Indigo

Indigo
Dedy 3


__ADS_3

"Dedy "Pangil sang bapak..


Dedy hanya membuka mata nya saja, terlihat pucat sekali,bibir yang sudah agak membiru.


"Ah paling pura - pura pak ...


"Sudah bapak kerja saja, nanti Dedy aku urus " ucap nya sinis tak perduli ....manis didepan sang suami.


"Ya sudah , aku berangkat kerja " ucap nya berjalan tak perduli dengan keadaan anak nya.


"Ya hati-hati pak , ucap nya sambil mengantar sang suami..


Terlihat Dedy mengeluarkan air mata...seakan ingin berbicara apa salah ku pak.


Dan Dedy menghembuskan nafas nya yang terakhir, tanpa ada yang perduli dengan nya.


Kasihan sekali, anak seumur Dedy yang seharusnya bermain dan belajar...pergi akibat ke egoisan kedua orang tua nya....


Ibu tiri nya menghampiri Dedy. ia hanya melihat sekilas dan pergi begitu saja.


Hingga siang hari, Dedy tidak ada yang perduli, terbujur kaku, sudah penuh dengan lalat yang mengerumuni nya...kasihan sekali...


Sampai adik tiri nya menghampiri dan mendapati jasad Dedy sudah kaku.tapi ia tak mengerti jika Dedy sudah tak ada.


"Woi...jelek...bangun " teriak nya...


"Bu...pangilnya..


"Ada apa sih nak ?.


"Dedy tidur ga bangun-bangun Bu, keenakan dia...bangunin Bu..siram aja..ucap nya ...

__ADS_1


"Dedy bangun " panggil nya membangunkan dengan memakai kaki.ia merasa Dedy disentuh sangat kaku sekali..


Dengan gemetar , ia memberanikan diri untuk memegang Dedy..


Alangkah kaget nya iya mengetahui Dedy sudah kaku dan dingin...


"Dedy...Dedy...panggil nya setengah berbisik...


Ketakutan ia terduduk dan berfikir ...


Sedangkan sang anak hanya memperhatikan saja.


"Nak, kita kubur Dedy dibawah pohon ini saja, tapi kamu jangan bilang bapak ya ...


"Kalau bapak tanya, bilang saja ia dibawa sama ibu nya Dedy , ya nak jangan lupa " ucap nya mengingatkan sang anak..


"Iya Bu ...


****


Sang Ibu dengan pintar mengali tanah , tepat dibawah akar pohon itu.dan menutup nya dengan kaki..


Sampai-sampai orang tak akan menyangka jika dibawah akar pohon itu telah dikubur jasad Dedy.


Selesai mereka bergegas membersihkan pacul dan Skop.


Kemudian mereka mandi.


Sore hari pun tiba...


Jam menunjukkan pukul 17.00.

__ADS_1


Ketika sang suami datang, ibu tiri Dedy menyambut nya seperti biasa.


Seperti tidak ada apa - apa, ia menyambut dan memberikan segelas kopi..


"Dedy mana Bu, apa sudah mengakui kesalahan nya " ucap nya sambil menyeruput kopi nya.


"Ibu mau cerita, tapi bapak jangan marah " ucap nya sambil memeluk sang suami berusaha merayu nya.


"Ada apa " jawab nya datar.


"Tadi ibu nya Dedy , bawa Dedy...katanya sudah ijin bapak dan bapak menyetujui nya " ucap ibu tiri Dedy mulai mengarang cerita yang tidak benar...


"Kurang ajar mantan istri ku itu " ucap bapak geram..dengan kedua tangan nya mengepal..


****


"Sudah biarkan saja , pak...ucap nya.


"Kamu kenapa tidak melarang dan menghubungi saya " ucap nya marah."Sudah kubilang, ibu nya Dedy mengatakan jika sudah ijin bapak.sekali lagi ibu tiri Dedy berbohong...


"Haa...bareng**k " maki nya..


"Sudah , biarkan saja pak.toh anak itu nakal, biar bapak tidak marah-marah terus " ucap nya..


"Ya sudah, biarkan " ucap nya acuh sambil mengambil koran..


Sementara arwah Dedy yang duduk


didepan pintu menyeringai mendengar ucapan sang ibu tiri..


hi guys terima kasih sudah mau mampir

__ADS_1


__ADS_2