Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Ruang Mediasi


__ADS_3

Tak lama setelah pengacaranya berbicara, ia melihat pintu mobil tak jauh darinya terbuka.Dan keluarlah Devan Permana di susul oleh seorang wanita yang berkulit putih bersih dengan rambut yang di kuncir kebelakang dan mengenakan setelan kaos turtleneck berwarna hitam dan di padukan dengan long skirt high waist berwarna natural begie dengan motif floral yang terkesan sopan, anggun dan elegan. Dialah Kanaya Zavira, Istrinya.



"Kanaya?" gumam Elvano. Tanpa di sadarinya ia menurunkan kaca jendela mobilnya matanya tak berkedip memandang Kanaya yang berjalan melewati mobilnya, seperti magnet yang menghipnotis pandangannya.


Kanaya menoleh padanya, dan pandangan mata mereka sempat bertemu sesaat, sebelum Kanaya memalingkan wajahnya ke arah ruangan tempat mediasi.



Kanaya tampil jauh lebih cantik saat bersama dengan Devan Permana. Tubuhnya kembali berisi dan rona wajahnya tampak segar. Bagaimana mungkin? Apa Devan yang membuatnya seperti itu?. Pikir Elvano tentang perubahan Kanaya.


Elvano membuka pintu mobilnya dan berjalan ke arah ruang mediasi di ikuti oleh pengacaranya. Ia berhenti tepat di samping Devan di depan pintu ruang mediasi, sehingga Devan lah yang berdiri di antara Elvano dan juga Kanaya.


Melihat hal itu, Devan menahan dirinya untuk tidak menghajar laki - laki yang telah menyakiti wanita yang ia cintai. Ia lebih memilih untuk menenangkan hati Kanaya dari pada terpancing kelakuan Elvano yang ada di sebelahnya.


"Kamu baik - baik saja?" tanya Devan dengan sedikit berbelok menghadapa Kanaya, sehingga menghalangi pandangan Elvano ke arah Kanaya. Kanaya tampak sedikit pucat dan jantungnya pun berdebar kencang saat mengetahui Elvano berdiri tak jauh darinya.


Devan masih menatap Kanaya, menanti jawaban darinya. Ia harus memastikan Kanaya baik - baik saja sebelum memasuki ruangan Mediasi.


Kanaya tersenyum dan mengangguk, membuat Devan merasa lega.


"Kamu pasti bisa, Ay." ujar Devan sambil menepuk lembut pundak Kanaya dan Elvano melihatnya.


Elvano merasa sangat geram, melihat Devan menyentuh Kanaya. Namun, ia mencoba untuk menahan diri. Ia tidak mau mediasi pertamanya dengan Kanaya gagal hanya karena ia tidak bisa mengendalikan emosinya.


Petugas pengadilan pun memanggil nama mereka. Kanaya yang pertama memasuki ruangan mediasi, di ikuti oleh Elvano yang berjalan persis di belakangnya.

__ADS_1


*****


Mediasi siang itu berjalan alot. Karena Kanaya bersikeras ingin becerai dengan Elvano dengan alasan melakukan perbuatan zinah dan melakukan kekejaman atau penganiyaan berat yang membahayakan jiwanya.


Pada awalnya Kanaya merasa gugup bertemu kembali dengan Elvano. Dan duduk bersebelahan dengannya pun membutuhkan keberanian yang besar. Ia tidak pernah sedekat ini sebelumnya dengan Elvano setelah kejadian malam itu.


"Saya tidak ingin menceraikannya, karena saya sangat mencintainya" aku Elvano di hadapan hakim mediator.


Kanaya yang sedang duduk di sebelahnya pun tertegun. Karena Elvano belum pernah menyatakan cinta sebelumnya, 'bagaimana mungkin di depan hakim mediator ini, ia mengaku mencintaiku' batin Kanaya.


Kanaya tertawa kecil, merasa lucu dengan ucapan Elvano.


Elvano menoleh dan memandang Kanaya, begitu pula juga dengan hakim mediator.


"Maaf, Bu Hakim.Karena saya belum pernah mendengar pernyataan cinta dari Suami saya yang menyatakan cinta pada saya sebelumnya," ujar Kanaya sambil menghapus air mata yang menetes di pipinya.


"Selama kalian menikah?" tanya Hakim mediasi.


"Ay, aku tahu aku memang salah. Aku belum pernah menjadi suami yang baik buat kamu," ujar Elvano sambil berbelok menghadap Kanaya.


Kanaya tidak bergeming atau mengatakan apapun. Ia trauma pada janji Elvano kepadanya.


"Ibu Kanaya, bisakah Ibu mempertimbangkan kembali keputusan Ibu untuk bercerai dan memberikan kesempatan pada Pak Elvano untuk memperbaiki pernikahan kalian?" tanya Hakim mediator kembali.


"Please Ay, aku sangat mencintaimu, aku kehilangan kamu. Beri aku kesempatan untuk membahagiakan kamu dan membuktikan bahwa aku pantas untukmu," pinta Elvano sambil meraih tangan Kanaya.


Kanaya reflek menepis tangan Elvano. Jangankan untuk bersentuhan dengan Elvano, berdekatan dengan Elvano saja sudah membuatnya sangat gugup dan cemas. Karena ia masih trauma dengan kekerasan yang telah Elvano lakukan padanya, sehingga Kanaya merasa begitu sensitif jika harus berhadapan, apalagi harus bersentuhan dengan Elvano.

__ADS_1


Tanpa Kanaya sadari, pandangan mereka bertemu.


Elvano memandang Kanaya dengan penuh rasa bersalah, seorang Yohanes Elvano Alvarendra belum pernah memohon seperti ini dalam hidupnya, namun kali ini ia benar - benar meminta Kanaya untuk bisa memaafkannya dan mau kembali padanya.


Sementara itu Devan dan Beni menunggu Kanaya dari ruang Mediasi dengan harap - harap cemas.


Devan melihat lagi jam tangannya. Entah sudah berapa kali ia melirik ke arah jam tangannya. Saat menyadari Elvano dan Kanaya sudah cukup lama, berada di dalam sana.


'Apa yang terjadi? Ya Tuhan, aku berharap Kanaya tidak akan merubah pendiriannya,' batin Devan.


Ia khawatir, Elvano akan menggunakan berbagai macam cara untuk merubah pendirian Kanaya. Meskipun ia tahu Kanaya memiliki tekad yang kuat untuk bercerai dari Elvano, tetapi tetap saja Devan tetap khawatir.


Dimas, pengacara Elvano pun tampak tegang. Beberapa kali ia menerima telepon dari seseorang yang menanyakan jalannya sidang, dan ia pun belum bisa memberikan kabar apapun.


Pintu mediasi terbuka dan Kanaya keluar dari sana dengan ekspresi wajah yang Devan tidak tahu apa artinya.


Kanaya berjalan keluar cepat dari kantor Pengadilan Agama itu, melewati Devan tanpa berkata - kata.


"Beni!" Panggil Devan, pada Asistennya itu untuk segera mengurus administrasi sidang, sementara ia mengejar Kanaya...


"Ay...."


Bersambung....


*K**ira - kira keputusan apa yang di ambil oleh Kanaya terhadp Elvano? Apakah bercerai atau memberi kesempatan pada Elvano*?


Nantikan terus kisah mereka ya, yang pastinya makin seru, bukan..

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk selalu like, komen, vote dan hadiahnya ya. Jangan lupa juga tinggalkan jejak komen kalian ya~~🤗


__ADS_2