Indigo

Indigo
Menghampiri


__ADS_3

"Maaf ada tamu tak di undang, mungkin sebentar lagi datang,saya harap bila Sandra teriak berdoa semua berdoa " ucap Rafi berjalan kedalam ruang tamu.dimana Febian mama dan papa nya masih menangis memeluk Febian.


"Duh terharu aku melihat keluarga ini, kelak aku punya anak, ku pasang CCtV tersembunyi untuk ke amanan anak ku " batin Rafi melihat mama Febian masih menangis dan memeluk anak kesayangan nya...Juan pun demikian.


"Siapa yang datang Rafi ? tanya papa..


"Tante menor Pap " jawaban Rafi membuat ketiga orang yang sedang melepaskan rindu nya menatap Rafi tak percaya...


"Apa benar ? tanya Juan berjalan keluar rumah...Rafi mengejar dan memegang tangan Juan...


"Maaf....untuk masalah ini kita tidak bisa mengunakan otot kita, tapi otak " ucap Rafi memandang Sandra yang berdiri melihat keluar .


"Aku sangat marah. kamu bayangkan jika kamu akan seperti saya " bentak Juan.


"Saya mengerti tapi yang kita hadapi ini bukan orang biasa, ia sudah memakai pelet.dan anda bisa kena, jika kita tidak memakai.otak dan berdoa "jawab Rafi...


"Kalau aku jadi kamu, aku akan memasang CCtV tersembunyi untuk melindungi keluarga ku, tidak dengan modal kepercayaan saja " ucap Rafi dalam hati.


"Ayolah....jangan kamu lepas kan dengan sia-sia perjuangan istri ku dalam membela anak mu "ucap Rafi mulai tak sabar


"Pap, sudahlah kita turuti perintah keluarga ini " ucap Mama Febian sambil menarik lembut sang suami.

__ADS_1


Dengan wajah yang memerah Juan menuruti keinginan sang istri.


****


"Ia sudah datang, mungkin 5 menit lagi...mulai berdoa, agar ia 5ak dapat memasuki rumah inj, saya mohon " ucap Sandra...


Seisi rumah segera berdoa menurut kepercayaan masih-masih...


"Jangan berhenti berdoa, sebelum saya nyatakan aman ....


"Adik Leo dan Febian masuk ke kamar Leo, bibi dijaga dan tuntun mereka untuk berdoa " perintah Sandra...


"Iya non, ayo Aden Leo dan Febian ikut bibi " ucap bibi mengajak kedua nya memasuki kamar...


"Agar ia tak melihat adegan seram...ia masih kecil belum boleh melihat nya , kasihan " ucap Sandra memberi alasan yang tepat , agar kedua orang tua Febi mau menuruti perintah Sandra.


"Iya mama, Febian tidak apa-apa kok " ucap nya...


"Cepat bibi bawa mereka, ...tiba-tiba Sandra berteriak...


Dengan cepat bibi menarik kedua anak itu dan membawa nya kekamar Leo yang sudah Sandra beri pagar..

__ADS_1


****


"Mba Wandah...keluar aku tahu kamu didalam "teriak sang adik marah-marah...


Wandah berjalan hendak keluar...


"Jangan kak, dia sudah tahu jika rumah ini sudah diberi pagar , ia takut masuk kedalam , aku harap kakak berdua menuruti rencana saya " ucap Sandra memohon...


"Sekarang aku minta tetap dengan posisi berdoa semua...perintah Sandra sekali lagi ...


Terlihat oleh Sandra adik Wandah ini mulai gelisah mendengar doa-doa yang dipanjatkan...


"Huuuff...kenapa panas begini "Batin nya sambil mengaruk-garuk leher,pipi dan tangan nya...


Mba Wanta ,kak Juan...keluar kalian.


"Jangan teriak-teriak dirumah orang, punya sopan santun ga ? tanya Sandra dengan berani nya keluar...


"Sayang hati-hati "ucap Rafi menyusul sang istri, ia tak ingin istri nya kenapa-kenapa...


"Siapa kamu "adik Wandah menatap tajam Sandra...

__ADS_1


"HM....mata kamu yang penuh dengan pelet , saya tidak takut" ucap Sandra...


__ADS_2