FORGIVE ME

FORGIVE ME
Luka itu candu


__ADS_3

Dan Charlie, masih tak bersuara karena rasa terkejut yang menimpa. Gadis ini begitu polos di mata, tapi nyatanya ia bukan begitu saja.


Sosoknya, seperti orang yang sangat bahagia. Sebuah luka nyata mampu menyelimuti luka di hatinya.


Ironis karena di usia yang masih terlalu muda, dia harus menderita seperti ini.


Dan Charlie pun perlahan menyentuh tangannya.


“Sakit?”


“Mm, tapi tidak begitu perih. Bagaimana ini? Kalau sakitnya hilang, bisa-bisa dadaku bermasalah lagi.”


Tak ada jawaban dari bawahan ayahnya kecuali menatap Eldrey dengan sangat lekat.


“Kamu tunggu di sini. Aku akan ambilkan obat.”


“Untuk lukaku?” Charlie pun mengangguk. “Apa boleh kalau tidak diobati? Biarkan saja seperti ini. Jadi tolong sayat lagi tanganku agar aku merasakan sakit seperti ini.”


Kalimatnya, berhasil membuat Charlie tertahan.


“Seandainya tanganmu disayat lagi, apa kamu bisa berjanji kalau kamu tidak akan melakukan hal seperti tadi pada ayahmu?”


“Baiklah. Aku janji.”


Laki-laki itu kembali mendekatinya dan menyentuh tangan kirinya. “Kalau begitu, aku akan menyayat jarimu sedikit saja. Pastikan kalau kamu melakukan ini hanya pada saat dadamu sakit. Apa kamu paham?”


Sang gadis pun mengangguk berulang dengan senyum di bibirnya. Andai dirinya tahu, kalau dia memamerkan senyum yang hangat hanya untuk sebuah luka.


Dan Charlie pun benar-benar menyayat permukaan jari jempol Eldrey. Tak begitu besar tak begitu dalam. Lukanya pun ditatap tenang olehnya.


“Tolong jangan lukai kulitmu lebih dari sebesar ini. Karena bagaimanapun kamu perempuan, dan kulit adalah aset untukmu. Apa kamu paham? Sayat saja sedikit seperti ini di tangan kirimu. Ingat itu. Aku pergi,” bawahan Betrand pun berlalu meninggalkannya.


Tapi saat akan membuka pintu, ia menoleh. Menatap kembali putri Dempster yang tampak tak merespons apa-apa. Seolah terlena pada rasa sakit di jarinya.


Dia terlalu menyedihkan untuk menjalani ini semua.


Dan terapi masih saja terjadi. Walau ada kalanya seorang psikiater harus sekarat akibat dipukul dengan gelas kaca, juga disayat arteri di lehernya, tapi gadis itu tidak merasakan apa-apa.


Tak bersikap bersalah bahkan jika orang yang dibayar itu datang untuk membantu pengobatannya.


Tidak peduli jika korbannya akhirnya meregang nyawa karena tindakannya.


Tentunya keluarga Dempster lagi-lagi menutupi itu semua dengan harga yang sangat mahal dalam menyuap para saksi mata.


Bahkan pergantian para pelayan terpaksa dilakukan dalam sekali setahun mengingat ulah Eldrey yang terkadang impulsif tiba-tiba. Karena sosoknya benar-benar sudah hancur luar dalamnya.


Dia bernyawa namun hidupnya seperti tak ada artinya.


Dia merasakan sakit di dada namun harus melukai fisik untuk menyembuhkannya.


Dan sakit dari luka itu pun menjadi candu baginya.

__ADS_1


Sampai akhirnya mata Betrand pun terbuka, kalau putri kecilnya sudah tidak ada lagi di dalam genggamannya.


Eldrey yang dulu tidak mati, hanya saja pergi entah ke mana.


Walau kenyataannya dia bersembunyi dari rasa sakit di dunia dan tinggal di sudut hati terdalamnya.


Mencoba tetap terkubur di sana, agar sakit di dada tidak semakin membunuhnya.


Hanya itu yang bisa dilakukan putri Dempster tanpa sadar untuk melindungi dirinya.


Sehingga simpati dan empatinya tak lagi bersisa dalam menghadapi sekitarnya. Gadis itu sendirian di dalam lubang yang masih menyuarakan teriakan korban siksaannya.


Tidak ada satu pun yang mampu memahaminya. Tidak ada satu pun yang mengulurkan tangannya. Tidak ada satu pun yang meraih genggamannya.


Mereka mencoba mengobatinya tanpa tahu apa yang benar-benar diinginkannya.


Dia pintar namun tak bisa merencanakan masa depan untuk hidupnya.


Tak ada cita-cita di dirinya. Tak pula mimpi di hatinya. Tidak bertanggung jawab menjadi ciri khasnya.


Dia mungkin bisa menyerap semua pelajaran di dunia tapi tidak tahu mana yang benar dan salahnya.


Dia dipaksa menjadi boneka ternama namun itu tak bisa membahagiakan dirinya.


Dia seperti berdiri di tempat, tidak maju ataupun mundur melihat sekelilingnya. Hanya menjalani hidup sesuka hati tanpa memikirkan akan jadi apa nantinya.


Namun semua memang tak bisa menyentuh dasar hatinya.


Dia sudah terlanjur sendirian dan hancur tanpa bisa dihentikan. Orang-orang takut kepadanya, menatap dirinya seperti seorang pembunuh keji berwujud gadis muda.


Dia akan selalu kesepian.


Dan akan selalu sendirian.


Traumalah yang membuatnya menjadi seperti itu.


Lingkunganlah yang memaksanya harus begitu.


Dia memang menderita mental disorders, tapi bukan seorang psikopat. Eldrey hanya seorang sosiopat yang butuh penanganan maksimal. Impulsif dan agresif terkadang menjadi makanannya.


Walau terapi dan segala sesuatu yang dilakukan takkan bisa menyembuhkan dirinya dengan benar.


Para penderita bisa diarahkan dan diberi pemahaman jika keluarganya bersabar. Nyatanya keluarga Dempster tak bisa melakukannya.


Itulah kelemahan mereka. Mereka kaya seperti Raja, tapi hanya memakai kekuasaan dan memamerkan uang untuk menangani sang gadis muda.


Tidak terlalu bekerja keras dalam merangkul dirinya.


Keretakan dalam keluarga sudah terlanjur mengikat kakinya. Eldrey tak bisa apa-apa. Hanya satu keinginan yang ia punya, bisa tidur dengan tenang tanpa adanya suara-suara yang mengganggu sosok tak berdayanya.


Dan sudah terlambat bagi keluarganya untuk meluluhkan dirinya.

__ADS_1


Eldrey membenci mereka, yang tak pernah muncul saat dibutuhkannya. Tidak menampakkan diri untuknya ketika hati dan penglihatannya masih menanti di balik pintu.


Dia membenci keluarganya dan juga orang-orang bahagia. Karena mereka tak pernah merasakan apa yang dirasakannya.


Dia membencinya dan akan selalu membencinya.


Dan hanya satu orang yang sudah benar-benar merasakan deritanya.


Patricia Lascrea. Gadis itu pun menuai karma atas tindakannya di masa lalu. Dia tersiksa tepat di depan mata putri Dempster yang menjadi temannya.


Masa-masa di mana sosoknya dulu memilih berpaling dari Eldrey yang membutuhkan bantuannya.


Dia sudah membayar mahal untuk pesakitannya. Dan sang penonton di tepian juga cukup puas menikmatinya.


Eldrey benar-benar bahagia karena ada yang tersiksa seperti dirinya.


Kevin terdiam. Saat matanya sekarang menatap putri Dempster yang terlelap. Tidak pulang ke rumah dan memilih menemani gadis di hadapan.


Sesekali digenggamnya tangan putri Dempster. Mencoba mengusapnya dan juga menghangatkannya.


Semakin tersadar kalau dirinya benar-benar jatuh cinta kepadanya. Dan hatinya, menginginkan dia untuk menjadi miliknya.


Esoknya, sarapan pagi sudah terpampang nyata di meja makan.


Eldrey yang menghampiri sosok-sosok di sana cuma menyipitkan mata, ketika penglihatannya bertemu dengan rupa putra keluarga Cesar.


“Selesai makan pulanglah.”


Kevin dan si kembar yang mendengarnya pun menatap heran.


“Aku masih ingin di sini.”


“Keberadaanmu hanya akan membuatku ketahuan.”


“Apa kamu tidak ingin pulang?”


“Tidak.”


“Kenapa?”


“Bukan urusanmu.”


Suara helaan napas pelan pun berkumandang dari bibir putra Kendal. Diliriknya anak kembar yang duduk di sisinya. Tersenyum ke arah mereka dan melontarkan kata tak di duga.


“Bisa tinggalkan aku dan dia berdua saja?”


Leon dan Lea sama-sama mengangguk. Melangkah keluar rumah membawa sarapan mereka. Memilih ke area taman belakang untuk menikmati pemandangan kolam ikan.


Dan Eldrey hanya memperhatikan rupa pemuda di depannya dengan tenang. Sampai akhirnya keanehan pun terjadi, saat Kevin mendekatinya dan mengulurkan tangan ke wajahnya.


Tak jelas apa yang ingin dilakukannya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2