Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Ke Kantor Elvano


__ADS_3

Selesai sarapan pagi, ia pun pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian. Ia akan mulai membersihkan rumah lebih awal, sehingga ia bisa selesai lebih cepat. Selain itu, ia pun telah mengerti bagian - bagian mana yang harus di bersihkan terlebih dahulu, agar ia tidak dua kali untuk bekerja.


Ia beruntung pagi itu tidak ada Sarah yang menganggunya sehingga ia bisa segera menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.


Pukul 10 lewat Kanaya telah selesai membersihkan rumah. Saat melewati dapur ia punya ide untuk memasakkan makanan untuk Elvano. Kanaya memikirkan masakan yang tidak terlalu sulit dan cepat untuk di kerjakan. Ia pun memutuskan untuk membuat sayur capcay, semur ayam, serta bihun goreng.


Untung saja Bella membantunya menyiapkan bahan - bahan masakan sehingga pukul 11 Kanaya telah selesai memasak. Ia pun segera berlari ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian.


Kanaya sempat bingung dengan apa ia akan pergi ke kantor Elvano, untung saja Bella memberitahukan letak kunci mobil sehingga ia bisa mengendarai mobil ke kantor Elvano.


Kanaya sudah tahu dimana gedung kantor Elvano, akan tetapi ia belum pernah datang ke kantornya.


"Selamat siang Liza, saya ingin bertemu dengan Pak Elvano. Pak Elvano ada di lantai berapa?" tanya Kanaya pada seorang resepsionis di lobby gedung.


"Pak Yohanes Elvano Alvarendra?" tanya Liza, resepsionis di kantor Elvano.


"Ya, kantor pak Elvano di lantai berapa?" jawab Kanaya.


"Maaf, Apa Mbak sudah ada janji dengan beliau?" tanya Liza lagi.


"Tidak, saya mau...." baru saja Kanaya hendak menjawab pertanyaan Liza, tetapi Liza malah memotong perkataannya.


"Maaf Mbak kalau belum ada janji tidak bisa bertemu dengan beliau. Mbak harus membuat perjanjian terlebih dahulu," ujar Liza.


"Mbak Liza, Saya ini istrinya Pak Elvano dan saya hanya ingin menanyakan nomor lantainya Pak Elvano." ujar Kanaya mencoba menjelaskan.


Liza tersenyum tidak percaya dengan ucapan Kanaya. Di pikirannya mana ada istri yang tidak tahu tempat suaminya bekerja.


"Maaf Mbak, saya tidak bisa memberitahu. Kalau Mbak memang Istrinya. Mbak silahkan menghubungi pak Elvano langsung." ujar Liza kemudian meminta Kanaya untuk bergeser, memberi kesempatan tamu lain yang mengantri.


Kanaya bergeser. Namun karena tidak puas dari jawaban yang di terimanya, ia pun bertanya pada security yang ada disana.


"Selamat siang Pak, saya Kanaya Alvarendra dan saya ingin bertemu dengan suami saya Yohanes Elvano Alvarendra," ujar Kanaya pada seorang security di dekat lift.


"Selamat siang bu Kanaya, ada yang bisa saya bantu?" tanya Security itu


"Ya Pak, Saya mau bertemu dengan suami saya, ada di lantai berapa ya?" tanya Kanaya dengan tersenyum senang karena security itu mau membantunya.


Security itu menatap Kanaya.

__ADS_1


"Ibu bilang, tadi Ibu adalah Kanaya Alvarendra, tapi tidak tahu dimana ruangan Pak Elvano?" tanya security itu heran.


"Iya Pak saya belum pernah kesini jadi saya tidak tahu di lantai mana suami saya bekerja," ujar Kanaya.


"Maaf Bu, boleh saya lihat KTP Ibu?" Tanya security itu.


Kanaya pun membuka dompetnya, dan mencari KTP nya, namun tidak ketemu.


"Maaf Pak, sepertinya saya lupa membawa KTP," ujar Kanaya dengan pandangan memohon.


'Ya Ampun, kenapa sampai lupa bawa KTP!' batin Kanaya pada dirinya sendiri


"Maaf Bu, mungkin ibu bisa menelfon Bapak atau Sekretaris Bapak? Saya yakin Bapak pasti akan memberitahu" ujar Security itu yang ragu jika Kanaya adalah istri Elvano.


"Saya tidak membawa Handphone saya pak," ujar Kanaya dengan sedikit malu. Ia tidak mungkin mengatakan bahwa ia tidak mempunyai handphone.


"Ibu bisa pakai telefon saya silahkan hubungi nomor Bapak," ujar Security itu sambil menyodorkan telepon genggam.


'Ya Ampun saya tidak hafal nomornya Kak Elvano," batin Kanaya sambil memaki dirinya sendiri. Karena tidak tahu mengenai apa pun tentang Elvano dan tidak punya persiapan untuk menemui Elvano.


"Saya... tidak hafal nomornya, Pak?" jawab Kanaya dengan menunduk.


"Maaf Bu, saya tidak bisa membantu," ujar Security itu.


Memang bukan security itu jika ia tidak mengenali Kanaya, karena Elvano belum pernah mengajaknya ke perusahaan atau mengenalkannya kepada karyawan.


"Ibu Kanaya?" tiba - tiba seseorang laki - laki datang menegurnya.


"Ya?" jawab Kanaya sambil menoleh ke asal suara tersebut. Seorang laki - laki berusia 30 tahun menghampirinya.


"Apa kabar Bu? Apa ibu kesini untuk menemui Bapak?" tanya Laki - laki itu.


Kanaya pernah melihat laki - laki itu, tapi ia tidak tahu dimana.


"Ibu pasti heran siapa saya. Perkenalkan saya Angga manager marketing di sini," ujar laki - laki yang mempunyai wajah tampan itu.


"Pak Angga, Anda kenal ibu ini?" tanya security tadi.


"Ya. Ibu ini Bu Kanaya, istri Pak Elvano," jawab Angga.

__ADS_1


"Maaf Bu, saya benar - benar tidak mengenal Ibu," ujar Security itu meminta maaf.


"Tidak apa - apa Pak, Saya mengerti Bapak hanya menjalankan tugas," jawab Kanaya.


"Mari saya antar keruangan Bapak Bu," ujar Angga.


"Lewat sini Bu," ujar security itu memberi jalan dan menunjukkan lift VIP pada mereka. Dengan kartu yang dimilikinya, security itu mengoperasikan lift VIP itu. Kanaya dan juga Angga pun melangkah masuk ke dalam lift itu.


"Pak Angga bagaimana Anda mengenali saya?" tanya Kanaya yang merasa bersyukur bertemu dengan Angga.


"Saya datang ke acara resepsi pernikahan Ibu dan Bapak. Ibu salah satu wanita tercantik yang pernah saya lihat. Bagaimana saya bisa lupa?" ujar Angga sambil tersenyum.


"Terimakasih Pak Angga, tapi Anda terlalu melebih - lebihkan.


"Tidak Bu, saya jujur apa adanya. Bapak Elvano sangat beruntung mendapatkan Ibu," ujar Angga dengan sopan.


Ting! Bunyi lift menandakan mereka telah sampai di lantai 50, tempat kantor Elvano.


"Silahkan Bu," Angga mempersilahkan Kanaya keluar terlebih dahulu.


Kanaya pun keluar dan di ikuti oleh Angga. Angga memandu Kanaya ke depan ruangan Elvano.


Tina sekretaris Elvano yang mengenali Kanaya, terlihat terkejut melihat Kanaya datang, namun ia pun segera menyambutnya.


"Selamat Siang, Bu Kanaya dan Pak Angga," sapa Tina.


"Selamat Siang Tina, Pak Elvano ada?" tanya Angga pada Tina.


"Ada Pak, kebetulan baru selesai meeting," jawab Tina yang tanpa ragu membuka pintu ruang kerja Elvano.


"Pak Elvano, ada ibu disini." ujar Tina sambil tersenyum.


Elvano yang sedang membaca sesuatu di layar laptopnya segera mengangkat wajahnya dan memandang Kanaya yang berjalan masuk. Di belakang Kanaya berjalan Angga, Marketing managernya.


Elvano pun tersenyum dan menghampiri mereka.


"Apa kabar Sayang? Kok tidak memberitahu kalau mau datang," ujar Elvano sambil mencium kening Kanaya.


"Aku mau memberi kejutan, Dan aku membawakan makan siang Kak El," ujar Kanaya sambil tersenyum. Kanaya senang jika Elvano berlaku baik padanya, walaupun ia tahu kalau Elvano melakukannya karena mereka berada di tengah - tengah karyawannya.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote.


__ADS_2