Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Private Island


__ADS_3

**Hay... hay author balik lagi nih hehe. Jangan lupa kasih like dan votenya ya.. ya.. ya😄 Di tunggu juga komentarnya... adakah yang mau kasih 🌷 atau ☕ author selalu menunggunya loh🤗


Happy Reading**.....


Pesta pernikahan di sebuah Private beach di sebuah hotel di kota B terlihat meriah. Meski tidak mengundang terlalu banyak orang akan tetapi kesan hangat dan kekeluargaan terasa di acara yang sakral itu.


Elvano yang mengenakan setelan jas berwarna putih dan Kanaya yang mengenakan gaun pengantin dengan model one shoulder yang membalut tubuh indahnya, terlihat bahagia di antara para tamu - tamu undangan yang ada. Mereka berbicara dengan hangat kepada tamu - tamu undangan yang hadir sambil menikmati jamuan makanan dan minuman dan juga live musik yang ikut menghidupkan suasana pesta.


"Pak, segala sesuatunya sudah siap, helikopter sebentar lagi datang," ujar Arfan berbisik ke arah Elvano.


"Oke, Arfan tunggu sebentar." jawab Elvano.


Elvano menghampiri Kanaya yang sedang berbicara pada Clara dan juga Alvaro.


"Ay, sudah waktunya." ujar Elvano meraih pundak Kanaya dan memberitahunya jika sudah waktunya untuk mereka berdua pergi. Kanaya menoleh ke arahnya dan mengangguk. Kalian jangan nakal ya, ikuti apa kata Oma Luna, Tante Adella dan Om Raka," ujar Kanaya mengingatkan Alvaro dan juga Clara.


"Iya Bunda. Bunda nggak usah khawatir ada Alvaro yang akan jaga Clara. Bunda pergi saja berlibur dengan Papa," ujar Alvaro sambil membusungkan dadanya. Kanaya tersenyum mendengarkan perkataan dari anak sulungnya itu.


"Clara, dengar juga apa yang Kakak katakan," tambah Kanaya.


"Sudah Kanaya, berangkatlah! Mereka akan aman bersamaku dan juga Raka. Tidak usah khawatir ada Oma Luna yang juga membantuku," ujar Adella sambil tersenyum. Namun terlihat tidak sabar menyuruh Kanaya dan Elvano untuk pergi menikmati bulan madu mereka.


"Cepatlah pergi kalian berdua, sebelum kami berubah pikiran!" Kelakar Raka, seolah - olah mengusir Elvano dan Kanaya.


Elvano dan Kanaya akan pergi selama 3 hari untuk berbulan madu dan mereka menitipkan Alvaro dan juga Clara kepada Adella dan Raka juga Luna yang masih berada di kota B untuk sementara waktu.

__ADS_1


Elvano dan Kanaya tertawa mendengar Raka dan Adella mencoba untuk mengusir mereka pergi.


"Terima kasih Adella, Raka," ujar Elvano sambil berpamitan pada mereka dan memeluk mereka.


"No problem Elvano. Selamat bersenang - senang!" Ujar Raka sambil tersenyum menyeringai, menggoda temannya itu yang akan mengalami 'malam pertama' dengan Istri sekaligus pujaan hatinya itu.


"Papa dan Bunda pergi dulu ya, Alvaro, Clara. Kalian baik - baik dan jangan berantem," pesan Elvano sambil mencubit kedua hidung anaknya itu.


"Iya Pah," jawab Alvaro.


"Bunda, kalau pulang nanti jangan lupa bawa dede bayi ya, kaya Om Raka dan Tante Adella," ujar Clara dengan polosnya sambil memeluk Kanaya.


Kanaya sangat terkejut mendengar permintaan Clara. Ia tersenyum geli dan melirik ke arah Elvano. Bagaimana tidak? Ia dan Elvano belum membicarakan untuk mempunyai anak lagi dalam waktu dekat.


"Hahahha... Elvano ingat pesan Clara!" Kelakar Adella mendengar permintaan Clara.


Clara mengangguk dengan penuh antusias, dan berkata, "Pasti Clara doain Pah! Kakak juga kan Ka?"


Sambil tersenyum, Alvaro menjawab dengan sebuah anggukan.


Sebuah helikopter mendarat di heli pad tak jauh dari lokasi pesta mereka. Elvano dan Kanaya pun harus pamit kepada tamu - tamu yang ada di sana. Dan mereka semua bertepuk tangan dan mengucapkan selamat saat Elvano dan juga Kanaya melewati mereka semua menuju ke arah helikopter.


"Kak El, apa tempatnya jauh?" tanya Kanaya setelah mereka lepas landas.


"Nggak Yang, hanya sekitar 20 menit sambil merangkul dan mengecup kening Kanaya.

__ADS_1


Kanaya tersenyum dan merebahkan kepalanya di dada Elvano sambil melihat pemandangan pulau B dan pulau - pulau yang lainnya dan tak jauh di bawah mereka menuju ke sebuah private island tempat bulan madu mereka.


Helikopter yang membawa mereka mendarat di sebuah pulau yang hanya memiliki beberapa buah Villa yang letaknya berada di dekat pantai dan saling berjauhan satu sama lainnya. Sehingga Villa - villa di pulau itu sangat terjaga privasinya.


Seorang petugas Villa menyambut kedatangan mereka dan memandu mereka ke arah gedung utama di pulau itu. tempat administrasi, kantor dan para pelayan berada. Dari sana, Elvano dan Kanaya di antar hingga sampai dia Villa eksklusif yang mereka sewa untuk bulan madu mereka.


"Kak El, tempat ini indah sekali! Ujar Kanaya sambil berkeliling memperhatikan Villa yang akan mereka huni selama 3 hari ke depan.


"Kamu suka Ay?" tanya Elvano sambil menghampiri Kanaya dan memeluk Istrinya.


"Pulau dan Villanya sangat indah, aku sangat suka Kak El," jawab Kanaya sambil berbalik menghadap Elvano.


"Pasti akan sangat menyenangkan, kita mempunyai waktu 3 hari untuk mengeksplore tempat ini," tambah Kanaya dengan bersemangat.


"Aku takut, kita tidak akan sempat melakukan itu, aku lebih suka mengeksplore hal yang lainnya," jawab Elvano sambil menyeringai nakal. Sedetik kemudian ia sudah mendaratkan kecupan - kecupan di sisi bibir Kanaya, dan lanjut sepanjang garis rahangnya berturut - turut.


"Kak El...." panggil Kanaya.


"Hmmm..." jawab Elvano yang mulai mengecup telinga dan leher Kanaya, membuat Kanaya merasakan sensasi membakar tubuhnya dari dalam.


Bersambung....


Nantikan terus kisah mereka ya....!


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho...

__ADS_1


Jangan lupa, like, komen, vote dan hadiahnya.


__ADS_2