Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Hari Kelabu


__ADS_3

"Kanaya, sudah aku katakan aku tidak akan pernah menceraikanmu," ujar Elvano sambil menatap tajam Kanaya.


"Kak Elvano, tidakkah cukup kamu menyakitiku selama ini? tidak cukupkah kau selalu menjadikan ku sebagai istri pajangan dan pelampiasan dendam mu padaku?" tanya Kanaya demikian dalam. Ia belum pernah mengatakan hal itu sebelumnya. Bahkan saat Elvano mencambuknya dulu.


"Sekarang ceraikan saja aku dan kamu bisa hidup berbahagia bersama Maya. Aku berjanji tidak akan hadir lagi dalam kehidupan kalian. Kalau kau minta aku untuk pergi jauh pun aku rela, Kak El. Tapi aku mohon ceraikan aku."


"Diamlah Kanaya! Aku sudah katakan. AKU TIDAK AKAN MENCERAIKANMU!" Ujar Elvano dengan jelas di depan wajah Kanaya, kemudian ia mundur dan menutup pintu kamarnya.


Kanaya memejamkan matanya berusaha bernafas. Dan dengan hati hancur Kanaya masuk ke dalam kamarnya, ia tidak menyangka jika nasibnya akan seperti ini.


Jika Elvano tidak ingin menceraikannya, hanya ada satu pilihannya, bertahan dengan apa yang akan terjadi kemudian.


Elvano berdiri di balik pintu kamarnya tidak bergeming hingga ia mendengar suara langkah kaki Kanaya menjauh. Ia dapat merasakan betapa sakit hati Kanaya, namun ia pun tidak bisa menceraikan Kanaya. Ia tidak ingin kehilangan Kanaya.


Ia terpakasa menikahi Maya karena Maya telah mengandung anaknya. Awalnya ia sempat marah ketika Maya mengatakan padanya bahwa ia telah 2 bulan mengandung.


Elvano tidak menginginkan anak dari Maya, baginya Maya adalah pelampiasan hasratnya terhadap Kanaya yang tidak bisa ia kendalikan. Selama ini ia telah menyuruh Maya untuk minum pil pengontrol kehamilan, namun Maya beralasan lupa meminumnya saat itu terjadi sehingga membuatnya hamil. Dan Elvano tidak bisa menyangkal lagi setelah dokter memastikan umur kandungannya. Dan mengabulkan permintaan Maya untuk menikahinya.


***


Sore harinya Elvano benar - benar menemui orang tuanya bersama Kanaya dan juga Maya.


Kanaya berusaha untuk tabah dan mencoba tersenyum saat Elvano mengatakan kepada orang tuanya bahwa ia akan menikahi Maya.


Seketika itu juga Luna menoleh kepada Kanaya dan memeluk Kanaya.


"Maafin anak Mama ya Ay," ujar Luna saat itu juga.


Luna dan Sean pun marah kepada Elvano, namun kenyataannya bahwa Maya telah mengandung anak Elvano tidak bisa mereka abaikan. Elvano memang harus bertanggung jawab pada Maya.

__ADS_1


"Kanaya juga harusnya sadar diri karena ia tidak bisa memberikan Elvano keturunan," ujar Maya dengan santainya.


"Apa maksudmu?" tanya Luna marah pada Maya dengan tuduhan Maya pada Kanaya.


Elvano dan Kanaya memang menikah hampir 10 bulan, dan belum di karuniai momongan, namun Luna masih berharap mendapatkan cucu dari Kanaya.


"Maya!" Tegur Elvano.


"Sayang, kenapa tidak kau katakan terus terang kalau Maya itu mandul. Dia memang tidak bisa memberikanmu keturunan!" Ujar Maya berbohong dengan berani. Maya tahu Elvano tidak bisa mengatakan apapun tentang hal ini, karena ia tidak akan mau apa yang di lakukannya pada Kanaya sampai di ketahui keluarganya.


Elvano menatap Maya setengah tidak percaya, namun ia juga tidak bisa membantahnya, karena ia tidak mau kedua orang tuanya mempertanyakan mengapa ia dan Kanaya tidak segera memiliki anak.


Maya benar - benar menempatkannya pada pilihan yang sulit.


Kanaya menatap Elvano, berharap Elvano


mengatakan sesuatu untuk membelanya, namun Elvano hanya diam saja. Dan hal itu membuat hatinya bertambah sakit.


Maya kesal melihat Luna, calon ibu mertuanya yang membela Kanaya.


'Lihat saja nanti, kalau aku sudah melahirkan anak ini, siapa yang lebih kamu sayang,' batin Maya dengan sinis.


***


Beberapa hari berlalu sejak hari menyakitkan itu.


Kanaya sedang membaca buku di dalam ruang baca, saat ia mendengar Elvano dan Maya berbicara di lorong ruang baca.


Rupanya saat itu Elvano dan Maya baru pulang dari rumah orang tua Maya dan berdebat cukup keras.

__ADS_1


"Elvano apa maksudmu kamu tidak mengurus ke KUA?" tanya Maya sambil mensejajari langkah Elvano.


"Apa kau menyuruh orang lain untuk mengurusnya?" tanya Maya lagi dengan penuh harap.


"Tidak Maya, aku tidak menyuruh orang lain untuk mengurusnya," jawab Elvano.


"Apa maksudmu Elvano?" tanya Maya tidak terima.


"Maya aku tidak bisa menikahimu secara hukum, aku sudah mempunyai seorang istri," ujar Elvano.


"Tapi... tapi kamu sudah berjanji, Elvano!" Ujar Maya tidak terima.


"Ya, dan aku akan menunaikan janjiku menikahimu secara agama," ujar Elvano.


"Elvano kamu tidak bisa melakukan itu. Aku sedang mengandung anakmu!" Ujar Maya dengan nada putus asa.


"Dan aku akan bertanggung jawab Maya, kamu tidak perlu khawatir dengan anak itu. Aku akan membesarkan dan membiayainya," ujar Elvano kemudian terdengar langkah kaki menjauh.


"Elvano! kamu tidak bisa melakukan itu! Elvano!" teriak Maya, lalu diabaikan oleh Elvano.


Maya menghentakkan kakinya dan terdengar ia membanting pintu kamarnya, membuat Kanaya terkejut.


Kanaya beranjak dari duduknya dan membuka pintu ruang baca, kemudian menutupnya perlahan. Ia hendak kembali ke kamarnya saat Elvano keluar dari kamarnya dan melihatnya keluar dari ruang baca. Kanaya sempat terkejut, namun ia segera melanjutkan melangkah melewati Elvano yang masih berdiri di depan pintu kamarnya sambil menatap Kanaya.


"Kanaya ikut aku," ujar Elvano membuat Kanaya berhenti melangkah.


"Kemana?" tanya Kanaya.


"Jangan banyak bertanya, ayo cepat!" Ujar Elvano sambil menarik lengan Kanaya.

__ADS_1


Mereka menuruni tangga dan keluar melalui pintu depan rumah dimana Panji sudah menunggu mereka.


Jangan lupa, like, komen dan Vote.


__ADS_2