Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Rahasia Keira


__ADS_3

Hay para readers hari ini author up 3 bab loh untuk kalian semua. Tapi author cuma minta kepada kalian semua jangan pelit kasih jempolnya ya, kasih hadiah mawar juga biar tambah rajin authornya untuk Up hehehe.


****** Flashback 7 tahun yang lalu *******


"Dell.. kamu...?" tanya Elvano terkejut.


Wajah Adella pucat pasi dan melangkah mundur menghindari Elvano sambil menyembunyikan benda itu di belakangnya.


"Apa dia tahu?" tanya Elvano sambil mengikuti Adella keluar dari kamar mandi.


Adella tidak mau menjawab dan berjalan keluar dari kamarnya.


"Adella!" Sergah Elvano, sambil memegang kedua pundak Adella.


"Apa kamu sudah beritahu dia?" tanya Elvano sekali lagi.


Adella mengangguk dan tersenyum miris.


"Lalu...?" tanya Elvano.


" Dia.. memintaku untuk menggugurkannya, dia... tidak bisa meninggalkan istrinya," jawab Adella kemudian dia menangis.


"Adella.." ucap Elvano kemudian memeluk erat sahabatnya itu.


Awalnya Adella tidak mengijikan Elvano untuk bertemu dengan Frans, akan tetapi ia berjanji bahwa ia hanya akan berbicara baik - baik saja dengannya, dan Adella pun memberitahukannya nomor telepon Frans.


Namun saat Frans tahu, ternyata Elvano yang menghubunginya, ia langsung memutus percakapan telepon mereka dan Elvano pun tidak bisa menghubunginya lagi.


Maka jalan satu - satunya bagi Elvano adalah menemuinya di rumah. Tanpa sepengetahuan Adella ia datang ke apartemen Frans.


"Cari siapa, Mas?" tanya seorang perempuan yang tengah mengandung dan ia membukakan pintu untuk Elvano.


Raut wajah Elvano langsung berubah melihat perempuan itu, yang ia yakini adalah Istrinya Frans.Ia merasa kasihan pada Istrinya itu namun ia pun tidak ingin Adella melahirkan anaknya tanpa Suami yang mau bertanggung jawab.


"Fransnya ada, Bu?" tanya Elvano dengan memaksan sebuah senyuman.


"Ada Pak. Dari mana yah?" tanya si perempuan itu.


"Saya temannya, Elvano," jawab Elvano.


Istri Frans tidak curiga apapu pada Elvano, karena penampilan Elvano dan tutur katanya yang sopan.


"Silahkan masuk, Pak Elvano. Suami saya sedang ada di kamar mandi. Sebentar lagi juga keluar. Bapak mau minum apa?" tanya Istrinya itu.


"Tidak usah repot - repot Bu, karena saya hanya sebentar saja," ujar Elvano sambil duduk di sofa ruang tamu, tak jauh darinya ia melihat seorang anak laki - laki berusia sebesar Alvaro sedang bermain di lantai.


Elvano sangat geram pada Frans. Karena saat Istrinya tengah hamil dan memiliki seorang anak kecil, ia masih saja berselingkuh dengan wanita lain.

__ADS_1


Elvano memandang sekeliling apartemen milik Frans. Kelihatannya kehidupan Frans juga tidak berlebih, Apartemen dua kamarnya itu di tinggali dengan Istri dan juga anaknya. Adella memang tidak sering membicarakan Frans, tetapi dari beberapa kali percakapan telepon yang tidak sengaja ia dengar, sepertinya Frans sering meminjam uang kepada Adella. Adella, meskipun bukan seorang pengusah seperti Elvano, akan tetapi ia memiliki usaha butik yang cukup laris dan bisa menopang hidupnya lebih dari cukup.


Setelah menunggu lebih dari 15 menit, Frans keluar dari dalam kamarnya dan terkejut ketika melihat Elvano.


"Pah, ada teman Papah," ujar Istrinya itu.


"Frans," panggil Elvano, dan ia pun mendekat, berusaha bersikap normal di depan Istrinya.


"Mau apa kamu datang kesini?" tanya Frans saat jarak mereka sudah dekat dan ia duduk tak jauh dari Elvano.


"Aku tidak akan datang seandainya kamu mengangkat telepon ku!" Ujar Elvano sambil memandang tajam Frans.


"Masalah ini, antara aku dan juga Adella, kamu tidak usah ikut campur," ujar Frans sambil berbisik.


"Adella adalah sahabatku. Dan ini akan menjadi urusanku saat kamu tidak mau bertanggung jawab terhadapnya!"Sergah Elvano dengan suara yang masih tidak terlalu keras. Ia pun merasa iba dengan Istri Frans, tapi dia bisa apa?


"Dengar Elvano? Aku tidak bisa menikahi Adella! Seperti yang kamu lihat, aku punya anak dan Istri," ujar Frans sambil menatap mata Elvano.


"Lalu kenapa kamu masih berhubungan dengannya! Aku sudah katakan padamu untuk tinggalkan dia!" Sergah Elvano pada laki - laki yang tak bertanggung jawab itu!


"Bukan kemauanku. Adella sendiri yang menyerahkan dirinya kepadaku," ujar Frans dengan senyum yang mengejek.


"Apa?! Kurang ajar!" Teriak Elvano.


Kesabaran Elvano pun memuncak dan ia pun mendaratkan sebuah pukulan di rahang Frans sehingga membuatnya terjelembab ke lantai.


Istri Frans yang sedang ada di dapur mencoba bergegas ke ruang tamu dan melihatnya Suaminya itu sudah babak belur di pukuli Elvano.


"Ampun, Pak. Apapun kesalahan Suami saya , tolong ampuni dia!" Pinta Istrinya sambi memasang badan bagi Frans.


Elvano pun mundur selangkah tidak ingin melukai Istri Frans.


"Ampun Pak. Kalau Suami saya punya hutang, nanti akan kami bayar, Pak." Pinta Istrinya lagi.


"Aaaarghhh!" Elvano berteriak dan menendang kursi di ruang tamu itu untuk meluapkan kekesalannya, karena ia tidak bisa lagi meluapkannya pada Frans.


"Bilang pada Suami Ibu untuk betanggung jawab pada Adella!" Ujar Elvano akhirnya, kemudian ia berbalik badan dan meninggalkan apartemen Elvano dengan kesal.


"Benar - benar lelaki tidak tahu di untung, tidak bertanggung jawab dan pengecut!" Umpat Elvano sambil ia memasuki lift dan memencet basement sebagai lantai tujuannya.


Namun, apapun yang di lakukan Elvano tidak bisa merubah pendirian Frans. Dia tidak bisa menikahi Adella, karena Istrinya pun tengah mengandung dan memiliki seorang anak yang juga masih kecil.


Beberapa hari setelahnya, Elvano mengunjungi butik Adella untuk mengajaknya makan siang keluar. Bagaimana pun ia ingin menghibur Adella.Namun saat sampai di sana Elvano tidak bertemu dengan Adella dan menurut salah satu karyawan di sana Adella sedang pergi ke klinik. Karyawan itu pun memberitahukan kepada Elvano Klinik yang di maksud dan Elvano pun langsung menuju kesana dengan mobilnya. 'Adella baru saja pergi setengah jam yang lalu, semoga saja ia tidak terlambat' batin Elvano sembari mengendari mobilnya dengan cepat. Saat sampai di Klinik itu ia segera berlari ke dalam dan mencari Adella dan tanpa menunggu sedetik pun, Elvano langsung menerobos masuk ke dalam ruangan yang di tunjuk oleh perawat itu. Meskipun awalnya perawat itu tidak mau memberitahu kemana Adella, bahkan terkesan menutup - nutupi, namun Elvano mengatakan kalau dia itu Suaminya barulah perawat itu memperbolehkannya untuk masuk.


"Adella!" Teriaknya saat melihat Adella tengah berbaring di sebuah ranjang di tengah ruangan, dan seorang perawat sedang bersama dengannya.


"Elvano?!" Seru Adella terkejut saat melihat Elvano ada di sana.

__ADS_1


"Adella! Apa yang kamu lakukan? Tolong jangan lakukan ini!" Pinta Elvano.


Elvano memang tidak setuju, jika Adella menggugurkan kandungannya, bagaimana pun Elvano tidak tega, apalagi setelah ia memiliki Alvaro dan membantu persalinan Kanaya lebih dari sebulan yang lalu.


"Maaf Pak, Bapak di boleh ada di sini!" Ujar perawat yang ada di ruangan itu dan juga perawat yang mengikuti Elvano dari luar ruangan itu.


"Suster, saya perlu berbicara pada Adella, tolong beri kami waktu," ujar Elvano berusaha bicara baik - baik pada perawat yang ada di sana.


Perawat itu pun akhirnya mengangguk dan meninggalkan Elvano bersama dengan Adella.


"Elvano! Kamu tidak tahu bagaimana rasanya jadi aku!" Ujar Adella.


"Aku tidak bisa melakukan ini semuanya sendiri, dan Frans tidak mau bertanggung jawab pada anak ini," ujar Adella sambil berurai air mata.


"Kamu tidak sendiri Adella, ada aku. Aku akan membantumu. Tapi tolong, jangan lakukan ini, dia itu anakmu," ujar Elvano.


Adella tertawa miris dan menggeleng.


"Kamu tidak bisa selamanya membantu aku Elvano. Dan bagaimana caranya kamu membantu aku dari cemoohan orang - orang? Aku hamil di luar nikah dan kamu bukanlah Ayahnya!" Ujar Adella.


"Kalau begitu aku akan jadi Ayahnya Adella. Aku... aku akan menikahimu, dan tidak ada yang tahu jika anak ini bukan anakku," ujar Elvano.


"Elvano?" Ujar Adella terkejut. Ia tidak menyangka jika Elvano akan mengatakan hal itu.


"Tidak Elvano, kamu tidak bisa menikah denganku. Kita... kita tidak punya perasaan seperti itu," ujar Adella.


"Tidak apa Adella. Kamu tahu bagaimana aku, dan aku tahu bagaimana kamu, buat aku itu sudah cukup. Asal kamu jangan lenyapkan anak ini sebelum ia punya kesempatan untuk hidup," ujar Elvano sambil menatap mata Adella.


Jika bukan Kanaya, maka Adellah wanita lain yang mengerti tentang dirinya. Dan Elvano tidak keberatan untuk menikah dengan Adella, demi untuk menolongnya dan anak dalam kandungannya, selama Adella tidak keberatan untuk menikah dengannya. Karena hanya Adella lah yang tahu bagaimana perasaannya pada Kanaya. Toh, ia tidak bisa mencintai wanita lain, dan mungkin dengan Adella perasaannya bisa berubah.


"Aku akan menganggap anakku sendiri, aku janji aku akan bertanggung jawab padanya," ujar Elvano, ia hanya bisa menjanjikannya satu hal itu, bertanggung jawab pada anaknya Adella.


****** Flashback berakhir *****


Elvano masih memegang teguh janjinya saat itu. Ia menganggap Keira sebagai anaknya sendiri dan masih bertanggung jawab padanya. Dan tidak ada yang tahu kecuali dirinya, Adella dan tentu saja Frans bahwa Keira bukanlah anak kandungnya. Wajah Keira memang mirip dengan Adella, dan Keira pun lahir setelah 8 bulan setelah mereka menikah. Sehingga tidak ada yang tahu jika Keira bukan anak darah dagingnya dan menganggap Keira lahir prematur.


"Elvano! Elvano!" Suara Adella membangungkan lamunannya. Ia pun menoleh dan melihat Adella menunjuk ke sisinya yang lain.


Kanaya sedang duduk di dekatnya.


"Iya Ay?" tanyanya sambil beranjak duduk.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca.Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2