Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Perintah Elvano


__ADS_3

"Tapi aku pasti akan mengunjungimu, Van," ujar Kanaya sambil memaksa kan sebuah senyuman untuk Devan.


Devan membalas senyum Kanaya dan tiba - tiba seseorang memanggil nama Devan. Devan terlihat memberi signal 'oke' pada seseorang di sana.


"Ay, aku harus pergi dulu," ujar Devan yang terlihat enggan mengakhiri vidio call mereka.


"Nggak pa - pa, Van. Nanti kita sambung lagi," ujar Kanaya.


"Ay, aku hanya beberapa hari disini. Tunggu aku ya Ay, aku akan segera bicara dengan Papamu," ujar Devan sambil memandang wajah Kanaya di layar hand phonenya.


Devan bertekad akan mengatakan apa yang ada di dalam hatinya pada Kanaya dan kedua orang tuanya saat ia kembali nanti.


Kanaya hanya bisa mengangguk karena ia tidak bisa berkata apa - apa.


'Seandainya saja Devan tau,' batin Kanaya.


"Sampai nanti ya, Ay." ujar Devan. sambil memegang wajah Kanaya di layar hand phonenya.


"Sampai nanti, Van." jawab Kanaya sambil tersenyum.


Kemudian percakapan mereka pun berhenti.


'Maaf Van, aku harus berbohong sama kamu ' batin kanaya. Ia meringkuk di atas ranjangnya dan merasa letih dengan apa yang di alaminya hari ini. Dan Kanaya pun tertidur.


****


Elvano benar - benar bergerak cepat untuk menyiapkan pernikahannya dengan Kanaya.


Awalnya ia hanya ingin membuat pernikahan kecil - kecilan yang hanya di hadiri keluarga dekat saja. Akan tetapi kedua orang tua mereka menginginkan yang sebaliknya. Walaupun persiapannya terbatas waktu, akan tetapi dengan uang yang ia miliki, Elvano bisa langsung mewujudkannya.


Pers pun tampaknya sudah mencium perihal pernikahan mendadak satu - satunya penerus kerajaan bisnis Alvarendra itu. Namun Elvano sengaja merahasiakan kepada Pers calon mempelai wanita yang akan dinikahinya. Sampai tiba surat undangan pernikahan mereka di sebar nantinya. Tidak akan ada yang tahu jika ia akan menikahi Kanaya Zavira, semua informasi tertutup rapat, bahkan Bunda yang tinggal di sebelah rumah Kanaya pun tidak mengetahuinya.


Kanaya pun belum mengatakan apapun padanya atau pun kepada Devan. Devan sendiri saat ini masih berada di kota B, karena masih ada beberapa hal yang harus di kerjakannya di sana sebelum kepindahannya.


Sore itu, Kanaya sedang berada di makam Kakaknya Devita, ia mengunjungi makam Kakaknya itu untuk mendoakan Devita dan juga mengatakan padanya bahwa ia akan menikah dengan Elvano. Kanaya menghabiskan waktu yang cukup lama di makam. Dan saat ia telah selesai berdoa, ia mengambil telepon genggamnya dari dalam tas dan terkejut saat melihat banyak sekali misscall dan pesan yang masuk, salah satu diantaranya dari Devan.


Kanaya memang mengatur telepon genggamnya dengan model silent, agar tidak terganggu saat sedang berdoa untuk Devita Kakaknya. Sehingga ia tidak mendengar semua panggilan telepon dan pesan yang masuk di telepon genggamnya.

__ADS_1


Kanaya melihat banyak sekali nomor telepon yang tidak ia kenal menghubunginya. Dan ia pun memilih pesan untuk membaca pesan dari Devan terlebih dahulu.


Kanaya apa yang sedang terjadi! Tolong katakan kalau itu tidak benar!


Kanaya mengerutkan keningnya.


Apa maksud Devan? Apa ia sudah mengetahui mengenai pernikahannya dengan Elvano yang akan di laksanakan 2 hari lagi? pikir Kanaya.


Tak lama teleponnya pun berdering, dari sebuah nomer yang tak di kenal.


"Hallo, Apa benar ini dengan Kanaya Zavira?" tanya seorang pria dari sebrang teleponnya.


"Ya, ini dari mana?" tanya Kanaya yang tidak mengenali suara pria tersebut.


"Saya dari Daily News Mbak. Apakah benar Mbak Kanaya akan menikah dengan Yohanes Elvano Alvarendra dua hari lagi?" tanya orang itu yang membuat Kanaya terkejut dan segera memutus sambungan teleponnya.


Ya ampun, Apakah Kak Elvano sudah memberitahukan ke semua orang mengenai pernikahan mereka? Pikir Kanaya sambil berjalan cepat menuju mobil.


Ia pun segera menaiki mobilnya dan mencoba membrowsing berita online, akan tetapi gagal karena banyaknya panggilan telepon dari nomor yang tidak di kenalnya membuat koneksinya terhambat. Dan Kanaya pun terpaksa mematikan telepon genggamnya dan mengendari mobilnya menuju ke rumahnya.


Saat mobil Kanaya mulai mendekat, Para pencari berita mulai mengerubungi mobilnya dan mengambil foto dirinya dari luar mobil sambil berusaha mewawancarainya.


Dua orang laki - laki kekar keluar dari dalam rumah dan menghampiri mobil Kanaya, mengusir para pencari berita agar membiarkan mobil Kanaya untuk lewat.


Kanaya berhasil lewat dan memarkirkan mobilnya di teras rumah. Tanpa menunggu lebih lama Kanaya segera turun dari mobilnya dan bergegas masuk ke dalam rumah, tidak menggubris teriakan para pencari berita yang bertanya padanya dan memfoto dirinya dari luar pagar rumahnya.


Saat masuk ke dalam rumah, Ratna langsung memeluknya. Dan berkata "Ay, kamu nggak apa - apa kan?" tanya Ratna sambil memegang wajah putrinya itu.


"Kanaya nggak apa - apa Mah, tadi Kanaya cuma kaget saja karena melihat banyak orang yang sudah berkumpul di depan rumah," ujar Kanaya memandang ke luar jendela yang tertutup tirai gorden.


"Mama coba menghubungimu, tapi kamu tidak mengangkat teleponmu," ujar Ratna sangat khawatir.


"Maaf Mah, tadi Kanaya silent. Karena Kanaya sedang di makam Kakak." Jawab Kanaya.


"Yang penting kamu tidak apa - apa, Kanaya," ujar Ratna sambil memeluk Kanaya.


Beberapa laki - laki kekar yang tadi membantunya, berjalan masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


"Mereka siapa, Mah?" tanya Kanaya pada mamahnya.


"Mereka orangnya Elvano. Elvano yang menyuruh mereka untuk datang kesini, karena ada banyak wartawan yang datang di depan rumah," ujar Ratna menjelaskan.


"Mbak, tolong angkat telepon dari Tuan?" ujar salah seorang dari mereka sambil memberikan telepon genggam padanya.


Kanaya mengambil telepon genggam itu dan mendekatkannya ke telinga.


"Halo?" ujar Kanaya.


"Kamu siap - siap, bawa barang seperlunya, mulai sekarang kamu akan tinggal di hotel sampai hari pernikahan kita," ujar Elvano tanpa basa basi.


Kanaya berjalan menjauh dari mamanya.


"Kak Elvano, tidak bisahkan aku tetap tinggal disini?" pinta Kanaya.


"Kau tidak lihat wartawan di depan rumahmu? Apa kau mau di kerubuti wartawan setiap kali kau ingin keluar rumah?!" tanya Elvano dengan nada keras dan kesal, karena Kanaya tidak mau mengikuti kemauannya.


Kanaya memandang ke arah rumah Devan dan menghela napas berat.


"Baiklah, Aku akan bersiap - siap," jawab Kanaya pada akhirnya, kemudian memutus sambungan teleponnya.


"Mah, kata Kak Elvano, Kanaya sebaiknya tinggal di hotel sampai hari pernikahan," ujar Kanaya sambil memandang mamahnya.


"Ya sudah, Ayo mama bantu berkemas," ucap Ratna sambil membantu putrinya berkemas.


Kanaya hanya membawa beberapa helai pakaian dan barang - barang yang mungkin di butuhkannya untuk tinggal di hotel. Dan setelah itu ia pun berangkat bersama dua orang yang berbadan kekar tadi.


Kanaya tinggal di sebuah kamar suite di hotel milik Elvano. Rencananya mereka akan menikah di taman di halaman belakang hotel mewah itu dua hari lagi.


Segala aktivitas Kanaya di lakukan di hotel itu, mulai dari fitting kebaya pengantin, test food dan lainnya.


Kanaya tidak bisa menggunakan telefon genggamnya karena ia tidak bisa membiarkan teleponnya itu tidak berdering tiapa kali ia ingin menggunakannya.


Terima kasih sudah membaca. Maaf kalau masih banyak typho.


Jangan lupa like, komen dan vote.

__ADS_1


__ADS_2