
"Apa - apaan kalian ini? Kalian masak tidak becus!" Hardik Elvano pada sarah yang menyiapkan sarapan paginya.
Di buang semuanya yang berada di meja makan. Ia begitu kesal pagi itu, tidak ada satu pun hal yang beres di matanya. Semua salah di mata Elvano, dan semua orang yang ada di rumah terkena amuknya.
Ia tidak bisa tidur semalaman dan pagi - pagi ia mendengar suara alat pemotong rumput yang memekakkan telinga, sehingga tukang rumput pun kena dampratnya psgi itu dan nyaris kehilangan pekerjaannya jika Desi tidak turun tangan.
"Keluar kalian semua! Keluar!" Teriakmya pada semua pelayan yang ada di rumahnya. Mereka semua Pun keluar dan tidak ingin kena damprat Tuannya. Yang saat itu sedang murka tanpa suatu sebab.
"Sial!" Teriaknya sambil membanting sebuah vas bunga tak jauh dari tempatnya berdiri hingga porak poranda di atas lantai.
Ia pun segera mengambil kunci mobilnya yang ada di lorong yang menuju ke garasinya dan segera menyalakan mobil sport kesayangannya. Hanya beberapa detik saja raungan mobil Elvano itu sudah mulai terdengar hingga ke paviliun pelayan di belakang rumah.
"Ayo, semuanya kembali bekerja!" Ujar Bella sambil menggeleng melihat kelakuan Tuannya yang masih tidak menyadari sebab kegusarannya pagi itu.
Elvano mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, membelah jalan - jalan di kota D , menuju sebuah rumah besar itu dengan mengeluarkan suara decitan rem yang memekkan telinga, yang membuat seisi rumah menoleh keluar. Begitu pula Kanaya yang saat itu sedang berada di dalam salah satu kamar tamu di rumah itu.
Dari kaca jendelanya di lantai bawah, ia bisa melihat Elvano keluar dari mobil sport miliknya dan membanting pintunya dengan keras.
Dari mimik wajahnya Kanaya bisa mengetahui jika Elvano sedang marah dan gusar akan sesuatu namun, Kanaya tidak tahu apa.
"Kanayaaa!" Teriak Elvano begitu memasuki pintu rumah. Para pelayan yang sedang membersihkan ruangan pun langsung berjalan cepat meninggalkan ruangan tidak ingin terkena batunya.
"Elvano, apa - apaan ini?" tanya Luna dengan marah kepada sikap anaknya yang tidak sopan memasuki rumah. Berteriak - teriak dan membanting pintu. Belum lagi suara mesin mobilnya yang membuat kebisingan di pagi hari.
"Kanaya mana, Mah? Cepat kembalikan Kanaya!" Ucap Elvano pada Luna tanpa menyapa dan memberi salam pada Mamahnya itu.
"Apa begitu caramu meminta istrimu kembali?" tanya Luna pada Elvano. Biasanya Elvano akan selalu mengikuti perkataan Mamahnya, namun kali ini ia sudah benar - benar gusar karena Mamanya membawa Kanaya dari rumahnya kemarin.
"Mama tidak berhak membawa Kanaya! Ini urusan rumah tangga Elvano dan Mama nggak berhak untuk ikut campur!" Bentak Elvano pada Mamanya.
__ADS_1
"Elvannooo! Sopanlah sedikit kalau berbicara pada Mamamu!" Bentak Sean pada putra satu - satunya itu.
"Elvano berhak marah, Pah. Karena Mama sudah membawa Kanaya! Dimana Kanaya?" tanya Elvano tidak ingin menanggapi ucapan Papahnya.
"Kanaya! Kanaya!" Panggil Elvano sambil setengah berlari mencari Kanaya ke lantai dua. Di lantai dua itu terdapat banyak kamar kosong untuk tamu - tamu yang menginap.
"Hentikan Elvano, Kanaya tidak ada di sini!" Ujar Luna sambil mengikuti Elvano membuka satu persatu kamar tamu dan memeriksa jika Kanaya ada di dalamnya.
Elvano tidak mengindahkan dan tetap mencari Kanaya di setiap kamar yang di laluinya.
Namun, sampai kamar lantai dua semuanya sudah di periksa. Kanaya tidak juga di temukan. Lisa yang berada di kamarnya di lantai dua pun keluar memandang heran pada Kakaknya yang terlihat seperti tidak bisa mengendalikan emosinya.
Kanaya mendengar semua yang terjadi di dalam kamarnya. Ia diam dan duduk di ranjangnya, mengikuti ucapan Luna tadi malam, jika Elvano datang. Ia tidak boleh keluar dari dalam kamarnya.
"Katakan dimana Mama menyembunyikan Kanaya!" Tanya Elvano pada Luna yang mengikutinya sejak tadi.
"Sudah Mama katakan, Kanaya tidak ada disini," ujar Luna berusaha menyembunyikan Kanaya.
"Elvano sudah hentikan! Jangan berteriak - teriak seperti itu!" Ujar Sean pada Elvano.
"Cepat katakan dimana Kanaya, Pah! Atau Elvano akan menghentikkan dana bulanan untuk kalian semua!" Ancam Elvano
"Apa - apaan kamu Elvano? Bisa - bisanya kamu mengancam keluargamu sendiri!" Ujar Sean dengan kesal.
"Elvano akan melakukan apapun sampai Kanaya kembali ke rumah! Cepat kembalikan Kanaya, Pah!" Teriak Elvano.
Kanaya terkejut mendengar ancaman Elvano pada keluarganya. Ia berani melakukan itu, bahkan pada keluarganya sendiri!
Kanaya mengambil barang - barangnya dan memasukkannya ke dalam tas. Ia tidak mungkin membiarkan Luna, Sean dan Lisa terkena getahnya.
__ADS_1
"Kak El, apa - apaan sih, Kak? Kenapa Kakak bisa berbuat seperti itu?" Tanya Lisa yang juga mendengar ancaman Kakaknya itu.
"Kamu dengar apa kataku! Cepat katakan dimana Kanaya!" Bentak Elvano pada Lisa.
"Elvano dimana akal sehatmu, Nak?!" Tanya Luna heran dengan kelakuan putranya.
"Terserah apa kata Mama! Elvano tetap akan menghentikan dana sampai Kanaya kembali!" Ujar Elvano sambil tersenyum sinis.
Kanaya keluar dari dalam kamarnya. Dan berjalan keruang tengah dimana, Luna, Sean, Lisa dan juga Elvano berada.
Luna yang pertama kali melihat Kanaya keluar kamar dengan menjinjing tasnya.
"Kanaya, masuk kembali, Nak!" Ujar Luna setengah berbisik dan berusaha menarik Kanaya masuk ke dalam kamarnya kembali.
"Tidak... apa... Mah," ujar Kanaya dengan parau. Suaranya masih belum sembuh benar.
Elvano mendengar suara parau Kanaya dan ia pun segera menoleh.
"Kanaya!" Panggilnya sambil menghampiri Kanaya dan langsung memeluknya, mengabaikan Mamanya yang berdiri di dekat Kanaya.
"Kita pulang ya, Ay?" tanya Elvano sambil memeluk Kanaya dengan erat.
"Kak El, jangan... mengancam... Papa.. dan Mama," ujar Kanaya sambil menatap mata Elvano.
"Asalkan kamu pulang, Ay." ujar Elvano dan Kanaya mengangguk.
Kanaya melepaskan diri dari pelukkan Elvano dan berjalan menuju pintu keluar di ikuti Elvano yang kemudian mengambil tas yang di bawanya.
Luna, Sean dan juga Lisa hanya bisa memandangi mereka saat Elvano membawa Kanaya dalam mobil sportnya pergi meninggalkan rumah besar mereka.
__ADS_1
Terima Kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya.