Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Amarah Elvano


__ADS_3

Sarah merasa beruntung karena Desi harus pulang kampung untuk mengurus anaknya yang sakit. Ia bertekad untuk menyenangkan hati Tuannya sehingga ia bisa di promosikan sebagai Kepala Asisten Rumah Tangga untuk seterusnya.


Saat memasuki rumah ia melihat Kanaya yang sedang duduk di ruang keluarga sambil membaca majalah.


"Apa yang kamu lakukan dengan duduk - duduk disini, Nyonya Pelayan?" tanya Sarah sambil bertolak pinggang.


Kanaya menengok ke arah Sarah, dan merasa heran dengan ke aroganan pelayan Elvano itu.


"Jangan ganggu aku Sarah, aku sedang tidak ingin berdebat denganmu," ujar Kanaya lalu membaca Majalah yang di pegangnya.


Sarah merebut majalah itu dari tangan Kanaya dengan kasar.


"Tuan sudah memerintahkanmu untuk membersihkan rumah, kerjakanlah! Jangan bersantai - santai!" perintah Sarah.


Kanaya sangat kesal dengan kearogan Sarah, dan ia pun beranjak dari duduknya.


" Suamiku tidak memerintahkan apapun padaku? Jadi jangan ikut campur dengan rumah tanggaku, dan lakukan tugasmu dengan baik!" ujar Kanaya berhadapan dengan Sarah.


Sarah tertawa.


"Hahahahha.... Maksudmu Suamimu yang sedang tidur di pelukkan wanita lain," ujar Sarah mengejek. Sarah memang melihat Tuannya itu pulang kerumah dengan seorang wanita yang Sexy sambil berpelukan dan membawa wanita itu masuk ke dalam kamar.


Kanaya tertohok oleh kalimat Sarah.


Mereka berdua tidak ada yang tahu jika Elvano berada di kamarnya yang berbeda dengan Maya pagi itu.


"Tuan saja tidak menginginkan kamu, Kanaya. Kau sungguh tidak pantas menjadi Nyonya di rumah ini! Cepat bersihkan meja - meja itu!" perintah Sarah sambil melemparkan sebuah lap ke wajah Kanaya.


Kanaya terkejut dengan perlakuan Sarah kepadanya.


"Apa - apaan ini Sarah! Kamu ini kurang ajar sekali!" ujar Kanaya yang tidak terima dengan apa yang Sarah lakukan padanya.


"Kenapa? Tidak terima? Apa kau mau melapor pada Suamimu itu?" ujar Sarah dengan wajah yang mengolok - olok.


Dan tiba - tiba Sarah menampar Kanaya. Dua tamparan mendarat di pipi Kanaya.


Plak! Plak!


"Cepat kerjakan sebelum Tuan bangun dan melihatmu hanya berdiam diri situ!" petintah Sarah.


"Woow... pertunjukkan yang spektakuler!" ujar Maya sambil bertepuk tangan. Rupanya ia menyaksikan apa yang terjadi dengan Kanaya dan juga Sarah.

__ADS_1


Sarah langsung ketakutan. Ia tahu Maya adalah wanita yang di bawa pulang oleh Tuannya tadi malam. Namun, ia belum mengenal Maya dengan baik. dan takut jika Maya akan mengadukannya pada Tuannya.


"Kanaya..Kanaya lihatlah dirimu. Bukan hanya Elvano yang membencimu, bahkan seorang Pelayan pun tidak menaruh hormat kepadamu. Kau benar - benar sial, Kanaya! ujar Maya dengan sinis sambil tertawa mengejek Kanaya.


Kanaya mengepalkan tangannya kuat - kuat melihat wanita yang berpakaian minim itu menertwainya.


Hatinya begitu sakit di bandingkan dengan tamparan keras yang di berikan Sarah kepadanya. Namun Kanaya tidak ingin menangis di depan kedua wanita itu.


Sarah pun tersenyum,Mengetahui jika Maya, wanita itu ternyata berada pihaknya.


"Maaf Nona, saya sedang menyuruhnya untuk bekerja sesuai perintah Tuan kemarin," ujar Sarah dengan sopan pada Maya.


"Lebih baik kamu kerjakan Kanaya, jangan sampai Tuan Elvano murka lagi padamu!" ujar Sarah sambil melipat tangannya di depan dada. Seolah - olah Kanaya adalah pelayan di rumah itu.


"Kerjakan saja sendiri Sarah! Aku bukan pelayan di rumah ini dan aku tidak menerima perintah darimu!" ujar Kanaya sambil berjalan hendak meninggalkan mereka berdua.


" Mau kemana kamu!" seru Maya dengan kesal dan menarik rambut panjang Kanaya yang terurai.


"Aaaaaaakh! pekik Kanaya kesakitan.


"Apa kamu mau aku laporkan pada Elvano kalau kamu tidak mematuhi perintahnya?" tanya Maya sambil menjambak rambut Kanaya dengan kencang.


"Elvano, ini bukan apa - apa aku hanya ingin memberikan pelajaran pada Kanaya, karena dia tidak mematuhi perintahmu," ujar Maya.


"Perintah yang mana?" tanya Elvano sambil berjalan mendekati 3 orang perempuan yang berdiri di ruang keluarga sambil ia mengerutkan keningnya.


"Tuan, bukankah Tuan menyuruh Nyonya untuk membersihkan rumah ini?" ujar Sarah cepat - cepat untuk menyelamatkan dirinya.


Elvano baru teringat ia memang menghukum Kanaya untuk membersihkan rumahnya kemarin.


Elvano memandang Kanaya yang berdiri sambil tertunduk.


"Apakah dia mengerjakannya?" tanya Elvano pada Sarah, namun pandangannya tetap mengarah ke Kanaya.


"Ya Tuan, Nyonya memang mengerjakannya kemarin dan pagi in...." Sarah hendak memberikan laporannya pada Elvano namun di potong oleh Elvano yang mengangkat telapak tangannya untuk menyuruh Sarah agar diam.


Elvano memang tidak bisa memandang wajah Kanaya, tetapi ia bisa mendengar isakan tertahan Kanaya dari tempatnya berdiri.


Ia pun mendekati Kanaya dan mengangkat wajah Kanaya dengan jarinya.


Kedua mata Kanaya menggenang dan kedua Pipi Kanaya terlihat memerah, bekas telapak tangan seseorang.

__ADS_1


"Siapa yang melakukan ini?" tanya Elvano.


Kanaya tidak menjawab dan menoleh ke arah lain, ia tidak ingin menatap Elvano. Toh Elvano tidak akan membelanya.


sedangkan Sarah dan juga Maya saling pandang. Ekspresi ketakutan terpancar di wajah Sarah.


"Aku bertanya, siapa yang melakukan ini?" tanya Elvano namun kali ini menoleh ke arah Maya dan juga Sarah.


"Dia Elvano!" jawab Maya sambil menunjuk ke arah Sarah.


Elvano menoleh kembali ke arah Kanaya.


"Pergi dan bersihkan kamar ku!" Perintah Elvano pada Kanaya.


Kanaya menatap tidak percaya pada Makhluk laki - laki yang berdiri di hadapannya.


'Tidakkah Kak Elvano akan membelanya sedikit saja di hadapan kedua orang perempuan itu' Batin Kanaya yang merasa sakit.


"Cepat pergi! Dan segera bersihkan kamarku sekarang juga!" perintah Elvano kali ini dengan nada meninggi karena Kanaya tidak melakukan apa yang telah di perintahkannya.


Sarah dan Juga Maya tersenyum melihat Elvano sama sekali tidak membelanya, bahkan menyuruhnya untuk membersihkan kamar.


Kanaya membuang wajahnya dengan kecewa dan berjalan ke lantai dua menuju kamar Elvano.


Elvano memandanginya hingga Kanaya menutup pintu kamarnya. Kemudian ia menoleh ke arah Maya dan juga Sarah.


Plak! Plak! Dua tamparan keras mendarat di pipi Sarah hingga sudut bibirnya sedikit berdarah.


Maya memekik tertahan dan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Berani sekali kamu menyakiti istriku, Sarah! Dan siapa yang menyuruhmu untuk melakukan itu?!" bentak Elvano. Dan menatap sarah dengan tatapan tajam.


Elvano sangat marah atas apa yang Sarah lakukan pada Kanaya. Ia menahan dirinya matian - matian untuk tidak menampar Sarah di depan Kanaya.


Elvano memang menyakiti Kanaya lewat perlakuan dan ucapan, tetapi ia tidak pernah sekalipun mendaratkan pukulan di tubuh Kanaya. Dan Sarah, pelayan rumahnya telah melakukan itu pada Kanaya!


"Tidak ada Tuan," jawab Sarah yang memegangi kedua pipinya yang baru saja di tampar oleh Elvano dengan ketakutan.


"Jangan sekali - kali kau berani mendaratkan tanganmu di tubuh istriku lagi atau kau akan tahu akibatnya!" maki Elvano pada Sarah sambil memegang kerah baju Sarah ke atas hingga Sarah berjinjit.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya. Kalau berkenan tekan tombol like..like ..like yah..yahh😅 Ingat komentarnya juga jangan sampai ketinggalan.😁

__ADS_1


__ADS_2