
Keduanya akhirnya tiba di kawasan yang dipakai sebagai arena balap liar. Walau disebut liar, nyatanya lokasinya mirip sirkuit profesional.
Banyak mobil dan motor berderetan. Bahkan anak-anak muda juga berkumpul di pinggiran. Dan putri Dempster mengenali beberapa di antara mereka. Di mana merupakan mahasiswa di kampusnya.
“Aku baru tahu ada balap liar di sini.”
“Sebenarnya sudah lama, tapi sempat tutup dan baru dibuka sebulan yang lalu. Ayo,” ajaknya agar gadis itu turun dari mobil.
Tapi Eldrey tersentak saat menyaksikan pemandangan tak terduga. Di mana orang yang sedang menjadi kekasihnya ternyata baru saja keluar dari salah satu mobil sambil dihiasi tepuk tangan.
“Lho, sudah selesai?” kaget Ramses. Tapi napasnya tercekat saat melihat sosok tak asing di depan mata. “Dia, bukankah dia Kevin? Apa bocah itu ikut balapan?!” kagetnya sambil melirik Eldrey.
Namun siapa sangka, kejadian lebih parah bersenandung di hadapan mereka. Di mana putra kedua Cesar itu tiba-tiba dipeluk seorang gadis dengan mesranya. Bahkan sorakan-sorakan diiringi gombalan berkumandang di sekitar Kevin.
Tentunya dengan tampang syok Ramses langsung menoleh pada Eldrey untuk melihat reaksinya.
“Kamu, apa kamu tidak cemburu?” tanyanya tiba-tiba karena gadis itu cuma berekspresi datar.
“Cemburu?” putri Dempster pun tertawa pelan. “Kenapa harus cemburu? Dia bebas melakukan apa saja.”
Sekarang Ramses semakin yakin kalau Eldrey pasti tidak menyukai adik Dean itu. Hubungan berpacaran mereka mungkin memang mengada-ada, terlebih saat melihat Kevin di depan sana justru tertawa menyambut kemenangannya sambil membalas pelukan seorang gadis asing yang tak diketahui mereka.
“Mau berpacaran denganku?” ucap putra Harel tiba-tiba. Eldrey pun langsung menoleh sambil mengerutkan dahinya. “Jika kamu tidak serius dengannya, bagaimana kalau bersamaku?”
Tampang meledek pun terlukis di rupa cantik itu. “Apa ini? Apa mungkin kamu menyukaiku?”
Ramses terdiam sejenak. “Sejujurnya aku akan dijodohkan dengan gadis tadi. Aku tak menyukainya, karena it—”
“Kamu akan memakaiku sebagai tumbal,” Eldrey memotong ucapannya. “Sama seperti Dean. Apa semua laki-laki seperti itu?”
“Apa—” tapi putri Dempster berdiri tiba-tiba dari duduknya. Dan tanpa sadar tatapannya bertemu dengan Kevin yang hendak pergi dari arena.
“E-Eldrey?” kaget putra Cesar dan secara spontan menepis tangan gadis yang dari tadi menempelinya.
“Eldrey,” panggil Ramses sambil memegang lengannya. Tapi, putri Dempster langsung menarik tangannya.
“Kamu pulang saja dengan orang lain,” selesai mengatakan itu ia pun berlalu dari sana.
“Eldrey!” pekik Kevin dan Ramses bersamaan. Tentunya menimbulkan kehebohan sehingga orang-orang menatap pada sosok yang berteriak.
Tapi langkah terburu-buru gadis itu dipandang lekat sosok tak asing yang kebetulan juga di sana. Ia mengibarkan senyum dan berlari menyusulnya.
“Eldrey! Tunggu dulu! Maksudku bukan seperti itu! Dengarkan aku dulu!” cegat Ramses yang berhasil menghentikannya.
“Pulanglah dengan orang lain.”
__ADS_1
“Bukan itu Eldrey. Dengarkan aku dulu.”
Gadis itu langsung menepis tangan Ramses. “Apa lagi yang ingin kamu katakan?”
“Aku salah karena sudah berbicara seperti itu. Aku—”
“Eldrey!” teriak seseorang dan mengalihkan perhatian mereka. Di mana sosok Kevin berlari mendekat dengan keringat membasahi wajahnya. “Rey, kamu di sini?” Tapi saat tangannya memegang lengan gadis itu, sontak saja Eldrey menepisnya. “Eldrey.”
“Kalian berdua,” gumam putri Dempster.
“Yang barusan itu tidak seperti yang kamu lihat, Eldrey. Gadis itu hanya temanku. Dia memeluk—”
“Hentikan,” selanya tiba-tiba. “Aku tidak di sini untuk mendengar penjelasanmu. Dan aku juga tak ingin mendengar ocehanmu,” tekannya sambil beralih menatap Ramses.
“Eldrey, kamu mau ke mana?” tanya Kevin masih berusaha menahannya.
Membuat langkah gadis itu terhenti sebelum bisa mencapai mobilnya. Ia pun berbalik dan menatap jengah pada laki-laki di depannya.
“Ayo putus.”
“Apa!”
“Kau tidak dengar aku? Ayo putus. Sudahi perjanjian kita.”
“Apa?” putra Cesar mendadak membisu. “Jujur saja, aku tak melihat keuntungan berpacaran denganmu. Ayo hentikan taruhan itu, Kevin.”
Selesai mengatakannya gadis itu pun berlalu dari sana.
“Aku menyukaimu,” lirih Kevin yang mengejutkan Ramses. “Aku menyukaimu, Eldrey. Aku menyukaimu Eldrey Brendania Demspter!”
Mendadak suasana berubah aneh sekarang. Terlebih teriakan Kevin membuat orang-orang yang ada di area parkiran menatap lekat ke arahnya. Tentunya bertanya-tanya siapa sosok yang diocehkan sang pemenang balapan.
Entah apa yang dipikirkan Eldrey tapi kakinya kembali melangkah meninggalkan kedua pemuda itu.
“Kamu tidak bisa memutuskan hubungan kita begitu saja!”
Sepertinya putra kedua Cesar sudah kehilangan rasa malunya. Berteriak karena seorang wanita yang mengacuhkan dirinya.
Tapi memang Eldrey namanya. Ia tak peduli. Memasuki mobil dan melajukannya tanpa peduli dengan Ramses dan Kevin yang masih menatap kepergiannya.
Situasi barusan jelas baru pertama kali baginya. Dan ia merasa tidak nyaman saat menghadapinya.
“Sial!” umpat putri Dempster tiba-tiba karena ada seseorang yang mencegat laju mobilnya. “Dia,” kagetnya saat menyadari itu siapa.
Tanpa keraguan sosok itu membuka pintu mobil dan duduk di samping Eldrey.
__ADS_1
“Lancang. Siapa yang mengizinkanmu?”
“Tak ada. Tapi aku beruntung melihatmu di sini.”
“Turun.”
Laki-laki itu terkekeh dan malah menutup pintu. Sepertinya memang kesialan bagi Eldrey jika sudah berurusan dengan pria. Pemuda mana pun yang mendekatinya tampak seperti bajingan baginya.
Salah satu contohnya orang di sampingnya yang rencananya akan dijodohkan keluarga Gates bersamanya.
Akhirnya Eldrey pun melajukan mobilnya tanpa berkata-kata. Tentunya Samuel yang notabene baru ditemuinya kemarin di Hotel, memperburuk suasana hatinya.
Tapi tampaknya laki-laki itu tak peduli. Dan terus melirik Eldrey yang fokus mengendarai mobilnya.
“Aku baru sadar pemenang itu ternyata pacarmu. Kamu pasti cemburu sampai-sampai memutuskannya seperti itu.”
Tak ada respons dari Eldrey seolah ia menulikan telinga akan kata-kata Samuel. Menimbulkan kekehan laki-laki itu dan tangannya mulai terulur hendak menyentuh wajah putri Dempster.
“Jangan lancang bajingan, atau kau akan mati.”
Kasar sebenarnya. Tapi Samuel terhibur melihatnya. Merasa tertantang untuk mendapatkan sosok yang ditatap lekat olehnya.
“Benar juga. Keluargaku sudah bertemu dengan Nyonya dan Tuan Gates. Kata mereka kamu akan datang di acara orang tuaku. Sekaligus membahas rencana pertunangan kita.”
Seketika laju mobil langsung terhenti. Eldrey menoleh padanya sambil menyipitkan mata.
“Kau keliru anak tampan,” kalimatnya membuat Samuel mengernyitkan keningnya. “Pertunangan kita takkan terjadi, karena aku bukan Gates.”
“Kamu—”
“Benar juga. Jika memang menginginkanku, maka berurusanlah dengan Dempster. Itu pun kalau kamu memang bisa,” sahutnya dengan tampang meremehkan. “Sekarang keluar.”
Tangan Samuel pun terkepal erat mendengar ucapannya.
“Keluar.”
Senyum tipis pun tercetak di bibir pemuda itu. “Baiklah. Tak perlu emosi, aku akan turun, Nona. Mari kita lihat apa kamu masih bisa sombong nantinya,” dan ia pun benar-benar keluar dari jeep unlimited putri Demspter.
__ADS_1