Indigo

Indigo
Character Visuals II


__ADS_3

Hai hai haii!! Author kembali untuk kalian semua yeeeeeyyy!!


Sebelumnya Author minta maaf ya lama bener update chapter terbarunya- et tapi nanti dulu, ini bukan chapter selanjutnya dari judul Enigrafent Afterlife, tetapi ini adalah penunjukan para pemain-pemain kedua dari novel Indigo hehehehe.


Oke tanpa banyak basa-basi lagi dari Author langsung saja kalian pandangi dan baca hasil buatan Author.


Jadi, saksikanlah wahai readers" setia Author semuanyaaa!


.


.


.


.


.


.


Stevan Raditya Satya



Ini adalah pemuda yang seiras dengan sifat wataknya oleh Reyhan si sahabat akrabnya Anggara. Mulai dari tingkah lakunya yang sangat lebay dan tingkah laku dalam bicaranya 12:12 sama seperti oleh Reyhan Ivander Elvano.


Stevan pemuda yang juga penakut seperti Reyhan. Namun kalau situasinya menantang, Stevan memberanikan diri untuk menentangnya meskipun ia pemuda terkenal penakut. Stevan memiliki suatu penyakit yaitu Asma. Ia mengidap penyakit tersebut sudah semenjak ia kecil faktor keturunan dari salah satu orang tuanya. Bagi ia penyakit itu pembawa sial segala hal, parahnya ia selalu saja masuk keluar rumah sakit untuk pengobatannya.


Stevan bisa dibilang merupakan teman terbaiknya Anggara, karena sudah ternampak pada sifatnya yang begitu peduli dengan Anggara bahkan selalu bersamanya. Saat Anggara sedih pun, Stevan menghiburnya walau terkadang tidak mempan untuk Anggara yang pemuda paling introvert tersebut.

__ADS_1


Daniel Yudistira Andranata



Yang kedua adalah si pemuda yang memiliki jiwa tegas meskipun hal itu tak begitu mencolok di Daniel. Daniel mempunyai satu sahabat yang tak mudah di renggang kan oleh siapapun itu. Faktanya lagi apapun yang di lakukan oleh Daniel ataupun sikap-sikapnya dalam sehari-hari hampir selalu sama dengan sahabatnya yang satu sekolah SMA dengan pemuda ini.


Daniel biasa di bilang seorang yang pintar mengambil tindakan walau pemikiran Daniel terlalu lambat. Daniel dan sang sahabatnya selalu memiliki pendapatan yang sangat sama tanpa ada perbedaannya sama sekalipun.


Yudatara Adikara Pratama



Inilah pemuda si sahabatnya Daniel Yudistira Andranata yang selalu saja mempunyai pendapatan yang sama tak berbeda. Namun meskipun demikian, Yuda mempunyai jiwa emosi, suka menyumpah serapah pada orang yang punya jati bengis atau hati buta.


Yuda terbilang pemuda yang paling sadis kalau mengucapkan sesuatu kalau suasana hatinya sedang tengah buruk terlebihnya emosi entah kepada siapapun itu, satu perbedaan terlihat dari antara Yuda dan Daniel yaitu sifatnya. Yuda mempunyai sifat penuh amarah sedangkan Daniel sifat penuh dengan sabar. Tetapi perbedaan itu tak membuat persahabatan dua pemuda tersebut renggang hanya karena tentang para sifatnya yang jauh berbeda.


Wira Areno Erdego



Umur Wira dan teman-temannya dibuat pendek dengan manusia-manusia yang tak punya nurani hati itu. Wira sangat menyesal mengunjungi pendakian gunung yang ternyata sangat terlarang untuk dilewati, sampai sekarang pun petugas kepolisian belum berhasil menemukan para pembunuhan tersebut yang sangat susah untuk di cekal dan di tangkap.


Senja Intara Alandara



Sama halnya dan kejadiannya pada Wira, gadis cantik ini juga merupakan arwah yang dibunuh oleh salah satu anak buah dari pembunuhan tersebut. Hati Senja sama seperti hatinya Wira ialah penuh rasa menyesal amat terdalam, andaikan saja jika mereka tak berliburan di tempat terlarang itu mestinya Senja, Wira dan keseluruhan teman-temannya tak akan nyawanya berakhir di usia yang masih muda dan tatkala memiliki masa depannya.


Senja mempunyai satu keunikan saat dipandang oleh semua orang yaitu di sela-sela rambut warna coklat rada terangnya, gadis ini memiliki rambut putih di kanan kiri dalam tengah-tengah rambut panjang indahnya bahkan pun Senja sering kali tak di sengaja disangka nenek-nenek yang masih muda, padahal tentunya Senja masih merupakan gadis remaja yang sekolahnya belum berakhir. Lensa ungu di kedua mata menawan Senja membuat lebih begitu fantastis. Senja ingin sekali bertemu dan berkomunikasi pada sahabat kecilnya yang bernama Cahya itu, akan tetapi sayangnya hal itu sangatlah mustahil dikarenakan Senja hanyalah sebatas makhluk yang tak kasat mata, tak mampu sahabatnya melihatnya dan menerawang keberadaan Senja yang telah menjadi arwah selamanya dan tidak mungkin bisa kembali menjadi manusia lagi.

__ADS_1


Laurel Emira Serllyna



Gadis ini merupakan arwah yang sudah selama 10 tahun lamanya. Emica meninggal bersama adiknya pada peristiwa kecelakaan beruntun dimana sebuah mobil truk yang mengebut sangat cepat saat di depannya ada banyak kendaraan yang berhenti karena posisinya sedang mengikuti aturan jalannya lampu lalu lintas. Dikarenakan pengemudi truk tersebut tak bisa mengontrol kecepatan mobilnya secara cekatan, pada akhirnya mobil truk itu menabrak mengendara lain hingga saling terjadi tabrakan yang sangat dahsyat.


Malangnya Emica dan adik perempuannya yang berumur 16 tahun sementara kakaknya berumur lebih tua dari adiknya yaitu 17 tahun, motor Emica terpental sangat kencang jauh ke depan disertakan Emica dan adiknya yang berada di atas motor akibat tubrukan kuat mobil pribadi dari belakang. Hingga pada akhirnya Emica, adiknya dan motor Emica jatuh keras di aspal jalan. Karena dua-duanya tak memakai helm, kepala kedua saudara kandung tersebut pecah karena hantaman hebat di atas jalan yang beraspal begitu pula dengan motornya yang hancur remuk, hal kecelakaan maut itu membuat Emica dan sang adiknya tewas di tempat. Sampai kemudian peristiwa kejadian mengenaskan itu yang banyak memakan korban jiwa, langsung diberitakan ke siaran televisi.


Emica Laurensya Cerllyna



Waduh, inilah sang adiknya Laurel. Semua orang tentu bingung cara membedakan antara mereka berdua yang wajahnya sangat begitu mirip, hanya saja Emica selalu memakai nada suara lemah lembut contohnya seperti Freya Septiara Anesha sementara kalau Laurel ia selalu memakai nada rada keras dan kasar namun meskipun demikian, Laurel tetap baik kok sampai menjadi arwah pun ia tetap berhati baik, sebut saja aura positif.


Tentunya yang bisa membedakan Emica dan Laurel hanya suara nada dan warna rambutnya. Kakaknya berambut hitam, adiknya berambut coklat. Peristiwa kecelakaan yang menewaskan Emica dan kakaknya membuat kakak beradik itu terkejut dan tak percaya bahwa mereka berdua telah meninggal dunia saat mereka terbangun bangkit dari raganya dan melihat jasadnya masing-masing yang telah tidak bernyawa, Emica dan Laurel sama-sama menjadi makhluk tembus pandang yang tak sanggup semua orang melihatnya terkecuali kalau orang tersebut memiliki suatu kelebihan istimewa yaitu Indigo. Emica beserta kakaknya sangat begitu terpuruk sedih sekaligus tak menduganya bahwa jasad tubuh mereka sudah terbujur kaku pucat pasi imbas kecelakaan beruntun yang berhasil merenggut nyawa antara Emica dan juga Laurel. Mereka harus menerima nasib buruknya selamanya karena itu semua sudah menjadi kodrat takdirnya.


•••


...Yups itu adalah cast" karakter kedua mereka dengan deskripsi" watak para karakter pemain novel Indigo hehehehe 📝✨🥰...


...Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian suka Visual" kedua mereka? Atau malah sebaliknya? Tolong comment di bawah ya. Kalau kalian menyukainya kalian bisa tinggalkan like di bawah ini, makacih! 🤗...


...Btw, sebenarnya di tentang banyaknya visual" ini Author seperti nyicil yak? Hahaha memang Author sengajain biar kalian penasaran, kalau penasaran sih kalau gak penasaran juga tak mengapa ngapa 🤭🤣...


...Maafkan Author jika visual" karakter di atas tidak sesuai pada ekspetasi kalian, ini berdasarkan imajinasi bayangan Author saja di otak Author hehehehe. Dan Author minta maaf kalau deskripsi" tentang visual" tersebut tidak benar bahkan typo tentunya 🙏🏻😅...


...Oh iya yang menanti chapter selanjutnya dari chapter 30 - Enigrafent Afterlife tenang saja akan Author usahakan untuk menyempatkan waktu melanjutkannya kembali untuk kalian, karena PAT telah berakhir sudah yuhuuu!! 🥳✨🥳...


...Oke segitu dulu dari Author, sampai bertemu di Chapter kelanjutannya dari judul Enigrafent Afterlife, semuanyaa! 💜...

__ADS_1


...See You Next Time ᕙᕗ...


__ADS_2