Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Penyesalan Datang Terlambat


__ADS_3

Kanaya kembali terisak. Sakit yang di rasakannya masih terasa dan semua perlakuan buruk Elvano pun masih segar dalam ingatannya. Ia tidak bisa melupakannya bahkan sesi terapinya dengan psikolog pun, ia masih tidak bisa menghilangkan peristiwa itu dalam benaknya, dan kerap kali terbawa dalam mimpinya. Trauma yang di alaminya begitu dalam dan lekat.


Devan menghapus air mata Kanaya dengan jarinya dan mengangkat wajah Kanaya hingga ia bisa merasakan kepedihan yang mendalam.


"Izinkan aku menuntutnya untukmu, agar ia tahu bahwa apa yang di lakukannya salah dan bahwa kamu tidak pantas di perlakukan seperti itu," ujar Devan meminta persetujuan Kanaya.


Kanaya bukanlah seorang yang pendendam atau pun pendengki, tetapi mendengar penuturan Devan, ia tahu bahwa apa yang di katakan Devan ada benarnya.


Apa yang Elvano lakukan padanya tidak bisa di biarkan atau di benarkan. Ia tidak pantas mendapatkan perlakuan yang seperti itu, dan tidak seharusnya Elvano memperlakukannya seperti itu!


Dan Kanaya pun mengangguk.


'Aku akan memastikan Elvano akan menerima ganjaran atas perbuatan yang dia lakukan terhadapmu, Kanaya' batin Devan sambil memeluk Kanaya.


****


Elvano tersenyum pagi itu, karena sesi sidang cerainya kemarin, membuktikan pada Hakim bahwa Kanaya dan dirinya adalah pasangan yang serasi dan rumah tangga mereka baik - baik saja. Elvano bahkan berhasil membuat opini publik bahwa tuntutan perceraian Kanaya hanyalah karena kesalahpahaman saja.


Elvano sangat optimis bahwa ia bisa kembali bersama Kanaya. Ia tahu bahwa Kanaya adalah seseorang yang mudah untuk memaafkan orang lain dan ia yakin bisa melembutkan hati Kanaya dan merubah pendiriannya secara perlahan, yang harus ia lakukan sekarang adalah mengulur sidang perceraian mereka sehingga ia punya waktu yang cukup untuk mendapatkan hati Kanaya kembali.


Ia bahkan berencana untuk mengunjugi Kanaya akhir minggu nanti, untuk menemuinya dan berbicara baik - baik padanya.


Setelah mandi dan sarapan, Elvano memutuskan untuk pergi ke kantornya dan mengunjungi Papanya yang saat ini tengah memimpin perusahaan mereka selama ia cuti untuk fokus pada sidang percerainnya.


Dengan menaiki mobil yang di kendarai oleh Panji, ia turun dari loby gedung perusahaannya.


Karyawannya yang telah sebulan lebih tidak melihatnya pun terkejut saat melihat kedatangan Elvano. Mereka terlihat senang dengan kehadiran Elvano dan langsung menyapanya, bahkan ada beberapa yang menyalaminya.


Tentu hal itu membuat suasana hatinya bertambah senang. Ia pun langsung menaiki lift langsung ke lantai teratas menuju ke kantor CEO.


"Selamat pagi Pak," sapa Tina sekretarisnya itu, saat melihat Elvano datang dengan wajah yang tersenyum bahagia.


"Pagi Tina. Apa Papaku ada di dalam?" sapa balik Elvano dan bertanya dengan ramah.


"Pak Sean ada di dalam, Pak Elvano." jawab Tina sambil berjalan membukakan pintu ruang kantor kepada Elvano.

__ADS_1


"Pagi Pah!" Sapa Elvano dengan sumringah saat ia masuk ke dalam kantor dan melihat Papanya duduk di kursi yang biasa di tempatinya.


"Pagi Elvano! Tumben datang ke kantor," sapa balik Sean sambil beranjak dari duduknya dan tersenyum melihat mood Elvano yang sedang baik pagi itu,"


"Iya Pah, karena sudah lama Elvano tidak melihat kondisi kantor," jawab Elvano sambil mencium tangan Papanya. Sean mengangguk dan menepuk bahu putranya itu.


"Bagaiamana kabarmu, Elvano? Apa sudah ada berita baik?" tanya Sean sambil duduk kembali di kursinya.


Elvano tersenyum dan duduk di kursi penerima tamu di hadapan Sean.


"Elvano sangat optimis akan memenangkan kasus perceraian Elvano. Elvano akan mencoba menemui Kanaya lagi minggu ini, Pah" jawab Elvano. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu Kanaya.


"Bagus Elvano, jangan putus asa! Tetap berusahalah!" Ujar Sean memberi semangat.


"Iya Pah, doakan saja. Semoga Kanaya bisa memaafkan Elvano dan menerima Elvano kembali," ujar Elvano dengan apa adanya. Itulah yang ia harap Kanaya akan lakukan untuknya. Memaafkannya dan memberinya kesempatan kedua.


Elvano berjanji dalam hatinya tidak akan mengulangi kembali apa yang di lakukannya pada Kanaya, dan akan memperlakukan nya dengan sebaik - baiknya.


Seandainya saja dulu dia mendengarkan perkataan kedua orang tuanya dan juga Desi yang telah memperingatkannya dan bukannya mendengarkan perkataan Maya, mungkin semua ini tidak perlu terjadi dan ia akan hidup berbahagia bersama Kanaya saat ini.


Tiba - tiba pintu ruangan kantor CEO terbuka, Kapten Riko dan beberapa anak buahnya masuk ke dalam kantor itu di ikuti oleh Tina yang tampak pucat wajahnya.


"Kapten Riko! Wah, ada kebetulan apa kita bisa bertemu di sini?" seru Elvano yang terkejut dengan kehadiran kapten polisi itu ke ruangan CEO perusahaan Alvarendra.


Sean pun terkejut, karena ia tidak memiliki janji temu dengan Kapten polisi itu.


Kapten Riko melangkah dan memberikan sebuah amplop berkepala surat kepolisian kepada Elvano.


Elvano yang masih keheranan pun, menerima amplop surat itu, membukanya dan membaca isinya.


"Saya mohon maaf, Pak Elvano dan Pak Sean. Saya harus melaksanakan tugas saya.


Saya harus membawa Pak Elvano ke kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait tuntuttan hukum atas penganiyayaan yang di lakukan Pak Elvano terhadap Ibu Kanaya Zavira." ujar Kapten Riko, dan dengan itu ia mengisyaratkan anak buahya untuk membawa Yohanes Elvano Alvarendra.


"Tunggu dulu, Pak! Ini pasti ada kesalahan!" Ucap Elvano serta merta sembari berdiri dari kursinya, begitu pula dengan Sean yang langsung mendekati Elvano.

__ADS_1


Sean mengambil surat perintah pemeriksaan yang ada di tangan Elvano dan membacanya


"Pak Elvano, saya mohon. Bapak untuk tidak menolak dan bekerja sama dengan kami, sehingga kami tidak perlu membawa Bapak dengan paksa," ujar Kapten Riko


"Tunggu Pak, pasti ada kekeliuran. Kanaya tidak mungkin melakukan ini!" Ujar Elvano tidak percaya, jika Kanaya mengadukannya kepolisi akan apa yang di lakukannya dulu terhadapnya.


"Maaf Pak. Surat tuntuttan sudah resmi di ajukan oleh tim pengacara dari Firma Hukum Permana beserta bukti - buktinya," ujar Kapten Riko.


"Kami hanya melaksanakan tugas kami, Pak Elvano. Pak Elvano harap ikut dengan kami untuk mendalami pemeriksaan yang lebih lajut," tambah Kapten Riko.


Pintu kembali terbuka dan terdengar langkah kaki mendekat.


Semua mata memandang ke arah asal suara itu, dan melihat Devan Permana berhenti di pintu kantor Elvano yang terbuka.


Saat itulah Elvano sadar jika Kanaya benar - benar telah menuntutnya.


"Mari Pak Elvano," ujar Kapten Riko, sembari memberi isyarat kepada kedua anak buahnya untuk membawa Elvano. Kedua orang anggota polisi memegang tangan Elvano dan menuntunnya menuju pintu keluar.


Elvano berhenti di depan Devan dan menatapnya. Namun, sebelum ia sempat berkata, Devan berucap " Sudah aku katakan padamu, aku akan menjebloskanmu ke dalam penjara jika kau menyakitinya,"


Elvano ingat. Devan Permana pernah mengatakan itu, saat pertama kali Kanaya menghilang dari rumahnya. Ia hanya tidak pernah menduga hal ini akan benar - benar terjadi padanya.


Kanaya yang di ketahuinya berhati lemah lembut, ternyata telah mengadukannya ke kantor polisi dengan bantuan Devan Permana. Dan Polisi pun membawa Elvano pergi untuk di periksa lebih lanjut.


"Devan Permana!" Panggil Sean. Saat Elvano dan polisi sudah keluar dan hanya tinggal mereka berdua.


Devan yang hendak keluar pun menoleh.


"Apa sedemikina buruk, perlakuan Elvano pada Kanaya, hingga dia tega mengadukan suaminya sendiri ke polisi?" tanya Sean pada Devan dengan wajah memerah karena marah akan pengaduan Kanaya pada anak laki - laki satu - satunya itu. Sean menyangka Kanaya tidak tahu terima kasih, padahal Elvano telah membantu bisnis Rayhan Adi Wiguna, Ayah Kanaya.


"Apakah mencambuk, mencekik, hingga hampir tewas dan memperkosa Istrinya sendiri hingga sakit dan membuatnya trauma, tidak cukup buruk bagi Bapak? Sekarang Bapak bisa menyimpulkannya sendiri," jawab Devan, lalu ia pergi melangkah meninggalkan kantor besar dan megah milik Elvano.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya.


__ADS_2