Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Usaha Maya


__ADS_3

Elvano beranjak dari duduknya dan menghampiri Kanaya kemudian menariknya berjalan menuju kursi yang di tujunjukkannya dan mendudukan Kanaya di sana. Ia sendiri mengambil tempat duduk di samping Kanaya.


"Mulai saat ini, aku ingin kamu duduk di sini setiap kali aku makan," ujar Elvano sambil mengambil gelas dan meminumnya.


Sarah mendekat dan mengambilkan mangkok nasi untuk Elvano.


"Pergilah Sarah, ada Kanaya disini yang akan melayaniku," ujar Elvano pada Sarah sambil menyentakkan tangannya.


Sarah pun pergi dengan hati yang dongkol. 'Lagi - lagi Kanaya gadis kampungan itu telah berhasil memikat Tuannya.' batin Sarah.


"Ay, ambilkan aku makan, kamu tau kan apa yang aku suka," ujar Elvano sambil tersenyum. Ia ingin di layani Kanaya pagi itu. Sudah lama ia tidak merasakannya.


Kanaya pun mengambilkan Elvano sarapannya, sesuai porsi biasanya Elvano makan.


"Kamu juga makan Kanaya, temani aku," ujar Elvano saat melihat Kanaya tidak mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


"Aku belum terlalu lapar Elvano, aku makan nanti saja," ujar Kanaya merasa belum ingin makan.


"Makan, walau hanya sedikit." ujar Elvano sambil menyendokkan nasi ke piring Kanaya dan ia pun mengambilkan lauk pauknya ke atas piringnya.


"Makan Kanaya," ujar Evano sekali lagi saat Kanaya hanya memandangi isi piring yang ia ambilkan.


Mau tak mau Kanaya pun mengambil alat makannya dan mulai menyendokkan makanan ke mulutnya.


Kanaya melirik ke arah Elvano yang sedang menyantap sarapannya. Elvano benar - benar berubah 180 derajat sejak kemarin. Apa yang terjadi? Apakah dia sudah benar - benar berubah atau hanya akal - akalannya saja?


Tak di sadarinya ia menatap wajah Elvano terus - menerus, membuat Elvano memergokinya.


"Apa yang kamu lihat? Ada yang aneh?" tanya Elvano pada Kanaya.


"Tidak, tidak ada. Aku hanya.... belum terbiasa," ujar Kanaya.


"Kamu akan terbiasa Kanaya, karena aku ingin setiap hari seperti ini," ujar Elvano sambil mengenggam tangan Kanaya.

__ADS_1


"Habiskan makananmu, aku harus pergi bekerja sebentar lagi," ujar Elvano sambil menaruh tangan Kanaya kembali ke atas meja.


Kanaya pun menyantap makanannya, namun kali ini gantian Elvano yang memperhatikannya.


Baru kali ini Elvano memperhatikan Kanaya makan. Bagaimana Kanaya memasukkan makannannya ke dalam mulutnya dengan perlahan dan tidak tergesa - gesa hampir sama dengan cara makan Devita. Mungkin kedua orang tua mereka yang mengajarkannya seperti itu.


Elvano memperhatikan ada beberapa makanan yang di pinggirkan oleh Kanaya. Apa dia tidak menyukainya? Elvano baru tersadar bahwa ia tidak mengetahui apapun tentang Kanaya, dan apa saja yang di sukainya. Padahal Kanaya hampir selalu tahu apa saja makanan kesukannya dan kebiasaannya.


"Sudah, aku sudah kenyang," ujar Kanaya sambil menaruh alat makannya di atas piring.


Elvano mengambil gelas air putih milik Kanaya dan memberikannya pada Kanaya dan meminumnya.


"Antarkan aku depan, Ay" pinta Elvano saat Kanaya telah selesai meminum airnya.


Kanaya mengangguk dan berjalan ke pintu depan bersama Elvano.


Panji membukakan pintu untuk Elvano. Elvano berhenti setelah menoleh ke arah Kanaya.


"Aku pergi dulu ya, Ay" ujar Elvano sambil menunduk dan mengecup bibir Kanaya sesaat, kemudian tersenyum dan masuk ke dalam mobil.


Maya berusaha menghubungi Elvano seharian. Ia ingin bertemu dengan Elvano, setelah mengetahui bahwa Elvano telah kembali dari perjalanan bisnisnya. Namun Elvano tidak pernah mengangkat panggilan teleponnya, bahkan Anton asisten pribadi Elvano mengabaikan telepon darinya.


Maya sangat geram, apalagi saat ia menelepon Sarah. Dan Sarah menceritakan jika Elvano memperlakukan Kanaya dengan berbeda. Terlebih lagi saat ia mengetahui Elvano dan Kanaya telah tidur bersama di dalam kamar Elvano. Kamar Elvano yang ia saja belum pernah membaringkan dirinya di ranjang Elvano.


Maya pun menunggu Elvano di lobby kantornya, menunggu hingga ia kembali ke kantornya.


Hari itu, Elvano teramat sangat sibuk. Setelah pergi ke luar kota beberapa hari, banyak sekali hal yang harus di cek olehnya, termasuk mengunjungi beberapa pabrik dan kantor - kantornya yang lain. Sehingga ia pun baru kembali ke kantornya menjelang malam.


Seperti biasa ia berjalan bersama Anton dan langsung menaiki lift VIP menuju ke ruangan kantor.


Melihat Elvano sudah tiba di kantornya Maya pun segera menaiki lift menuju ke ruangan Elvano.


"Elvano!" Panggilnya saat pintu lift terbuka dan ia masih melihat Elvano berada di lorong lantai itu sambil berbicara dengan salah satu seorang karyawannya.

__ADS_1


Elvano menoleh ke arah suara Maya yang sudah di kenalnya dengan baik, menatapnya sesaat untuk kemudian mengalihkan pandangannya kembali ke Kevin karyawan akunting di perusahaannya.


"Elvano," panggil Maya lagi tidak menyerah.


"Maaf Mbak, Bapak sedang sibuk. Sebaiknya Mbak datang lain waktu," ujar Anton saat Maya berjalan ingin mendekati Elvano.


"Anton, kamu jangan kurang ajar ya! Biarkan saya bicara dengan Elvano, ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengannya," ujar Maya bersikeras ingin bertemu Elvano.


Elvano pun merasa risih mendengar suara Maya, sehingga ia pun menyudahi pembicaraannya dengan Elvano dan melangkah masuk ke dalam ruangannya.


"Elvano! Jangan mengabaikan aku! Ada hal penting yang ingin aku bicarakan ini mengenai Kanaya!" Teriak Maya.


Elvano menghentikkan langkahnya saat Maya menyebut nama Kanaya.


'Mau apa Maya menyebut - nyebut nama Kanaya' batin Elvano.


Elvano menjadi kesal, berpikir Maya akan menjelek - jelekkan Kanaya seperti saat ia mengkambing hitamkan Kanaya atas keguguran kandungannya.


"Maya, jangan bawa - bawa Kanaya. Pergilah dari sini! Aku tidak ingin berbicara denganmu!" Ujar Elvano dengan kesal sambil membalikkan badannya.


Tina dan Anton yang berada di antara keduanya menjadi canggung.


"Tapi Elvano, apa yang ingin aku katakan ke kamu itu penting, dan kamu harus tahu kelakuan Kanaya saat kamu tidak ada!" Ujar Maya tetap berusaha dengan segala cara untuk dapat membujuk Elvano mau berbicara dengannya. Namun Elvano malah merasa muak mendengar ucapannya.


"Anton, cepat bawa Maya pergi dari sini!" Perintah Elvano dengan kesal.


"Lihat ini!" Seru Maya saat Anton mulai menariknya menjauh. Maya melempar sesuatu ke tubuh Elvano dan benda itu melayang jatuh ke lantai.


Pandangan mata Elvano mengikuti arah benda yang jatuh ke lantai itu dan seketika itu wajahnya memerah melihat benda yang ternyata adalah foto Kanaya yang memeluk erat seorang laki - laki, di halaman sebuah hotel. Ia pun mengambil foto itu dan memegangnya dengan erat.


"Jelaskan apa ini!" Teriak Elvano dengan emosi sambil meraih lengan Maya dengan kasar dan menariknya masuk ke dalam ruang kantornya.


"Kalian semua tunggu di luar!" Perintah Elvano pada Tina dan juga Anton. Kemudian ia menutup pintu ruangannya dan menghempaskan Maya di sofa di ruang kantornya dengan kasar.

__ADS_1


"Apa ini! Aku bersumpah akan membunuhmu kalau kau hanya mengada - ngada!" Teriaknya pada Maya, meminta penjelasan padanya mengenai foto yang di bawa Maya.


Jangan lupa like, komen dan vote.


__ADS_2