
Ruang operasi.
Ruangan itu menjadi saksi untuk nasib seorang gadis muda. Tiga dokter spesialis diturunkan bersama beberapa suster yang berjaga. Demi menolong seseorang dengan nyawa di ujung penghabisan.
Eldrey Brendania Dempster.
Tepat di saat Kevin ingin memanggil namanya lagi, pingsan telah menyambut sang gadis muda.
Memaksa hasrat dan juga kegilaan putra Cesar untuk menolongnya. Mengabaikan luka tembakan yang masih basah sayatannya, ia gendong gadis itu dan menimbulkan keributan.
Antara dirinya dan juga Charlie yang ingin membawa putri majikan.
Bahkan jika sekarang keluarga Tuan Kendal turut hadir di sana, nyatanya lirihan sendu Julia yang memaksa sang putra untuk kembali beristirahat dan diobati seperti tak ada artinya.
Khawatir dan cemas untuk Kevin melebur ke udara akibat sikap keras kepalanya. Bahkan tatapan tajam tak henti-hentinya ia layangkan pada penyandang nama Dempster.
Di satu sisi, tangannya masih mencengkeram surat pemberian. Berhiaskan jejak darah sebagai lambang kenang-kenangan.
Dan tak tahu kapan akan dibaca laki-laki itu. Karena baginya sekarang hanya ada satu tujuan. Yaitu keselamatan gadis yang telah mencengkeram perasaan.
Untukmu, Betrand.
Itulah kutipan dari tulisan di amplop milik sang kepala keluarga Dempster.
Tak dapat disembunyikan gemetar di tangan. Tatapan lekat pria itu menyiratkan sebuah pemandangan. Air muka yang tak jelas artinya.
Lambat laun tangan kokoh itu mengeluarkan isinya. Mencoba menelusuri pesan apa yang tertera di sana.
Dan begitu terlihat, tulisan tangan indah dan rapi memenuhi penglihatan. Dirinya sempat tertegun sejenak. Membisu karena tak pernah melihat ukiran kata dari putrinya.
Sekarang ia tersadar kalau ini pertama kalinya bagi seorang Betrand melihat tulisan anak kandungnya sendiri.
Betrand Gates Dempster.
Seorang pria luar biasa.
Dia dipuja karena tangan dinginnya, namun seseorang mengutuk itu semua.
Dan sosok itu adalah seorang gadis terbuang yang selalu melihat dirinya lewat punggungnya.
Ironis, dia begitu mencintai istrinya. Dia menghormati orang tuanya, menyayangi keluarga selayaknya kepala keluarga terbaik yang pernah ada.
Namun seseorang terbuang karena karma mereka.
Dan itu adalah aku.
Benar, korbannya adalah aku.
Putrimu yang babak belur dan selalu menunggu dirimu.
Ingatkah kau hari itu? Tatapan dingin yang kudapatkan setelah kau kehilangan istrimu. Seperti bocah bodoh menunggu ayahnya, tapi hanya hampa yang kuterima.
Dan dekapan rumah sakit jiwa memaksa kewarasanku untuk menggila. Mereka tertawa, aku tersiksa, kau diam dan aku tak bisa apa-apa. Ayah kandungku sendiri yang membukakan jalan untuk hatiku agar memilih mati.
Betrand, andai aku bisa mendengar suara hatimu.
Aku ingin kau mengatakan dengan lantang bahwa kau tak pernah menginginkan aku. Aku ingin mendengar itu. Mendengarnya, sehingga aku punya alasan untuk tak lagi melihat dirimu.
Betrand.
Apakah kau tahu?
__ADS_1
Aku sangatlah kesepian. Rumah besar itu sangatlah menakutkan. Sejauh mata memandang hanya kemewahan juga kekosongan yang aku dapatkan.
Aku kesepian.
Aku hancur dari dalam.
Aku ingin kalian.
Aku ingin seperti anak-anak kebanyakan.
Aku membenci kalian.
Aku ingin menghancurkan kalian.
Aku ingin membunuhmu, ayahku yang telah membuangku.
Bunuh aku jika kalian memang tak pernah menginginkan aku.
Betrand, kenapa kau lakukan ini padaku? Apa salahku? Ibumu menghancurkan aku. Istri dan putramu tak menganggap diriku. Lalu kenapa sosokmu yang menjadi sandaranku juga ikut menusukku?
Betrand, apakah kau tahu?
Kalau cinta pertama anak perempuan itu adalah ayahnya. Tapi ayahku, adalah orang pertama yang menghancurkan aku.
Bukankah ini pilu? Cinta pertamaku merobek perasaanku.
Seandainya ada kesempatan kedua, akankah Tuhan sudi mendengar permintaanku?
Aku tak ingin terlahir lagi dalam keluargamu. Aku tak ingin lagi merasakan rasa sakit itu. Aku tak ingin lagi mengenal dirimu.
Ayahku yang sudah membuangku.
Seluruh pikiranku membencimu tapi hati ini mengharap rindu.
Darah ini menyakitkan karena aku menyayangimu.
Semoga kau tak pernah melupakan diriku.
ELDREY BRENDANIA DEMPSTER.
Lorong rumah sakit dibuat gempar. Isak tangis berhias gumaman menjadi titik perhatian sekitar. Nama yang digaungkan telah memberi jawaban.
Kalau sosok itulah penyebab kekacauan.
Eldrey.
Maaf bergulir di belakang namanya, dari sela-sela bibir bergetar pria tak berdaya. Jatuh terduduk di dekat pilar besar, dan menjadi tontonan dalam keheningan orang-orang yang terdiam.
Bahkan jika Evan ataupun Roma mencoba menenangkan, nyatanya sendu seorang Betrand tak dapat disembuhkan.
Karena bagaimanapun mereka tahu, kalau dirinya merupakan luka terbesar untuk seseorang yang berjuang dalam mempertahankan kehidupan.
Tak peduli seberapa keras Betrand memukul dadanya demi kebaikan, nyatanya sakit itu memang tak dapat dilukiskan.
Nyanyian masa lalu merambat ke pikiran. Berbentuk kepingan memori yang disatukan dan akhirnya memperlihatkan seseorang di tepian.
Eldrey Brendania Dempster kecil yang terabaikan.
Dan dalam sebuah ruangan kepanikan melanda. Bisikan detak jantung yang menghilang tiba-tiba memaksa satu di antara dokter-dokter di sana bergerak cepat.
Memainkan alat kejutnya agar hentakan kehidupan tak meninggalkan pasien dalam kematian.
Percobaan bunuh diri.
Tak diragukan lagi, itulah yang telah dilakukan Eldrey. Dalam balutan setelan formal serba hitam, terdapat banyak luka fatal di permukaan tubuhnya.
__ADS_1
Tindakan operasi memang harus dilakukan demi menyelamatkan dirinya. Tak hanya kehilangan terlalu banyak darah, syok serta trauma yang diterima akibat luka tusukan pisau sungguh menghancurkan dirinya.
Sungguh dirinya begitu tidak berbasa basi dalam mencoba mengakhiri hidup. Beberapa organ vital yang menjadi korban pun mulai memberikan jawaban terakhir, setelah usaha panjang para dokter dalam menyelamatkan pemiliknya.
Dan di detik-detik penentuan, bunyi dari engsel pintu yang dibuka terdengar. Menyentak para penunggu di luar sana. Beragam ekspresi terhias pada setiap pasang mata.
Dan dua sosok yang salah satunya tampak menyedihkan mulai menunjukkan ketidaksabaran. Mengabaikan tetesan air mata yang tercerai berai, Betrand pun mencengkeram kerah baju sang dokter yang berada tepat di hadapannya.
“Bagaimana keadaannya?!” Keterkejutan menghantam orang itu. “Kenapa diam saja?! Jawab! Bagaimana keadaan putriku?!”
“P-putri anda–”
*****
Untukmu yang selalu mengganggu diriku.
Entah sejak kapan kita dekat. Pertemuan pertama itu, tak begitu berkesan.
Anak tampan, adik temanku, laki-laki aneh yang terlibat denganku.
Sosok yang menyelamatkan aku hari itu. Laki-laki asing yang melihat sisi gelapku.
Sejak kapan semuanya dimulai?
Aku tak ingat, tapi kita dekat.
Aku tidak menyukaimu, tapi kau berhasil mengganggu pikiranku.
Kau tahu siapa aku. Masa laluku, kehidupan kelamku, dan kau tahu siapa aku. Kau berhasil mengusik ketenanganku.
Kevin, kenapa harus kau yang di sana?
Saat itu, saat aku menghilang dari keluargaku.
Kenapa kau selalu yang pertama? Berhasil menemukan aku.
Kenapa kau harus menyatakan cinta? Aku tak menyukaimu, tapi sudut hatiku mengingat namamu. Dan mungkin harus kuakui kalau aku takut padamu.
Kau orang pertama yang mampu meruntuhkan ketenanganku.
Aku menghilang, kau datang. Candaan kehidupan memang sangat mengerikan. Sosok berbeda, namun mata itu masih sama.
Masih sama seperti bertahun-tahun yang lalu.
Dan lagi-lagi kau mengatakan itu.
Seolah hanya aku wanita di depan matamu. Dan akhirnya aku tersadar, aku juga ingin seperti dirimu. Jatuh cinta, merasa bahagia, tertawa bersama dengan seseorang di sisiku.
Kevin, andai kau tahu. Aku sangat membencimu, aku membencimu karena selalu ada di waktu menyedihkan itu. Dan sayangnya sudut hatiku juga ingin bersamamu. Apakah aku diizinkan? Untuk menggapai tempat itu. Aku ingin bahagia, seperti perempuan pada umumnya.
Aku juga ingin merasakan cinta, yang tak pernah kurasakan sebelumnya.
Jika kesempatan kedua itu memang ada, kuharap perasaanmu masih sama.
Semoga di saat itu aku berhasil menggenggam tanganmu.
Aku lelah, semua sia-sia. Aku tak ingin lagi di dunia. Luka di lengan kiri sudah tak ada artinya, sakit yang tersisa tak mampu mengenyahkan lubang di sana.
Ruang kosong di hatiku yang sudah terbakar oleh mereka.
Dan maafkan aku karena sudah menyakitimu.
Forget me not untuk kau dan aku.
__ADS_1
Jaga dirimu, sosok yang mengusik hidupku.