Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Extra Part 2 Suara laut


__ADS_3

**Hai para readerku author kembali lagi nih... ada yang kangen nggak sama bang El dan Neng Kanaya hahaha. Jangan lupa kasih like dan komentarnyan ya🤗 Semoga suka dengan Extra Part yang Ke 2 ini.


Happy Reading**...


Mentari pagi menyambut, di sebuah kamar terlihat lelaki tampan dengan memakai kaos berwarna biru navy sedang bercengkrama dengan dua anak kecil. Ia terlihat sedang bergantian memakaikan pakaian untuk kedua anak kembar yang masih berusia 8 bulan itu. Jemari tangannya sangat terampil mengurusi kedua bayi lucu itu seperti sudah menjadi kebiasaannya.


"Pakai pakaianmu jagoan! Kau akan semakin tampan seperti Papa. Nah, Princess nya Papa ayo pakai pakaiannya juga biar semakin cantik seperti Bunda " ucap Elvano dengan berbangga hati memakaikan pakaian berwarna senada dengannya untuk putra dan putri kembarnya itu. Lalu beralih mengancing pakaian itu secara bergantian.


Ya, sudah menjadi kebiasaan Elvano mengurus buah hati mereka. Membantu sang istri kesayangannya.


"Pa... Pa," suara celoteh keluar dari mulut Twins B.


"Twins B kalau malam kalian jangan rewel dong! Jatah kalian sama Bunda kan siang. Malam itu, tuh giliran Papa. Waktunya Papa bikin adik lagi buat kalian. Twins B, kalian jangan menganggu kaya orang ketiga ya! Contoh Kakak Alvaro dan Kakak Clara yang selalu tenang di malam hari." celoteh Elvano panjang lebar sambil menatap wajah menggemaskan dari Twins B.


"Da... Da..." Twins B menatap lekat wajah Elvano.


Elvano menghela napas berat.


"Twins B ingat ya, nggak lama lagi. Kalian pasti akan punya adik dan adik kalian pasti akan merebut jatah susu Papa," tutur Elvano mengeluarkan keluh kesahnya pada kedua anak kembarnya itu.


"Twins B, kamu harus selalu ingat kita harus saling berbagi pelukan dengan Bunda ya" ucap Elvano.


Terdengar lucu dia cemburu dengan putra dan putrinya sendiri.


"Twins B tolong kerja samanya!" Ucap Elvano lagi.


Elvano menatap serius kedua anak kembarnya itu seakan mereka mengerti. Dan di balas senyuman oleh mereka berdua.


Oh astaga, kerja sama modus dan mesum yang ia minta pada putra dan putrinya sendiri.


Setelahnya Elvano kembali fokus untuk mengurusi penampilan anak kembarnya itu untuk merapikan rambut Bastian dan juga Berlin.


"Perfect Twins! Jagoan dan Princess Papa udah ganteng dan cantik, tinggal nunggu Bunda" ucap Elvano.


"Da... Da..."


Suara langkah kaki mendekat ke arah mereka, kompak perhatian itu teralihkan pada sesosok perempuan cantik terlihat sangat anggun dengan memakai gaun berwarna navy juga.


"Wah, anak - anak Bunda udah ganteng dan cantik banget si!" Gemas Kanaya melihat putra dan putrinya telah rapi di tangan suaminya.

__ADS_1


"Da... Da," Bastian dan Berlin mengulurkan tangannya.


"Ingat Twins B, bagi - bagi," bisik Elvano pada anak kembarnya.


Elvano mendekat ke arah kanaya.


"Kamu sangat cantik sayang," ucap Elvano lalu mengecup pipi Istrinya.


"Kamu juga sangat tampan, Kak El." balas Kanaya.


"Kalian sudah siap?" tanya Kanaya.


"Sudah! Ayo kita pergi nanti Alvaro dan Clara ngomel lagi," kata Elvano sambil menggendong Bastian dan Kanaya menggendong Berlin.


Tak terasa 8 bulan sudah usia Bastian dan Berlin, bayi mungil dan lucu yang berada dalam gendongan mereka. Ia dan Kanaya kini sedang bergandengan tangan sambil berjalan menyusuri pantai pagi itu, sementara Alvaro dan Clara asyik bermain dan berkejaran di sekitar mereka.


"Kak lihat! Aku dapat keong gede!" Teriak Clara sambil menunjukkan cangkang keong besar yang di temukannya di antara pasir putih di salah satu pulau di kepulauan M yang mereka datangi.


Alvaro datang menghampirinya dan mengambil keong besar itu.


"Coba Ra," ujarnya sambil menaruh keong itu di telinganya selama beberapa saat, lalu menaruh nya di telinga Clara.


"Dengar nggak?" tanyanya.


Alvaro memutar bola matanya.


"Suara laut! Coba dengerin lagi!" Ujar Alvaro menyuruh adiknya itu untuk mendengarkan keong besar itu dan meletakknya di telinga Clara.


Clara fokus mendengarkan, dan senyum lebar menghiasi bibirnya.


"Dengar Kak! Clara denger!" Teriak Clara dengan senangnya, dan ia pun langsung berdiri dan berlari ke arah Elvano dan Kanaya.


"Papah! Bunda!" Panggilnya sambil berlari bertelanjang kaki menghampiri Papa dan Bundanya di ikuti oleh Alvaro.


"Pah, coba denger deh, ada bunyi laut di sini!" Ujarnya sambil menunjukkan keong besar yang di temukannya.


"Oya?" tanya Elvano pura - pura terkejut dan berjongkok agar Clara bisa menaruh keong itu di telinganya.


Dan benar saja, Clara menaruh keong itu di telinganya dan memintanya mendengarkan suara laut yang ada di dalam cangkang keong.

__ADS_1


"Iya, Ra. Papah dengar!" Ujar Elvano sambil tersenyum.


"Dedek Twins, coba dengar!" Ujar Clara sambil menaruh keong itu di telinga Twins B secara bergantian. Twins B yang belum tahu apa - apa hanya berceloteh dan terkekeh saat kakaknya mengajaknya bermain.


"Sini Dek, main sama Kakak," ujar Alvaro yang meraih Berlin dari Baby strollernya dan menaruhnya di pangkuannya. Sedangkan Clara masih asyik berceloteh bersama Bastian seputar keong.


"Kalian jaga adik yah, Papah mau temani Bunda dulu." ujar Elvano sambil menunjuk dengan matanya ke arah Kanaya yang saat itu sudah duduk di atas lounger bersama Desi dan Siti tak jauh dari tempat Elvano dan anak - anak duduk di pasir.


"Iya Pah," jawab Alvaro sambil sibuk bercanda dengan Berlin, adik kecilnya yang baru.


Elvano berjalan mendekati Kanaya yang tersenyum ke arahnya.


"Siti, Desi. Tolong jaga anak - anak di depan!" Pinta Elvano pada kedua asisten rumah tangganya itu.


"Baik Tuan," jawab Siti dan Desi hampir bersamaan dan sambil tersenyum. kemudian meninggalkan Tuan dan Nyonya itu.


"Sayang," ujar Elvano, sambil duduk di lounger bersama Kanaya dan merangkulnya.


"Anak - anak sedang apa?" Tanya Kanaya sambil memandang ke 4 orang anaknya. Yang duduk di pasir pantai pagi itu.


"Main," jawabnya pendek sambil melirik ke arah Kanaya. Ia dan Kanaya sama - sama terkekeh.


Elvano setengah berbaring dan bersandar pada lounger tempat mereka duduk. Ia pun menarik Kanaya sehingga Kanaya ikut berbaring dan mendaratkan kepalanya di dada bidang Elvano.


"Dulu, aku tidak pernah menyangka akan bisa merasakan ini," ujar Elvano tiba - tiba.


"Merasakan apa?" tanya Kanaya tidak mengerti apa yang Elvano katakan. Ia mengangkat kepalanya memandang Elvano saat mengatakannya.


"Berbaring seperti ini dengan wanita yang sangat aku cintai sambil melihat anak - anakku bermain." jawab Elvano sambil menoleh ke arah Kanaya.


Kanaya mendengarkan Elvano dan memandangi wajahnya.


"Ay, apa kamu masih ingat. Saat kau hamil Twins B dan ngidam ingin di belikan bakso beranak saat itu." ucap Elvano tiba - tiba lagi.


"Mana mungkin aku melupakan itu Kak El, kau membelikanku semangkuk bakso beranak dengan harga 4 juta. Saat itu aku benar - benar kaget sekaligus kesal," Jawab Kanaya.


"Aku tahu, mungkin menurutmu aku terlalu lebay saat itu," tambah Elvano sambil tertawa geli mengingat kejadian itu.


Bersambung...

__ADS_1


Bab selanjutnya nanti author bakal kasih part khusus Kanaya saat ngidam si bakso beranak seharga 4 juta itu yah. Kalian sabar menunggu kan? hehe.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya.


__ADS_2