FORGIVE ME

FORGIVE ME
Dunia kerja bagi pemula


__ADS_3

Rasanya menyakitkan. Tak menyangka jika semua akan menjadi seperti ini. Sang Ayah benar-benar mengusirnya dari rumah yang menjadi saksi.


Namun, tak ada pilihan kembali. Yang bisa dilakukan Betrand hanya menuruti. Dan ia pun bangkit dari posisinya. Menelan sakit di pipi dan menatap kedua orang tuanya penuh arti.


“Maafkan aku,” hanya itu lirihan kata yang terukir di bibir sebelum dirinya benar-benar pergi.


Di depan pintu keluar utama yang terbuka lebar, hamparan pemandangan halaman Gates sudah menanti untuk menemani kepergian sang Tuan Muda.


“Sekali lagi, aku hanya akan bertanya sekali lagi. Apa kau benar-benar takkan meninggalkan perempuan itu? Apa kau benar-benar akan melepaskan Gates demi sampah busuk itu?!”


Entahlah. Setiap cacian yang dilabelkan pada Anna keluar dari mulut ibunya, hati Betrand bagai disayat dengan kejam.


Mungkin ia memang durhaka. Bodoh karena mengabaikan perintah orang tua demi gadis yang bahkan belum menjadi istrinya.


Tapi, cinta memang buta.


Dan permasalahan sebenarnya, bukan sekadar kasih sayang saja. Gates, layaknya penjara. Garis kehormatan dan status bak dewa seolah sudah ditulis dalam setiap aliran darahnya.


Harus selalu sempurna di mata semua, jangan mencoreng nama keluarga, masa muda dihabiskan dengan menjadi boneka, sepertinya sudah mendarah daging dalam keluarga itu tanpa iba.


Dan Betrand yang cuma manusia biasa, tak sanggup akan aturan ketat di sekeliling tubuhnya. Dipaksa menghapuskan masa di mana dia harusnya menikmati hidup sebagai remaja, namun itu hancur akibat tuntutan keluarga.


Belajar, memoles diri sehingga menjadi karakter yang jauh lebih baik dari siapa pun juga.


Dan itulah yang dilakukan keluarga Gates selama turun temurun tanpa cela. Seolah-olah, hanya mereka yang mulia, sehingga para orang miskin harus mendongakkan kepala menatap dirinya.


Sungguh Betrand tak sanggup lagi menjalani itu semua.


“Maafkan aku.”


Sayangnya, dirinya tak bisa jujur untuk menyuarakan itu. Kalau kehidupan dalam keluarga Gates, adalah racun untuk dirinya.


Pernyataan maaf dari bibirnya, akhirnya meluruhkan air mata sang ibu tanpa jeda.


Berserakan.


Terisak bercampur geram. Dan amarah pun menjadi dominan di dalam sana.


“Kalau begitu mulai hari ini, jangan anggap aku sebagai ibumu lagi! Dan kau harus ganti semua biaya yang sudah aku keluarkan untuk membesarkanmu! Anak tak tahu diri yang sudah melukai perasaanku! Sekarang pergi! Dan jangan harap bahwa kau bisa menyandang status sebagai putra dari Gates lagi!”


Begitulah cerca dari Nyonya Camila. Betrand merasa iba, ingin memeluk sang ibu tersayang. Namun wanita itu sudah berlalu pergi. Dan ayahnya menutup pintu agar tak terbuka lagi. Sebagai tanda kalau putra kedua mereka, benar-benar telah diusir sepenuhnya.


Akhirnya setelah kelulusan, Betrand pun menikahi Raelianna. Penuh perjuangan dan merasa bersalah bagai selimut dalam hubungan mereka. Tapi laki-laki Dempster tak bisa berbalik lagi.

__ADS_1


Dia sudah memilih dan harus terus menjalani.


Sang kakak menjadi saksi, sekaligus alarm untuk beban di diri. Sebagai tanda kalau Betrand masih punya hutang besar yang harus dibayarkan pada keluarga Gates.


Biaya yang sudah dikorbankan keluarganya sehingga sosoknya bisa tumbuh sampai seperti ini. Dan ganti rugi, karena dirinya telah melepaskan posisi dari keluarga Gates.


Mengingat mereka, memang butuh Betrand sebagai salah satu kunci garis keturunan selanjutnya.


Tapi laki-laki itu tak punya apa-apa sekarang, dan terpaksa menempuh semua pekerjaan di depan matanya. Bermodal ijazah luar biasa, namun dunia menolaknya karena tak punya pengalaman kerja.


Sungguh kejam industri bisnis ini.


Padahal ia punya latar pendidikan tinggi, otak mumpuni, atau nama keluarga yang masih tertera di diri bahkan statusnya tak berlaku lagi, tapi koneksi masih menjadi Raja dalam dunia kerja.


Dan dirinya pun mulai frustrasi.


“Kenapa? Padahal kau masih muda. Gagal itu hal yang sangat wajar. Selama kau terus berusaha, kau pasti akan mendapatkan bayaran yang setimpal nantinya.”


Sungguh bijak untaian kata dari seorang pria yang duduk di kursi sebelahnya.


Kenalan asing di bar, memang cukup membantu untuk menghibur sosok tertekan Betrand saat ini.


“Tapi sampai kapan? Aku tak butuh istilah nanti. Yang aku pikirkan hanya keadaan saat ini.”


“Kerja apa?” telinga Betrand seolah nyaring mendengar ajakannya.


Dan pria itu pun mendekatkan wajah ke arah telinga putra Gates yang masih penasaran.


“Menjual barang terlarang.” Terkesiap, tentu saja. Seolah perkataan barusan berhasil menendang kesadaran Betrand. Dia pun menatap tak percaya pada sosok yang bersuara di sebelahnya.


“Barang terlarang? Obat-obatan semacam—”


“Ya memang itu. Dan tentu saja organ manusia sebagai tambahannya,” potongnya.


“Anda gila?! Bagaimana bisa anda mengajakku melakukan bisnis yang berurusan dengan nyawa?!”


“Memang apa salahnya?”


“Itu melanggar aturan dan hukum!”


Dan tawa remeh pun terpancar untuk menyindir Betrand.


“Hukum? Bisnis itu bergerak di negara yang melegalkannya. Jadi hukum apa yang akan mempermasalahkan? Kau terlalu tegang, Nak. Aku menyarankan itu, karena kau terlihat sangat frustrasi akan pekerjaan.”

__ADS_1


Betrand pun terdiam. Berpikir sejenak akan apa yang diucapkan pria di sampingnya.


Jujur hatinya perlahan tertarik. Namun ia masih memikirkan nasib kedua orang tua serta istrinya. Kalau seandainya suatu saat nanti dirinya ketahuan, bukankah dampaknya akan menghantam kehidupan di sekelilingnya?


Betrand tak ingin mempermalukan keluarganya karena itu.


Tapi, tuntutan sang ibu yang terus meminta biaya ganti rugi, membuat Betrand tak punya pilihan. Dia pun menghubungi pria itu untuk meminta pekerjaan.


Bepergian keluar negeri dan memulai transaksi. Terjun ke dunia gelap dalam perdagangan organ, senjata, obat-obatan dan juga wanita.


Tentu saja Anna ditinggal bersama kedua mertuanya. Dalam keadaan sedang hamil anak pertama mereka.


Dan tak butuh waktu lama bagi Betrand menuai sukses dalam bekerja. Ia diakui, disanjung bahkan dihormati.


Orang-orang dari negara lain yang sempat bertransaksi dengannya, menjadi rekan kerjanya.


Mereka berinvestasi pada bisnis baru yang mulai dirintis Betrand. Saling percaya sampai akhirnya sukses dan memperoleh nama.


Di tahun-tahun keemasan itu, anak keduanya sudah tumbuh.


Perusahaan gagah dan kokoh telah berdiri atas nama Betrand. Memiliki wakil kepercayaan, yang ia temui selama menempuh hidup di luar negeri.


Dan beberapa pekerja yang melayani dirinya dan istri di rumah, merupakan sosok buangan dalam keluarga Gates.


Bibi pembantu, ataupun Rondolf. Mereka sering diperlakukan tak manusiawi di dalam kediaman orang tuanya.


Sehingga Betrand pun mengajak dan menyambut mereka untuk bekerja padanya. Dan sosoknya benar-benar mempercayai keduanya.


Bersamaan dengan Charlie yang sudah terikat dengannya sejak dirinya masih bekerja di luar negeri.


Begitulah alur bisnis Betrand. Dimulai dari kepercayaan, berbagi skill dan saling menempatkan sesuai kemampuan.


Para bawahan begitu menghormatinya, namun di satu sisi keluarga Gates masih saja menekan dirinya. Memberikan semburan aneh akibat sukses yang ia terima.


Semua tak terlepas dari keluarga itu yang sudah membesarkannya menjadi sosok sempurna. Itulah prinsip yang tertanam di dalam hidup mereka.


Kalau Betrand adalah aset berharga yang melepaskan diri karena gadis miskin dan tak berguna.


Sampai akhirnya, sebuah kejadian tak terduga mendatangi sang penyandang nama Dempster tanpa disangka-sangka.


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2