Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Bertemu lagi


__ADS_3

"Saya permisi dulu, Pak," ujar Tina yang merasa canggung berada di sana. Sesama perempuan, ada rasa bersalah menemui istri bosnya itu saat ia mengetahui perselingkuhan bosnya dengan Maya. Namun ia pun tidak bisa memberitahu istri bosnya itu mengenai Maya, karena ia bekerja pada Elvano. Tina pun undur diri dari ruang kantor bosnya.


"Selamat siang Pak Elvano," sapa Angga sambil tersenyum.


"Siang Angga. Ada apa?" tanya Elvano pada Angga yang masih berdiri di ruang kerja Elvano.


Elvano tidak tahu ada apa Angga masih berdiri di dalam ruangannya.


"Tidak ada apa - apa, Pak? kebetulan tadi saya bertemu dengan ibu Kanaya di bawah dan saya menemaninya kesini," ujar Angga.


"O ya?" Tanya Elvano sambil memandang Kanaya.


"Karena Ibu sudah bertemu dengan Bapak saya permisi dulu ya Bu," ujar Angga pada Kanaya sambil memandang wajah Kanaya.


"Iya Pak Angga, terima kasih karena telah mengantar saya. Kalau tidak ada Pak Angga saya mungkin tidak sampai kesini. Terima kasih ya Pak," ucap Kanaya dengan tulus.


"Iya Bu, sama - sama. Saya permisi dulu," ujar Angga sambil menyalami Kanaya.


Elvano berdehem melihat mereka bersalaman, dan Angga langsung menarik tangannya.


"Saya permisi Pak Elvano," pamit Angga kemudian menyalami Elvano.


Angga pun keluar setelah tersenyum pada Kanaya.


Kanaya menoleh ke arah Elvano saat Angga telah menutup pintu, dan melihat Elvano tengah menatapnya tajam.


"Mmmmm..... Kak El, aku membawakanmu makan siang. Kamu sudah makan atau belum?" tanya Kanaya sambil berjalan ke meja Elvano dengan kikuk ke meja kerja Elvano dan menaruh kotak makan yang di bawanya dari rumah untuk Elvano.


Kanaya sedang membuka bungkus kotak makannya dan menaruhnya di atas meja kerja Elvano, saat tiba - tiba Elvano mencengkram pergelangan tangannya dengan kencang.


"Apa kamu sengaja menggoda dia?" tanya Elvano dengan geram.


"Kak Elvano, Apa maksudmu?" tanya Kanaya dengan meringis. Ia tidak tahu apa yang di bicarakan oleh Elvano, karena ia tidak merasa menggoda siapa pun.


"Untuk apa kamu tersenyum padanya kalau tidak untuk menggoda dia?" tanya Elvano lagi sambil menunjuk ke arah pintu.


"Maksudmu Pak Angga?" tanya Kanaya mencoba menebak maksud perkataan Elvano.


"Siapa lagi?" tanya balik Elvano.


"Lepaskan aku Kak El, aku tidak menggodanya. Dia hanya membantu aku di bawah tadi karena ia mengenali aku saat aku kesulitan untuk menemuimu," ucap Kanaya menjelaskan pertemuannya dengan Angga.


Elvano menepis tangan Kanaya dengan kesal. Ia tidak suka jika Kanaya tersenyum manis pada laki - laki lain, apalagi saat laki - laki itu memandang Kanaya dengan kagum.


"Untuk apa kamu datang kesini Kanaya? Bukankah aku sudah bilang untuk tidak keluar rumah tanpa seijinku?" tanya Elvano sambil melipat tangan di depan dada.

__ADS_1


"Aku membawakanmu makan siang. Makanlah," ujar Kanaya berusaha tersenyum pada Elvano, Padahal pergelangan tangannya masih terasa sakit karena cengkraman Elvano tadi.


Memandang wajah pucat Kanaya yang memandangnya dengan rasa takut, Elvano pun berjalan ke arah meja kerjanya dan duduk menghadap kotak makan yang di bawa Kanaya untuknya.


Kanaya pun mengambil gelas untuk Elvano dan mengisinya dengan air putih yang ada disana dan meletakkannya kembali ke meja kerja Elvano.


"Aku akan duduk disana," ujar Kanaya yang tahu diri jika Elvano tidak ingin makan jika ia ada di dekatnya.


Kanaya pun berjalan ke arah sofa di sebrang meja kerja Elvano dan mengambil sebuah majalah bisnis dari atas meja dan mulai membacanya.


Kanaya memang tidak mengambil kuliah bisnis. tetapi ia sedikit - sedikit banyak paham mengenai dunia usaha karena sering mengikuti acara - acara pengusaha bersama papanya. Sebentar saja Kanaya sudah serius dengan bacaannya, sementara Elvano memakan makan siangnya.


Awalnya Elvano enggan memasak makanan Kanaya. Karena menunya yang sederhana dan terlebih lagi Kanaya yang memasaknya.


Rasa benci terhadap Kanaya datang silih berganti tanpa ia bisa kendalikan. Sesaat ia sangat membenci Kanaya, tetapi di lain waktu ia bisa merasa iba bahkan bersikap protektif dan posesif terhadap Kanaya.


Dan saat melihat Kanaya yang serius sedang membaca majalah bisnis di kantornya, ia merasa nyaman menikmati pemandangan di lihatnya. Tanpa di sadari ia mulai memakan masakan Kanaya untuknya. Satu suap menjadi dua suap, sampai akhirnya ia menghabiskan. makan siang yang sangat sederhana menurutnya itu.


Elvano tidak beranjak dari kursinya walaupun ia telah menghabiskan makan siangnya. Matanya seperti terhipnotis pada sosok Kanaya yang tengah asik membolak - balik majalah bisnis di pangkuannya.


Hingga terdengar suara ketukan dari ruang asisten pribadi Elvano yang membuat Kanaya menoleh ke arah Elvano, dan Elvano pun tersadar dari lamunannya.


"Masuk," ucap Elvano sambil menutup kotak makannya yang telah kosong.


Anton masuk melalui pintu penghubung ruang asisten.


Anton pun tahu mengenai perselingkuhan bosnya dengan Maya, tetapi ia tidak tahu rencana buruk Elvano terhadap Kanaya.


"Siang Anton," jawab Kanaya sambil tersenyum.


"Ada apa Anton?" tanya Elvano sambil beranjak dari duduknya untuk mencuci tangan.


Melihat Elvano yang telah selesai makan, Kanaya pun beranjak dari duduknya kemudian berjalan ke arah ke arah meja kerja Elvano. Dan membereskan kotak makan yang ada di sana.


"Mengingatkan Bapak bahwa ada meeting setengah jam lagi dengan klien kita Pak," ujar Anton sambil menaruh sebuah berkas di meja kerja Elvano.


"Baiklah, aku akan bersiap - siap," ujar Elvano.


Mendengar itu, Kanaya memutuskan untuk pulang.


"Aku lebih baik pulang sekarang," ujar Kanaya sambil memasukkan kotak makan Elvano ke dalam paper bag yang di bawanya.


"Kamu kesini naik apa?" tanya Elvano.


"Aku pinjam mobilmu Kak El, nanti aku kembalikan ke tempatnya lagi."ujar Kanaya yang tidak ingat jika ada Anton disana.

__ADS_1


"Baiklah," ujar Elvano pendek.


Kanaya mencium punggung tangan Elvano dan keluar dari ruang kerja Elvano, kemudian ia turun melalui lift biasa, karena ia tidak punya kartu akses untuk menaiki lift VIP. Dan lagi - lagi ia bertemu dengan Angga yang naik lift dari lantai 40, tempat divisinya berada.


"Ibu Kanaya, kita ketemu lagi!" seru Angga sambil tersenyum lebar.


"Ah, iya, Pak Angga kebetulan sekali," ujar Kanaya sambil tersenyum.


"Ibu mau kemana?" tanya Angga heran yang melihat Kanaya turun sendirian dan menggunakan lift untuk karyawan biasa.


"Saya mau pulang," jawab Kanaya polos.


"Tidak bareng Bapak?" tanya Angga tambah penasaran. Ia heran jika Elvano membiarkan istri cantiknya kemana - mana sendirian.


"Tidak, kebetulan Bapak ada meeting penting, dan tidak bisa di tinggal." alasan Kanaya.


"Ibu ada yang mengantar?" tanya Angga.


"Saya bawa mobil sendiri Pak Angga" jawab Kanaya dan Angga pun mengangguk.


Sementara itu Elvano dan Anton yang hendak berangkat ke tempat meeting selanjutnya sudah menaiki lift VIP menuju ke loby. Tentu saja lift VIP turun lebih cepat dari lift karyawan biasa, karena langsung ke lantai tujuan tanpa berhenti.


Saat Elvano dan Anton telah sampai di lantai dasar, dan melangkah keluar lift dan tanpa sengaja ia melihat Kanaya dan juga Angga keluar bersama - sama sambil mengobrol akrab dari lift karyawan yang berada beberapa meter darinya.


Seketika itu juga Elvano langsung menghampiri Kanaya dan juga Angga.


"Kanaya!!" panggil Elvano, membuat Kanaya terkejut dan menoleh ke arah Elvano.


"Kak El?" ujar Kanaya terkejut melihat Elvano menghampirinya.


"Kamu kenapa masih disini?" tanya Elvano sambil menarik Kanaya dan mendekatinya sehingga membuat jarak pada Angga.


"Aku baru saja sampai, maksudmu liftnya baru saja sampai," ujar Kanaya sambil menunjuk lift yang tadi di naikinya.


"Liftnya memang agak padat siang ini," ujar Angga membantu Kanaya menerangkan.


"Ya sudah ayo kita pulang," ujar Elvano sambil menggandeng tangan Kanaya menuju mobilnya.


Kanaya mengangguk pada Angga dan mengikuti Elvano yang menarik tangannya.


"Kak Elvano, aku bisa pulang sendiri, aku bawa mobil," ujar Kanaya saat mereka sudah hampir sampai di mobil Elvano.


"Cepat masuk!" perintah Elvano sedikit emosi. sementara ia masih berdiri di depan pintu mobil. Kanaya pun tidak membantah dan masuk ke dalam mobil.


Nantikan terus kisah mereka ya....!

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf kalau masih banyak typho.


Jangan lupa, like, komem dan vote.


__ADS_2