepahitan.


Patricia yang melihatnya, malah memalingkan wajah dan meninggalkan dirinya. Bukannya meraih tangannya, tapi membiarkan putri Dempster tersiksa begitu saja.


Kisah manis dalam pertemanan mereka langsung sirna karena sikap tak pedulinya. Eldrey yang hanya bisa memakan derita sambil menangis keras, akhirnya melakukan hal tak terduga.


Menyiksa balik pelaku perundungan dengan garpu dan membakar sekolah mereka tanpa ragu. Dia terlalu muda untuk itu.


Dan sebagai akibatnya, Betrand pun harus membayar mahal. Dirinya terpaksa mengirimkan putrinya ke rumah sakit jiwa karena Eldrey tak bisa dipenjarakan mengingat umurnya.


Menyuap media massa dan melakukan hal terbaik untuk membungkam mulut-mulut keluarga para korbannya.


Walau tak semua berjalan mulus, tapi dengan ancaman dan juga koneksi serta kekuasaan, Eldrey sang putri yang keji akhirnya tetap bersih namanya.


Tapi nyatanya dia tidak baik-baik saja. Tak ada raut bersalah dari dirinya, sampai Betrand pun dibuat syok saat psikiater menyebut psikopat pada putri kecilnya.


Hatinya bagai disayat dengan kejam, wajah mendingin bak disiram, dan dia pun menemui sang putri yang masih mengharapkan pelukan.


Dan sayangnya, Betrand hanya bisa membisu saat berhadapan dengannya. Akan tetapi, dirinya mungkin tidak tahu. Di balik senyuman anak gadisnya itu tersimpan harapan besar.


Sebuah keinginan agar sang ayah menatap dengan benar dan penuh kehangatan.


Tapi Eldrey terlalu berangan. Betrand malah pergi begitu saja meninggalkan dirinya. Memamerkan muka dingin sebagai jejak terakhirnya.


Walau dadanya sakit, tapi ia masih berusaha tersenyum. Dan terus menunggu keluarganya sambil menatap pintu.


Berdoa semoga saja sang ayah serta ibu dan juga kakaknya, akan muncul tiba-tiba di hadapan dirinya.


Namun itu semua hanya sampai waktu tertentu.


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2