
Author pov
Kenzo Askara Bramantya remaja 18 tahun putra tunggal dari pengusaha ternama Erick Bramantya dan Laura Bramantya.
Terlahir dari kalangan berada, status sosial dan fasilitas mewah tak lantas membuat Kenzo bahagia meski semua orang memandang nya sebagai orang yang beruntung karena bergelimang harta.
Keinginan sang papah yang selalu menuntut Kenzo untuk bisa menjadi yang terbaik dan nomor satu, itulah penyebab pribadi Kenzo yang dingin.
Satu yang membuat Kenzo masih bertahan dalam diam meski tertekan oleh keinginan sang papah yaitu kasih sayang sang mamah.
》》》》》》》》》》》》》》》》》
Kansha Fayola gadis periang, pintar namun tidak manja.
Bungsu dari pasangan Hendrik Setiawan dan Ayu Ningrum, meski bukan termasuk kalangan atas namun keluarga Kansha cukup berada.
Kakak nya Farel tengah menempuh pendidikan S2 nya di luar kota.
Keluarga nya hangat dan harmonis, definisi keluarga cemara lah pokok nya jika menurut Kansha.
》》》》》》》》》》》》》》》》》
Di Mansion keluarga Bramantya
''gimana sekolah kamu sayang ?'' tanya mama laura saat makan malam ini.
''baik mah, semua lancar''
__ADS_1
''kamu jangan buat ulah terus, fokus pada pendidikan. Jadi yang terbaik agar kamu bisa meneruskan perusahaan papah'' tekan sang papah.
''hmm'' jawab Kenzo. Kenzo memang hanya akan berkata hangat pada sang mamah yang selalu mengerti akan diri nya.
''yang sopan kamu sama orang tua !. Anak mu itu mah makin kesini makin susah di atur''
''udah pah, Kenzo tau apa yang papah ingin kan bukti nya dia selalu juara umum di sekolah. Jadi mamah mohon jangan terlalu keras pada nya''.
''kamu selalu saja bela dia, papah juga tahu bagaimana dia di luar. Mau jadi sok jagoan kamu !'' hardik Pak Erick.
Kenzo meletakan kasar sendok nya sehingga menimbulkan bunyi.
''mah Ken ke kamar dulu sudah kenyang''.
Mamah Laura hanya bisa menghela nafas. Susah sekali rasa nya menciptakan suasana yang damai di rumah ini.
Merebahkan tubuh di kasur king size nya sambil memejamkan mata menahan emosi perdebatan di ruang makan tadi.
Kenapa papah nya tidak pernah sekalipun menanyakan apa keinginan nya, sebab apa dia sering berkelahi di luar sana. Hanya nomor satu dan nama baik yang menjadi prioritas nya.
Dert.. dert..
Eza calling...
''halo Za''
'Roy ngajak balapan malam ini'
__ADS_1
''ok lo atur aja''
'*siap bos, lokasi biasa'
'Elang* nama genk Roy dkk. Cowok rusuh, licik, suka cari gara-gara tapi tak pernah jera meski selalu kalah dari The King.
Di rumah Kansha
''Bun Kansha nanti ke supermarket bentar yah ada yang mau di beli''
''iya nanti tunggu ayah pulang yah biar di anterin''
''ngga usah bun Kansha sendiri aja, kasian ayah pasti capek''
''ya sudah kamu hati-hti ya nak jangan ngebut''
''siap bunda ku yang syantik'' sambil mengangkt tangan memberi hormat.
''ish dasar anak itu'' bunda hanya geleng kepala.
Kansha mengendarai mobil dengan santai sambil mendengarkan musik.
''ngga baget ya gue malming cuma ke supermarket doang. Ngga ada gitu yang ngajakin ngedate''.
Saking asiknya menghibur diri Kansha sampai lupa waktu. Setelah belanja ia mampir ke kafe sebentar dan sial nya disana di suguhkan pemandangan muda mudi yang berkencan. Dan bagi Kansha berarti 'ngenes.
Behahaaha...
__ADS_1
jangan lupa like, komen n favorite yah. salam sayang buat para readers.