
"Dedy...nama lengkap kamu , tulis nama kamu ditanah" ucap Sandra tersenyum...sambil memberi sebuah ranting ke Dedy.
Dedy dengan cepat menulis..
Dedy Kusumah..
"ini bener kamu le " ucap nya menangis.
"Iya Bu, Kulo " terlihat gerakan ranting menulis.
"Tanggal lahir mu ? masih belum percaya sambil berjalan memperhatikan Sandra.
Sandra tersenyum lalu mengangkat kedua tangan nya.begitu juga dengan Rafi..
28 April....
"Kowe ada tanda lahir, dimana ? tanya ibu Dedy masih tak percaya ..
tanda hitam bulat disebelah kanan pinggang ...
"Huk..huk..huk...Kowe le, ko ISO dadi koyo ngene,siapa yang bunuh kamu" ucap nya sambil menangis tersedu-sedu...
__ADS_1
"ibu tiri, dikubur dibawah pohon beringin Dedy menulis seperti itu.
Dengan segera Lettu Muhamad memanggil anak buah nya dan membongkar tanah dibawah pohon...
****
Tak memerlukan berapa lama, tim forensik menemukan sebuah baju dan kerangka anak kecil berumur 8tahun.
"Ini baju anak ku toleh...ucap nya mengambil baju yang penuh dengan tanah...
"Benar Bu ini baju Dedy? tanya Lettu Muhamad .
"Saat saya menikah kedua orang tua saya tidak menyetujui kami menikah, tapi saya kekeh tak mendengar nasihat orang tua...untuk membuktikan kalau pernikahan kami baik-baik saja.saya bekerja dan berkat saya, saya meminta bos untuk memasukkan suami bekerja dikantor...karena saat itu bapak nya Dedy penganguran.
kami merintis dari bawah...sampai kami bisa membeli sebuah rumah kecil...disitu kedua orang tua saya yakin , jika bapak nya Dedy itu bersungguh- sungguh dengan saya.
"Tidak tau nya begini ,Bojo tak tau diri, rumah ini peninggalan orang tua ku tuan, Kulo bodoh, bapak nya Dedy merayu saya agar surat rumah atas nama nya dan saya dengan bodoh nya setuju surat-surat rumah dan tanah di ahlikan atas nama nya.ternyata dia menyeleweng dengan perempuan Lo***h " ucap ibu Dedy dengan lantang meluapkan amarahnya.
****
"Iya Bu, rumah ini sudah dijual karena ibu tiri Dedy tidak betah berada disana, karena Dedy meneror nya, kami membeli sudah tangan ke tiga Bu " ucap Sandra panjang lebar.
__ADS_1
"Oh pantas sudah banyak perubahan " ucap nya melihat nya kekanan dan kiri.
"terima kasih tuan dan nyonya, sudah memberitahu pembunuhan ini " ucap ibu kandung Dedy.
Sandra dan Rafi hanya menganggukkan kepala...
Polisi dan tim Florencik membawa tulang belulang Dedy.
Dan polisi mencari keberadaan Ayah kandung Dedy dan ibu tiri nya.
"Terima kasih kak, sudah menolong aku,sekarang aku sudah lega,bertemu dengan ibu " ucap Dedy sambil melambai kan tangan nya dan menghilang..
"Ada ya orang tua seperti itu "Ucap Sandra sambil menghapus air mata nya terharu...
"Nak ko jadi begini ya, maaf mama ya, mama tidak tahu jika rumah ini horor " ucap Mama mertua Sandra .
"Bagaimana jadi ga diambil rumah ini ? tanya papa Rafi..
"Pap, maaf ya..bukan Sandra tak ingin rumah hadiah mama dan papa.tapi lebih baik mama dan papa tidak usah memberi kami rumah...nanti kalau mama dan papa memberi kami rumah...kami susah untuk bertemu mama dan papa " ucap Sandra panjang lebar .
makasih guys sudah mau mampir..maaf jika cerita nya berulang-ulang terus.karena signal tidak bagus...aku kira tak terkirim.ternyata sudah kekirim dan jadi dioubel...maaf
__ADS_1