Indigo

Indigo
Chapter 178 | Viral News


__ADS_3

Di dalam perjalanan keluar dari rumah sakit, dada Freya terus saja terasa nyeri, kedua kakinya lemas karena tadi harus mendengar penyampaian kabar buruk dari dokter Ello tentang mengenai kondisi Angga yang terserang Koma bersama kesehatannya nang begitu menurun drastis.


Rani tetap dengan setia menuntun anak gadisnya untuk keluar dari rumah sakit. Sang ibu sangat tahu dan peka bahwa hati anaknya sekarang amat rapuh serta hancur yang mengaduk menjadi satu.


Dan sesampainya di parkiran khusus roda empat, Lucas merogoh kunci mobilnya dan langsung membuka kunci otomatisnya. Saat Rani serta Freya akan memasuki mobil Toyota Avanza putih, sementara pria paruh baya yang usianya sebanding dengan Agra telah duduk di kursi kemudi, wanita paruh baya tersebut diam sejenak.


Freya yang melihat sang ibu diam di belakangnya, tangan kanan miliknya segera saja membuka pintu mobil untuk masuk ke dalam. “Ayah, hari ini Mama duduk di belakang sama Freya, ya?”


Lucas yang mendengar suara istrinya, menoleh ke belakang dengan senyum. “Oh, mau di belakang sama Freya? Yasudah, Ma tidak apa-apa.”


Freya reflek menggeser tempatnya ke samping waktu Rani memasuki mobil bagian belakang serta duduk di sebelahnya, hal itu membuat gadis cantik lugu itu mengerutkan keningnya. “Kok, Mama duduk di belakang? Lagi marahan sama Ayah?”


Marahan bagaimana? Padahal kedua orangtuanya tidak mengalami perdebatan atau pertengkaran yang membuat mereka berdua menjadi cekcok satu sama lain. Sepertinya akibat terlalu memikirkan situasi kondisinya Angga yang dirawat di ruang intensif, membuat otak dalam kepala Freya blank. Dan mestinya gadis itu mendengar suara percakapan orangtuanya tadi sekitar 2 menitan yang lalu.


Rani tersenyum lara kemudian lekas mengelus ujung kepala Freya melalui arah belakang. “Enggak kok, Sayang. Mama dan ayah tidak lagi marahan. Mama duduk di belakang karena ingin menemanimu selama di perjalanan menuju kota Jakarta.”


“Kenapa? Kok, ditemenin? Freya sudah besar, Ma. Freya bukan lagi anak kecil yang apa-apa selalu ditemani seperti ini. Mending Mama duduk di kursi sebelahnya ayah, ya? Freya sendirian di belakang gak apa-apa, kok.”


“Freya, Mama tahu kamu sekarang ini sedang sangat terpuruk karena kondisi parahnya Angga. Mangkanya Mama di sini ingin menemanimu sekaligus menghibur hatimu. Biarin saja ayah yang sendirian di kursi depan, kalau ditemenin mulu nanti makin manja jadi suami.”


Lucas terkekeh geli. “Duh, apaan? Hahaha! Iya, deh terserah Mama saja. Kita berangkat sekarang, ya?”


Putri dan istrinya menganggukkan kepalanya yang mana Rani tersenyum lebar menanggapi Lucas, kecuali Freya yang tak bisa menunjukkan senyum bibir manisnya. Hatinya terlalu pedih untuk mengukirkan senyumannya.


...----------›◎:☬☬☬:◎‹---------...


“Freya? Mama? Mau makan dulu gak, nih? Mumpung mobil kita sudah sampai di jalan raya kota Jakarta. Freya bagaimana? Mau makan di luar, Sayang?”


“Terserah Ayah saja, Freya nurut.”


Lucas tersentak mendengar jawaban cuek dari putri kesayangannya, bahkan pria paruh baya itu sampai menengok di kaca tengah yang terpajang di atas dinding mobil. “Lho? Tumben cuek bener sama Ayah?”


Freya menghela napasnya dengan menundukkan kepalanya bersama wajah murungnya. “Freya sekarang lagi kurang mood bicara, Yah. Jadi maafkan Freya kalau dari jawabannya terkesan cuek.”


Mendapatkan respon kejujurannya sang anaknya, membuat Lucas terdiam seketika. Ya, akibat dari keadaan kronis yang menimpa kekasih milik putrinya membuat Freya menjadi berubah perilaku seperti ini.


Rani menundukkan kepalanya untuk menatap wajah Freya karena mendengar suara isakan tangis lirih dari mulutnya. “Nak? Kok, nangis lagi?”


“Freya takut, Ma. Freya takut ...”


Lucas melirikkan kedua bola matanya pada kaca mobil untuk melihat sosok putri serta istrinya yang duduk di belakang dengan tampang muram. Sedangkan Rani mengusap-usap punggung mungil Freya yang isakan tangisnya semakin terdengar jelas.


“Apakah Angga akan meninggal dengan kondisi yang sudah lemah di dalam Koma itu, Ma? Karena perkataannya dokter Ello saat sudah menyampaikan semua informasi buruk mengenai Angga, seakan-akan hidupnya Angga gak bakal bertahan lama lagi. Hiks, Freya nggak mau kehilangan dia ...”


“Angga cowok yang baik hati, Ma. Meskipun kadang bikin kesal karena suka keras kepala, tetapi kebaikannya tidak terhitung. Dibully dalam bentuk apapun sampai terluka sekalipun, Angga tetap sabar dan mau memaafkan kesalahannya mereka ...”


Freya memejamkan matanya hingga air matanya jatuh menetes di celana panjang putih bagian pahanya. “Selama di hidupnya, Angga selalu saja mendapatkan musibah yang bermacam-macam, bahkan dia gak pernah yang namanya merasakan bahagia. Pernah bahagia tetapi hanya sesaat saja, setelah itu diserang oleh nasib yang menimpanya.”


“Seorang yang seperti Anggara Vincent Kavindra gak pantas mendapatkan perilaku jahat dan gak senonoh itu dari orang yang sangat membencinya. Angga justru lebih pantas untuk disayangi, dijaga, dan dimuliakan. Freya nggak akan rela jika Angga pergi, Angga harus merasakan indahnya bahagia bersama kita semua di dunia seumur hidup ...”


Rani menyeka air matanya yang nyaris jatuh ke pipi lalu menyandarkan punggung lemas Freya sekaligus meletakkan kepalanya di atas bahu kanannya. “Iya, Sayang. Iya ... kita pokoknya Doakan yang terbaik untuk kesadarannya Angga, agar secepatnya dia melewati masa Komanya.”


“Hiks ...” Freya mengangguk lemah.


Lucas yang mendengar rentetan ujaran tangis pilunya Freya, menghela napasnya waktu linang air mata beliau ingin lolos dari pelupuknya. Lucas merasa berhutang budi dan nyawa kepada Angga disebabkan telah memberikan kebahagiaan yang sangat begitu sempurna pada putri semata wayangnya serta sampai rela mengorbankan raganya untuk demi pentingnya keselamatan jiwanya Freya hingga berdampak negatif dengan kondisinya yang memburuk di rumah sakit.


...----------›◎:☬☬☬:◎‹---------...


Setelah tiba di sebuah bangunan restoran bintang 5 yang sangat terkenal di kota Jakarta dan memesan makanan sesuai keinginan, beberapa menit kemudian datanglah seorang waiters pelayan dengan membawa nampan berisi tiga makanan yang mengandung banyak protein di dalamnya beserta tiga minuman segar mengandung vitamin C ialah jus jeruk.


“Terimakasih ya, Mas.”


Senyuman ramah dan rasa ucapan terimakasih dari Lucas, ditanggap oleh sang pelayan restoran dengan anggukan kepala begitupun senyum hangatnya. “Sama-sama, Pak.”


Waiters yang telah mengantarkan makanan dan minuman nang Lucas pesan tadi melalui buku menu, kini balik badan meninggalkannya untuk menjalankan tugasnya sebagai pelayan di bangunan restoran megah ini.


“Nak, sepertinya chicken katsu-nya lezat banget, deh. Dari aromanya saja menggugah nafsu makan,” ucap Rani seraya meletakkan piring berbahan kaca di atas meja tepat dihadapannya Freya.


“Em,” respon Freya sekedar berdeham saja seraya menganggukkan kepalanya pelan.


“Pasti kamu sudah jarang makan ayam yang sudah Ayah pesan ini. Di makan ya, Sayang? Hilangkan pikiranmu sejenak yang mengenai diri Angga. Oke? Kamu di sini juga harus butuh asupan gizi agar tidak mudah sakit. Yuk, di makan dulu.”


“Iya, Ayah ...”


Lucas tersenyum lembut pada jawaban Freya yang menuruti keinginannya. Kini sekarang putrinya mengulurkan tangannya untuk mengambil dua alat makan dan bersiap mengisi perutnya yang kosong, begitupun dengan Lucas serta Rani nang mendampingi Freya yang wajahnya masih terlihat murung. Bahkan bekas air matanya nampak jelas walau sudah ia bersihkan pakai tisu dalam mobil.


“Goblok! Emang keturunan anaknya iblis, parah! Gue yang lihat berita di HP rasanya pengen gue bejek-bejek itu mukanya mereka berdua yang main kasus kriminal ke fisiknya dua korban yang mereka aniaya! Gak punya hati, emang ya?!”


“Sabar-sabar, Bro. Sabar ...” tutur sang pemuda seraya mengusap punggung temannya yang tersulut emosi.


"Wajah-wajah mereka ini emang udah gak asing lagi di penglihatan gue! Mereka, kan dulu terjebak di kasus pemakaian narkoba. Bahkan mereka sempat menjadi incaran buronan polisi yang ada di kota Bogor!”


“Nama depannya tuh antara Gerald sama Emlano gak, sih? Gue soalnya sudah agak lupa sama tragedi insiden yang tersebar di berita-berita TV dan sosial media. Meskipun kejadian itu baru empat hari.”


“Iya!”


Freya yang mendengar percakapan antara dua lelaki itu sampai membelalakkan kedua matanya tanpa menoleh ke arah mereka yang sibuk membicarakan tentang berita kelam nang tersiar sejak 4 hari lalu.


‘Gerald dan Emlano?! Apa mereka- enggak-enggak! Kamu jangan salah ambil kesimpulan yang belum tentu pasti, Frey. Bisa saja sama nama tapi beda orang, mana mungkin hal kejadian yang menimpa Angga dan Reyhan sampai masuk berita.’


“Kenapa, Sayang? Kok wajahmu kaget begitu? Rasanya tidak enak?” tanya Rani.


Freya tersentak kemudian menoleh ke arah sang ibu lalu menggelengkan kepalanya pelan. “Rasanya tetap enak kok, Ma.”


Tetapi karena rasa penasaran Freya menanjak tinggi, gadis itu memutuskan menajamkan telinganya untuk mendengarkan segala rentetan gosip yang keluar dari mulut para anak remaja tersebut nang posisi duduknya berada di samping kanannya dengan beda jarak.


“Meskipun gue bukan apa-apanya dari dua korban itu, tetapi gue merasa prihatin yang telah menimpa mereka sampai kondisinya mengakibatkan fatal bahkan nyaris menjadi taruhan nyawa. Mereka, tuh dari pancaran aura wajahnya keliatan baik, lho. Mana ganteng-ganteng, lagi. Satunya persis kayak Barat, satunya lagi layak seperti cowok aktor negara Korea-Jepang atau China gitu,” ujar panjang lebar seorang gadis yang berambut hitam kuncir satu.


Perempuan yang memiliki rambut panjang dengan gaya oval, nampak pause video berita yang ada di handphone-nya lalu menunjukkan kepada ketiga temannya yang satu sekolah bersamanya.


“Kalian bisa lihat ada dua korban yang ada di dalam foto ini, kan? Yang cowok foto pertama indentitas namanya Reyhan Lintang Ellvano, dan yang cowok foto kedua identitas namanya Anggara Vincent Kavindra. Cakep-cakep, ye?! Udah punya pacar belum, yak? Kalau belum, kan bisa gue gebet dua-duanya. Biar auto kayak di novel-novel fiksi yang gue baca, kyaaaaa!”


Gadis yang berambut hitam itu menatap sinis sang teman yang kumatnya telah menggila. “Jadi cewek, kok rakus amat? Jangan, woi tolong! Mereka berdua tuh ganteng-ganteng mukanya, wajahnya juga perfect non burik. Pasti ya sudah memiliki pasangan kekasih masing-masing. Lu kalau halu jangan tinggi-tinggi, entar kalau anjlok ke bawah sakitnya tak terbatas!”


“Ih, Selva! Tapi mereka terlalu tampan! Beda dari Adit sama Galih, mukanya buruk rupa kayak monster!” ejeknya.


“Wah! Ini cewek udah pinter main pandang fisik anak orang, ya?! Gak gue bayarin ongkos taksi lagi, mampus lu!” ancam teman lelakinya usai meminum kopi susu pesanannya yang telah diantarkan oleh barista.


“Tahu, tuh! Jadi temen cewek, kok otaknya body shaming banget. Hati gue kacau bagaikan meletusnya balon hijau gara-gara hinaan caci maki elo!”

__ADS_1


“Idih, lebay amat sih lo, Dim?! Hati cowok kalau kacau, tuh gampang diperbaikinya kayak masang tempered glass HP!”


Mata Dimas melotot tajam. “Lola! Lo pikir hati gue terbuat dari apaan?! Mainan bongkar pasang? Puzzle?! Kampret, lu!”


Gadis ber-kuncir satu itu yang bernama Selva, tertawa kencang melihat perdebatan antara kedua temannya. “Hahahaha! Dasar Lola permen Lolipop!”


Mata manik indah Freya terpaku saat menatap antara foto ijazahnya Angga dan Reyhan yang terlihat jelas di dalam layar ponsel punyanya gadis berambut pirang dengan model gaya oval. Ia tidak salah ambil kesimpulannya, kan? Wajah-wajah kedua lelaki tampan tersebut sangat mirip seperti orang terdekatnya, bahkan mereka yang mengenakan seragam almamater internasional sudah diyakinkan keduanya adalah siswa dari sekolah SMA Galaxy Admara.


‘Setelah mengalami tragedi yang fatal itu ... Angga sama Reyhan masuk ke semua berita mulai dari TV dan sosial media internet? Kok bisa-bisanya aku tidak mengetahuinya, ya?’


Freya perlahan mengarahkan kepalanya ke depan untuk menatap ayahnya. “Angga dan Reyhan sudah masuk berita dimanapun? Freya bahkan gak tahu tentang itu ...”


Tapi keadaan kondisinya mereka berdua sudah baik-baik saja belum, ya? Gue penasaran banget. Karena mereka tuh mengalami insiden yang berbeda. Yang cowok satu dikasih obat racun zat Kimia dari suntikannya, terus cowok dua bagian badannya ditusuk-tusuk sama pisau dengan pelaku sekaligus menggebuk kepalanya pakai tongkat besi sampai berdarah-darah gitu. Astaghfirullah, sadisnya pelaku yang berinisial E dan G itu...


Polisi sempat pergi ke rumah sakit Medistra Kusuma kota Bogor kan, ya? Beliau di sana ingin memverifikasi keadaan kondisi para korban yang dianiaya itu. Ya ... setelah mengetahui kabar dari dokter yang masing-masing menangani mereka dan kedua orangtuanya-


Reyhan yang korban pertama mengalami kondisi yang sangat Kritis di ruang ICU, sedangkan Anggara yang korban kedua terserang Koma di ruang ICU juga. Parah banget, kan? Di usia mereka yang masih muda seperti kita harus sanggup melawan maut untuk mengembalikan kesadarannya semula


Yang penting, nih ye. Itu dua pelaku sudah dimasukkan ke dalam penjara kantor polisi tempat dimana mereka pernah dikurung di bangunan itu. Semoga saja itu muka babi mendapatkan ganjaran berat karena telah melakukan aksi tindakan kriminal pada orang yang tidak bersalah


Freya terus menutup kedua telinganya agar suara mereka berempat tidak terdengar di pendengaran miliknya. Mengingat kejadian tragedi silam tersebut mampu membuat gadis cantik itu trauma walaupun ia bukanlah korban aniaya yang diperbuat antara mantannya serta lelaki Indigo aura negatif tersebut.


“Sayang, HP-mu dimana?” tanya Rani yang celetuk menyentuh bahu kecil Freya.


Freya melepaskan kedua telapak tangannya yang menutupi lubang pendengaran telinganya lalu mendongak untuk menatap sang ibu. “Ada di mobil, Ma. Freya lupa membawanya ke restoran ...”


Rani menghela napasnya dengan tersenyum lembut. “Yasudah kalau begitu. Freya lanjut habiskan makanannya, ya? Keburu dingin nanti malah jadi kurang enak.”


“Iya, Mama ...”


Freya menghembuskan napasnya untuk tak memedulikan perbincangan dari keempat remaja yang ada di sana. Gadis itu kemudian menusuk salah satu dari beberapa potongan chicken katsu-nya pakai garpu lalu memasukkannya pelan ke dalam mulutnya.


“Nih, daripada gosip obrolan mereka membuat kamu menjadi sakit hati dan trauma akan kejadian empat hari kausa, Freya dengarkan lagu saja, ya?” ungkap Rani seraya memasang headset punya beliau di sepasang telinga anak gadis cantiknya.


“Benar, kamu tidak perlu mendengarkan mereka yang menceritakan tentang berita yang sedang viral itu,” timpal Lucas.


Mata Freya membulat sempurna. “V-viral?!”


Kedua orangtuanya mengangguk lara dengan menatap wajah Freya yang amat terperangah. Ia bahkan tidak tahu bahwa insiden yang mengundang malapetaka ini menjadi sebuah berita yang viral. Mungkin tidak hanya mereka berempat saja yang mengetahui, tetapi pula satu sekolah SMA Galaxy Admara dan masyarakat lainnya.


...----------›◎:☬☬☬:◎‹---------...


Usai menyelesaikan sarapannya bersama kedua orangtuanya dan pergi melaju menuju ke komplek Permata, kini sekarang Freya melemparkan tubuhnya di atas ranjang kasur empuknya yang dibaluti oleh seprai berwarna pink bubble gum.


Hari ini sungguh melelahkan. Saking letihnya, Freya malas untuk bergerak turun dari kasur walau sekedar melakukan aktivitas ringannya.


Gadis itu meraih ponsel Android Oppo-nya untuk membaca semua isi pesan Grup teman kelasnya yang belum sempat ia buka. Banyak sekali rentetan chatting dari beberapa temannya, kecuali sahabatnya yang hanya menyimak tanpa ada niatan untuk membalasnya.


“Banyak banget ...”


...----------------...


...THE MOST EXCITING GROUP CLASS XI IPA 2...


P :)


P :)


P :)


P :)


P :)


[Jevran Luji]


Woi!! Jangan spam chat di grup ini, napa?! Aku lagi fokus mandiin Makabe kucing my kesayangan!


[Andra Saputra]


Ha.... Buahahahaha!!! Emang agak sinting ini anak


[Jevran Luji]


Paan, sih lo?! Gak jelas banget dah!


[Aji Valentino]


Heh! Mandiin kucing, sih mandiin kucing. Tapi ya jangan di sambil ngechat, lah! Entar tuh HP kecemplung ember gara" disenggol Makabe, baru tau mampus lo berakhir nangis kejer!


[Jevran Luji]


Sialan, lo! Orang udah selesai! Ini sekarang tinggal tugasnya Adrian mengeringkan tubuh bulu majikan gue


[Ryan Gandawasa]


Lah? Kok iso babu, to? Opo ora kuwalik? Kudune, kan sing diceluk majikan kowe. Dudu kucingmu


[Jevran Luji]


Please, Yan! Jangan pake bahasa daerah kota lo. Gue lagi ogah mikir. Mana Stress, lagi gue!


[Raka Samudra]


Wakakakakak! Lu, kan emang kebanyakan Stress! Heran, penyakit Stress kok mau banget dipelihara? Eh, Yan.. Mending lo jermahin aja deh itu bahasa lo ke Indonesia. Gue males keluar WA buat masuk ke google penerjemahan


[Ryan Gandawasa]


Eh sorry" Oke gue bakal menerjemahkannya. 'Lah? Kok bisa babu, toh? Apa tidak terbalik? Harusnya, kan yang dipanggil majikan kamu. Bukan kucingmu' Gimana? Udah paham, belom?


[Jevran Luji]


Oalah itu, toh? Emang betul, kan. Kucing itu adalah majikan kita sedangkan babu itu baru kita, karena kita yang mengurusi hidupnya si meong mulai dari ngasih makan-minum, memandikan, bersihin pup juga lain lainnya


[Aji Valentino]


Anjay! Ternyata lo juga pengabdi kucing kayak Reyhan, Cog! Meski tetangga lo kagak punya meong, tetapi dia tau segala banyak hal tentang kucing


[Rangga Gavindra]

__ADS_1


Sa ae lu, Ji hahahaha! Kalau soal ngomong" pengabdi, gue malah keinget film horor yang judulnya 'Pengabdi Setan' yang sering gue tonton waktu sama kakak cewek gue di rumah


[Aji Valentino]


Eh! Ada si kembarannya Anggara! Apa kabar lo, Bro?! Lama kita tak berjumpa


[Rangga Gavindra]


Mata lo kembarannya Anggara! Gue sama Angga perbandingannya sangat jauh, sekitar 10:15


[Andra Saputra]


Ada yang merendah darah, nih


[Jevran Luji]


Merendah diri, Kupret Tolol!


[Joshua Willyam]


By the way ngomong" soal Anggara... Ada yang tahu sekarang kondisinya seperti apa? Reyhan juga? Karena gue sudah melihat berita di televisi rumah jika mereka berdua mengalami aniaya yang membuat keadaan kedua teman kita terluka dengan sangat fatal


[Jovata Felcia]


Kondisi mereka masih buruk. Pertama, kondisi Reyhan masih Kritis dan kedua, kondisi Angga masih tetap Koma di ruang ICU. Gue juga sudah tahu kalian mesti telah mengetahui kejadian pada 4 hari silam


^^^Tentang kondisi Komanya Angga... Waktu aku ingin pulang dari rumah sakit Medistra Kusuma dan kota Bogor, Angga sempat kehilangan detak jantungnya^^^


[Jovata Felcia]


Berhenti lagi??!!


^^^Iya, Va...^^^


[Joshua Willyam]


Astaghfirullahaladzim! Lalu terus, dokter ada menyampaikan sesuatu nggak pada kamu dan kedua orangtuanya Angga?! Sumpah, aku gak nyangka banget keadaan kekasihmu malah tambah justru parah seperti itu


[Jovata Felcia]


Iya, Frey! Cepetan kasih tahu kami terutama aku! Aku sebagai sahabat SMP-nya Angga harus tahu semua kondisi buruknya!


^^^Em... Seingatku, dokter bilang akan terus memberi pemeriksaan pada Angga setiap datangnya 30 menit, karena detak jantungnya Angga sewaktu-waktu bisa kembali berhenti. Ya, itu yang aku dengar dari suaranya beliau. Tetapi kalian kalau lebih ingin jelas dan detailnya, tanya saja tante Andrana sama om Agra^^^


[Aji Valentino]


Anjir! Bajingan banget si Gerald!!! Bisa" nya dia buat Angga makin teruk kayak gitu! Gue kagak terima apa yang udah itu cowok perbuat sama temen frozen gue!


[Andra Saputra]


Masih sempet" nya lu nyebut Angga dengan frozen? Eh, tapi Gerald sama Emlano kan sudah di dalam jeruji besi di kantor polisi. Jadi agak amanlah


[Jevran Luji]


Iya, emang mereka berdua sekarang posisinya berada di dalam penjara untuk menikmati hukuman ganjaran beratnya karena udah ngelakuin aksi kriminal itu. Tapi semoga saja mereka gak bisa kabur dari sana untuk kesekian kalinya


[Lala Evryda]


Aamiin... Soalnya mereka berdua buronan incaran para polisi. Di berita juga disiarkan kalau Gerald dan Emlano tuh pernah terlibat kasus pemakaian narkoba. Gilak gak, tuh?!


[Serena Claretta]


Gue, sih berharapnya Emlano segera resmi dikeluarkan dari SEKOLAH KITA!!!


@Serena Claretta sabar, Ren! Sabar. Jangan emosi kayak gitu, gue juga gregetan abis sama mereka. Gue paling enggak terima kalau temen" gue dilukai parah sampe masuk ruang ICU


[Jevran Luji]


Cih, mereka berdua itu adalah manusia bodoh! Menculik Angga dan Reyhan ke dalam markas yang terdapat CCTV di sudut ruangan. Auto kena kasus, kan akhirnya. Modar!!!


[Ryan Gandawasa]


Hahahahaha! Bener, Vran! Dan sekarang berita tentang kasus kriminal mereka menganiaya Reyhan dan Angga menjadi famous ke seluruh negara. Biar mampus dihujat sama netizen sosmed atau orang" di masyarakat lingkungan!


[Aji Valentino]


Tetapi apa gak kasihan sama Angga dan Reyhan besok kalau mereka telah sadar? Berita itu justru sudah viral semenjak beberapa hari yang lalu. Dan orang" masyarakat di lingkungan kota Jakarta pasti bakal banyak mengenali mereka berdua. Gue malah mirisnya kalau Reyhan sama Angga sampe kayak didatengin wartawan karena diinterogasi banyak pertanyaan mengenai kondisi kini mereka


[Serena Claretta]


Ih! Ada benernya juga kamu, Ji! Soalnya pas aku iseng buka Instagram, berita video itu udah tersebar kemana mana. Gak hanya IG doang, ada yang YouTube, Facebook, Twitter, TikTok dan banyak lagi yang termasuk aplikasi sosmed! Bahkan karena diperlihatkan foto ijazahnya Angga dan Reyhan beserta identitas nama lengkap aslinya, banyak netizen" cewek naksir karena mukanya handsome


[Lala Evryda]


Gue bahagia banget sumpah si Gerald ama Emlano kena hujat hujatan pedes dari banyaknya netizen komentar di aplikasi TikTok gue. Kalau Angga dan Reyhan malah sebaliknya dari nasib mereka berdua, itu dua cowok disanjung sanjung. Apalagi mereka baik banget mau Doain temen" kita atas tragedi peristiwa aniaya yang menimpanya


^^^Iya... Guys, kalau begitu aku off dulu, ya? Aku baru saja pulang dari rumah sakit. Jadi aku mau istirahat total, lagipula memikirkan berita yang telah viral itu membikin kepalaku pusing^^^


[Jovata Felcia]


Gue juga ikutan off. Sebenernya gue udah males banget buka WA, tapi demi kalian gue lakuin. And sorry, ya? Gue juga mau istirahat. Mikirin hal itu malah bikin gue makin Stress ngerasain keadaan dua sahabat cowok gue yang kondisinya masih belum ada perkembangan


Yaaaaahh... Gitu, ya? Yaudah deh gakpapa. Kalian berdua istirahat saja, dinginkan kepala kalian dan lupakan sebentar tentang keadaannya Reyhan sama Angga, supaya kalian bisa istirahat dengan tenang


[Lala Evryda]


Istirahat dengan tenang? Emangnya Freya sama Jova udah mati?! Gilak lu, Zar!


Bego! Gak gitu juga konsepnya, jembatan Shiratal Mustaqim!


[Jovata Felcia]


Haha... Kalian bisa ae, and thanks semua perhatiannya kalian terhadap Reyhan dan Angga, yaaa? Kalian memang kawan terbaik!


^^^Aku juga ingin berterimakasih pada kalian semua, karena telah sudi mendoakan kesembuhannya Angga dan Reyhan yang masih harus dipantau di ruangan rawat intensif rumah sakit Medistra Kusuma. You all are the best!^^^


...----------------...


Freya menghembuskan napasnya lirih lalu lekas memencet tombol kecil untuk mematikan layar ponselnya. Gadis itu kemudian memilih tetap rebahan di atas kasur empuknya dengan berupaya mendinginkan kepala serta menenangkan hatinya yang resah mengenai kondisi Kritis sahabat lelakinya terutama kondisi Koma parahnya sang kekasih.

__ADS_1


Freya masih tidak menyangka, tragedi pembawa malapetaka itu menjadi suatu berita yang heboh dan viral. Tentu saja heboh serta penuh gosip, dikarenakan seluruh siswa-siswi dari SMA Galaxy Admara yang masih menikmati masa liburnya akan cepat singkat mengetahui seperti apa keadaan antara kedua pemuda tampan tersebut melalui berita TV maupun berita internet yang telah banyak disebar oleh sang presenter.


INDIGO To Be Continued ›››


__ADS_2