Indigo

Indigo
Febian


__ADS_3

"Apa mama kamu tidak tahu ?tanya Sandra semakin merasa ada yang tidak benar.


"Tidak, mama dan papa selalu sibuk..."ucap Febian menunduk sedih...


"O...kak bawa pulang ya.kasihan die.sampai kita bisa ketemu orang tua nya Febian " tanya Sandra menatap Rafi memohon dengan eye pupy nya...


Kalau sudah begini Rafi hanya bisa meng iya kan saja...


"untuk sementara adik , ikut Kaka mau ?...


"Nanti kita cari mama sama papa kamu ya...


"Benar kak...iya Febi mau "ucap nya terlihat senang.


"Kamu ingat no handpone orang tua mu ?tanya Sandra...


"ingat kak...ucap nya sambil menyebut nomor handpone sang papa..


"Sekarang kamu ikut kakak,istirahat lalu besok nya kakak hubungi orang tua mu ya " ucap Sandra sambil mengelus rambut Febian.


Dengan senang hati Febian menganggukkan kepala..


"Sayang , apa kamu yakin , dengan cara ini ? tanya Rafi merasa was-was .

__ADS_1


"Iya kak...kenapa kakak ko terlihat was-was begitu ???...


"Coba deh kamu konsentrasi , apa betul yang dicerita kan nya ,jangan terburu-buru "melirik ke Sandra ..


Melihat Rafi ragu-ragu, Sandra memegang tangan Febian ...


Betul Febian yang dititipkan kedua orang tua nya ke adik sang mama.selalu dipukul jika Febian melawan...ada saja...harus bersih-bersih rumah, dan lain-lain, bahkan disuruh mencari uang dengan ngamen.


Bahkan sang Tante merobek-robek baju nya agar terlihat seperti anak orang tak punya....


Suatu saat Febian mengadu dihadapan orang tua nya,dengan resiko ia akan dipukul oleh Tante nya yang jahat......tetapi sang mama tidak mempercayai nya....ia lebih memilih percaya dengan sang adik.yang menyatakan jika Febian lah yang nakal.


Dengan sedih Febian hanya bisa menelan Saliva nya...dan berharap suatu saat kedua orang tua nya mempercayai kata-kata nya...


****


"Apa maksudnya coba..sama keponakan sendiri ...ucap Sandra heran...


"Kak, Tante itu selalu bicara sendiri, yang Febian dengar , Tante itu iri sama mama yang sukses terus mempunyai suami yang kaya.dan papa memperboleh kan mama bekerja.sedangkan Tante ia mempunyai suami karyawan biasa , Tante setiap melamar pekerjaan tidak pernah berhasil."cerita Febian panjang lebar.


"Pernah Febi dengar Tante bicara sendiri.katanya ia sangat suka sama papa Febi ...sedangkan papa hanya menyukai.mama seorang yang sederhana dan tidak banyak tingkah .


Kata papa hanya mama yang papa suka tak akan ada wanita lain dihati papa..

__ADS_1


"Tante itu dandan nya menor kak " ucap Febi menutup mulut nya.


****


Hahahahahaha.


Sandra dan Rafi tertawa mendengar celoteh Febian.


"Ya...ya.....Tante menor.


"Sabar ya dik,mudah-mudahan kamu bisa bertemu dengan kedua perang tua mu " ucap Rafi.


"Iya kak,...Febi harus bertemu mama dan papa " ucap nya dengan mata menerawang.


Mendengar itu Sandra merasa merinding dan terkejut nya Sandra ...


"Kepergian seseorang itu sudah takdir nya, ....tapi bisakah aku melawan " batin Sandra kasihan melihat takdir anak ini.


"takdir tak dapat kita lawan sayang, tapi setidak nya bisa kita bantu dengan doa.jika anak ini dalam bahaya, hanya itu yang bisa kita perbuat " ucap Rafi melihat sang istri gelisah...


"Kasihan anak sekecil ini, harus mengalami kekerasan " ucap nya.mengekus Febian yang tertidur .


"Itulah dunia sayang....dunia yang kejam....

__ADS_1


guys terima kasih sudah mampir disini...


selamat membaca...thanks all


__ADS_2