FORGIVE ME

FORGIVE ME
Putri satu-satunya


__ADS_3

“Tapi orang-orang—”


“Aku bilang aku ingin pergi!” hardik Eldrey tiba-tiba. Tentunya Ramses terkejut karenanya. Dan putri Dempster pun tanpa aba-aba merentangkan salah satu tangannya. “Taxi!”


Akhirnya kendaraan itu berhenti sesuai keinginannya.


“Nona!” panggil Charlie.


Tapi diabaikan gadis itu, dan bersamaan dengan sosoknya yang hendak lari Ramses pun memilih mengikutinya.


“Nona, kita mau ke mana?” tanya sang supir kepadanya.


“Bandara!” balas Eldrey dengan cepatnya.


Tentu saja tujuannya sangat mengejutkan Ramses yang mendengarnya. Tapi dia memilih diam saja, memperhatikan dengan lekat sosok yang tampak tersiksa.


Eldrey tidak menangis, tapi jelas di wajahnya tersirat tanda putus asa. Seolah ucapan ayahnya bagai hantaman keras di dirinya.


Ia mungkin masih syok akan kalimat yang takkan pernah disangka-sangka.


Sementara Tuan Harel memilih menunggu di luar rumah akibat tak ingin terlibat dengan masalah keluarga Dempster. Tentu saja Sekretaris Roma telah ada bersamanya. Mendampinginya yang sedang menunggu kedatangan Ramses dan Eldrey di sana.


Tapi, apa yang ia mereka dapatkan ternyata sebuah kesia-siaan. Mengingat Charlie kembali sendiri.


“Mana Nona?”


Sosok itu menggeleng akibat pertanyaan Roma kepadanya. “Dia pergi dengan Ramses.”


Tuan Harel pun terdiam mendengar ucapan tangan kiri Betrand itu.


Di satu sisi, lukisan menyedihkan Betrand pun terlihat di depan mata istri, anak, dan para bawahannya.


“Kenapa semuanya jadi begini?” ucapnya tiba-tiba. “Padahal aku sangat menyayangi Eldrey tapi kenapa malah seperti ini? Apa yang harus kulakukan untuk membuatnya kembali?” ucapnya dengan sangat frustrasi.


Raelianna dan Evan yang mendengarkan itu pun tak bisa membendung air matanya.


“Aku tahu aku salah. Tapi, apa tak bisa semua diperbaiki lagi?”

__ADS_1


“Aku sangat menyayangi putriku, Anna. Aku sangat menyayanginya. Aku memang salah sudah mengabaikannya, tapi aku sadar kalau aku sudah salah kepadanya.”


Betrand mulai mengepal erat tangannya.


“Aku memang salah sudah melampiaskan semua amarah kepadanya. Tapi, aku bisa apa? Aku cuma manusia biasa. Aku khilaf karena kehilangan dirimu dan Evan kepadanya. Aku tahu sudah berbuat dosa dengan sempat berpikir kalau itu salahnya.”


Semua pun terkejut mendengar pernyataan Presdir Betrand di sana. Menatap tak percaya akan fakta yang tak pernah dibukanya.


“Tapi dia tetaplah putriku satu-satunya. Aku memang sudah salah mengabaikan tangisannya. Aku memang sudah salah tak pernah menjawab sapaannya. Aku tahu aku ayah tak berguna yang tak pernah ada untuknya. Dan aku tahu kalau dia semakin aneh setiap harinya. Sampai dia membunuh teman-temannya namun aku masih diam dan tak ingin berbicara dengannya.”


Istri dan anak laki-lakinya pun syok dibuatnya.


“A-apa yang kamu—” kaget Nyonya Raelianna.


“Aku mengirimnya ke rumah sakit jiwa, aku menyuap para saksi mata, aku memalsukan para tersangka, semua kulakukan agar dia tidak tercoreng namanya. Bahkan jika dia mulai menggila tapi aku sadar kalau dia masih putriku, Anna. Aku sadar kalau dia masih anakku yang berharga.”


“Tapi, bagaimana bisa aku masih bersikap dingin kepadanya? Bagaimana bisa aku tak pernah ada untuknya? Sampai akhirnya aku sadar kalau Eldrey yang aku kenal sudah tidak ada lagi. Tatapannya yang ingin membunuhku masih tersisa sampai saat ini. Aku sadar kalau aku sudah menghancurkan putriku sendiri dengan semua masalah yang kuhadapi.”


Akhirnya, Presdir Betrand pun terisak-isak di hadapan mereka.


“Karena itu aku akan gunakan semua kekayaanku untuk membersihkan noda di hidupnya. Agar dia bahagia, agar tak ada satu pun yang mencelanya. Agar tidak ada satu pun yang menghina Eldrey atas semua tindakannya.”


“Aku juga ingin dia bahagia, Anna. Aku ingin dia kembali seperti sedia kala. Aku juga ingin dia tumbuh normal seperti anak-anak lainnya. Tertawa bahagia, menjalani hidup layaknya anak muda dan menikah dengan orang yang benar-benar dicintainya. Dan dia hidup bahagia sampai akhir hayatnya. Aku juga ingin putriku merasakan itu, Anna. Aku ingin dia tertawa lagi seperti sebelumnya. Tapi apa yang bisa kulakukan? Putriku, anak kandungku, dia—”


Sungguh semua orang tak bisa berkata-kata. Mungkin Presdir Betrand yang terkenal dingin tak sehebat sebutannya. Karena yang ada di depan mata mereka adalah pria rapuh dan seorang ayah tak berguna.


Menangisi keadaannya karena dosa kepada putrinya.


“Apa yang harus kulakukan agar Eldrey mau menerima kita semua? Aku, hanya ingin dia bahagia seperti dahulu kala. Apa aku harus mati agar semua sakit hatinya bisa lenyap sepenuhnya?”


“Betrand!” hardik Anna tiba-tiba. Dia tak habis pikir dengan ucapan suaminya. Perlahan ia menggeleng dan mengusap kasar pipinya. Seolah berusaha menghapus jejak air mata yang sebenarnya sia-sia. “Ini semua bukan salahmu. Aku juga salah karena pergi di saat dia terluka begitu. Jadi jangan pernah berkata seperti itu. Tidak ada kematian yang bisa mendatangkan kebahagiaan, tidak untuk Eldrey karena dia bukan gadis yang akan tersenyum semudah itu.”


“Tak peduli apa pun yang terjadi, suatu saat Eldrey pasti akan memahami perasaanmu. Perasaan kita, bahwa kita sangat menyayanginya. Hanya kita yang dia punya, hanya kita orang tuanya. Tak peduli bagaimana masa lalu kita, tak peduli seperti apa pun kondisinya, dia tetaplah putri kita yang berharga. Bukankah sudah tugas ayah dan ibunya untuk mengarahkan seorang anak ke jalan yang lebih baik? Bukankah itulah arti orang tua yang sebenarnya?”


Dan akhirnya Betrand pun memeluk istrinya. Merasa lega akan kalimat Raelianna yang menyemangati sosok tersiksanya.


Evan membisu menyaksikan itu semua. Kisah hancurnya keluarga mereka mungkin akan mendapatkan akhir bahagia.

__ADS_1


Sekarang yang tersisa hanya jalan untuk meluluhkan hati sang adik yang membeku akibat keluarga.


“Nak,” panggil Anna tiba-tiba. Ia merentangkan satu tangan seolah memanggil sang putra.


Dan Betrand yang juga melakukan hal serupa pun berhasil mengundang kembali isak tangis anak pertamanya.


Akhirnya setelah sekian lama mereka berpelukan kembali sebagai keluarga seutuhnya. Sekarang hanya tersisa Eldrey yang berada entah di mana.


Charlie yang menonton itu semua pun mengirimkan pesan kepada Ramses.


Tentunya laki-laki itu terkejut melihat kalimat tertera di layar ponselnya.


Di mana di pesan itu terdapat sebuah rekaman. Dengan durasi lumayan panjang untuk di dengarkan putri Dempster sekarang.


Benar-benar mengejutkan karena Charlie memohon kepadanya.


Meminta putra Tuan Harel melakukan apa saja agar Eldrey mendengar rekaman suara itu sepenuhnya.


Karena hal tersebut mungkin bisa membantu gadis itu untuk menentukan hasil apa yang ia inginkan dalam hidupnya.


“Pak, berhenti,” sela sosok itu tiba-tiba.


Eldrey pun menoleh padanya karena Ramses menghentikan perjalanan mereka.


“Kenapa kita berhenti?”


“Ada sesuatu yang ingin kuperlihatkan kepadamu.”


“Apa?”


“Karena itu ayo kita turun dulu,” ajaknya setelah membayar ongkos taxi.


Dengan terpaksa Eldrey pun mengikutinya. Karena sosok itu terus menggenggam tangannya.


Sampai gadis itu terkesiap melihat lokasi yang di datangi mereka.


Sebuah Hotel bintang lima yang benar-benar di luar perkiraannya.

__ADS_1


__ADS_2