Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Pulang Bersama Maya


__ADS_3

Saat Kanaya selesai makan, Sarah tiba - tiba datang.


"Siapa yang menyuruhmu makan?" tanya Sarah dengan kurang ajar.


Kanaya menoleh ke arah Sarah dan ia pun berdiri.


"Aku tidak memerlukan ijinmu untuk makan," ujar Kanaya sambil berjalan melewati Sarah dan mengabaikannya. Ia pun kembali mengerjakan pekerjaannya.


Sarah pun berdecak dan menghentakkan kakinya ke lantai karena kesal.


"Bella, siapa yang menyuruhmu untuk menyiapkan makanan untuk perempuan itu?" tanya Sarah pada Bella yang sedang membenahi meja makan.


"Tidak ada," jawab Bella tanpa melihat pada Sarah.


"Dengar, jangan menyiapkan makanan apapun tanpa seijinku mengerti?" ujar Sarah sambil memegang lengan Bella dengan kencang. Bella pun meringis.


"Tapi Tuan tidak melarang Nyonya untuk makan, Sarah" ujar Bella membela diri.


"Tuan tidak ada di sini dan aku yang berkuasa saat Tuan tidak ada!"


"Kalau kamu melakukannya lagi, aku akan memastikan kalau kamu akan kehilangan pekerjaanmu! Paham?!" ancam Sarah dan Bella pun terpaksa mengangguk, sebab Elvano menugaskan Sarah menjadi Kepala Asisten Rumah Tangga selama Desi cuti pulang ke kampungnya. Dan semua pelayan di rumah itu tidak berani melawan Sarah.


Sekitar jam 4 sore Kanaya baru selesai membersihkan rumah besar Elvano. Ia pun segera kembali ke kamarnya untuk mandi dan beristirahat.


Kanaya merasa sangat lelah hingga ia pun tertidur segera setelah ia berbaring di atas ranjangnya.


Saat ia terbangun waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, ia pun segera membasuh wajahnya dan turun ke bawah.


Saat membersihkan rumah tadi, ia berpikir perlakuan buruk Elvano padanya di sebabkan karena Elvano menyangka ia telah dengan sengaja membunuh Devita. Dan Elvano pun membalas dendam pada dirinya.


Kanaya berniat berbicara kepada Elvano dan menjelaskan kesalahpahaman Elvano, saat nanti ia bertemu dengannya.


Kanaya berjalan ke dapur hendak memasak makanan untuknya dan Elvano. Ia tahu Sarah tidak memasak makanan untuknya.


Ia tidak mempedulikan Sarah yang menatapnya dengan kesal. Toh Sarah tidak akan berani melarangnya, kecuali Elvano telah menyuruhnya.


Jam 7 malam Kanaya telah selesai memasak untuk Elvano dan ia pun menunggu Elvano pulang sambil menonton televisi di ruang keluarga.


***

__ADS_1


Di kantor Elvano, ia baru saja selesai memeriksa laporan keuangan bulanan perusahaannya, saat Maya masuk dengan tiba - tiba.


"Maaf Mbak, Bapak sedang sibuk dan Anda tidak dapat masuk ke dalam," ucap Tina sekretaris Elvano pada Maya yang memaksa masuk menemui Elvano.


"Elvano, Sekretarismu melarangku masuk untuk menemuimu," ujar Maya dengan merajuk dan berjalan menghampiri Elvano.


"Aku sudah katakan bahwa aku ini kekasihmu, tetapi dia masih tetap saja tidak membiarkan aku masuk," ujar Maya sambil merangkul pundak Elvano.


"Tinggalkan kami, Tina" ujar Elvano pada sekretarisnya itu.


"Baik Pak," jawab Tina.


"Ada apa Maya?" tanya Elvano sambil merapikan berkas - berkas kerjanya.


"Aku bosan, kita jalan yuk!" ujar Maya sambil duduk di meja Elvano dan menyilangkan kakinya sehingga rok pendek yang di kenakannya tertarik ke atas dan memperlihatkan pahanya di depan mata Elvano.


Elvano pun sebenarnya enggan pulang ke rumah. Karena bertemu dengan Kanaya membuatnya gelisah. Padahal ia berniat ingin membuat Kanaya menderita, tetapi justru ia sendirilah yang gelisah dengan keberadaan Kanaya di rumahnya.


"Kamu mau kemana Maya?" tanya Elvano sambil meletakkan tangannya di paha Maya yang terbuka. Toh Maya memang sudah menyodorkannya padanya, kenapa tidak?


"Temanku mengadakan pesta ulang tahun di Flower Club, datanglah bersamaku dan kita akan bersenang - senang," ujar Maya sambil melingkarkan tangannya di leher Elvano. Maya makin berani karena Elvano telah terjerat padanya.


Elvano tidak menjawab dan berpikir, ragu untuk datang ke pesta bersama Maya.


"Aku berjanji kamu tidak akan menyesal sayang," ujar Maya sambil tangannya turun ke bawah ke pangkal paha Elvano dan mengelusnya perlahan.


"Kamu memang pandai merayu Maya," ujar Elvano sambil tertawa.


"Dan kamu benar, aku memang tidak ingin pulang saat ini, jadi ayo kita ke pesta temanmu itu," ujar Elvano sambil tersenyum menyeringai.


Elvano pun pergi bersama Maya ke pesta ulang tahun teman Maya di Flower Club. Pesta itu sangat meriah, di hadiri oleh teman - teman Maya. Sebagian besar mereka juga adalah teman dari Devita. Karena Devita termasuk seorang yang supel dan pandai bergaul. Merekapun mengetahui hubungan Elvano yang dulu pernah bertunangan dengan almarhumah Devita dan sekarang telah menjadi suami dari adik Devita, yaitu Kanaya Zavira.


Maya tidak malu dan sengaja mengajak Elvano ke pesta temannya untuk menunjukkan pada teman - temannya jika ia adalah pacar Elvano, pewaris kerajaan bisnis Alvarendra dan bahwa dialah yang di pilih Elvano dan bukannya Kanaya.


Namun Elvano tidak tahu itu dan menganggap ke datangannya di pesta adalah biasa saja.


Sampai larut malam Elvano berpesta disana, bergoyang dan meminum - minuman yang memabukkan yang dahulu tidak pernah di sentuhnya. Elvano memang masih tersadar malam itu, ia tak minum terlalu banyak. Hanya beberapa buah gelas bir dan tidak membuatnya terlalu mabuk.


"Maya, aku sangat bersenang - senang malam ini," ucap Elvano sambil bergoyang - goyang di lantai dansa.

__ADS_1


"Benarkah? apa kamu mau keluar? kita bisa mencari hotel di dekat sini," bisik Maya di telinga Elvano.


"Hotel?" tanya balik Elvano sambil mengerutkan keningnya.


"Ya.... agar kita bisa.... kamu tahu, kan?" ujar Maya dengan suara manjanya.


Tiba - tiba Elvano mempunyai ide yang lebih baik dari pada pergi ke hotel.


"Ya, kita keluar dari sini, tapi tidak ke hotel. Kamu ikut aku Maya," ujar Elvano. Sambil menyeringai, membayangkan rencananya akan berhasil.


Sementara Kanaya menunggu Elvano di rumah sampai larut malam. Kanaya pun tertidur kembali di sofa ruang keluarga.


"Hey!! Bangun gadis kampungan!" teriak Elvano sambil menepuk kaki Kanaya dengan kakinya.


Kanaya pun terbangun karena kaget. ia baru tertidur selama kurang dari 2 jam.


Kanaya mengucek - ngucek matanya dan melihat Elvano di hadapannya sedang berangkulan dengan Maya.


Ia sempat tertegun melihat Elvano pulang bersama Maya. 'Untuk apa Elvano membawa Maya pulang?' ' Batinnya.


"Kak Elvano? Kamu baru pulang?" tanyanya dengan gugup.


"Ya iya bodoh! Sedang apa kamu tidur di sini? Bukankah aku sudah memberimu sebuah kamar?" ujar Elvano dengan kasar sambil merangkul Maya yang ikut tersenyum sinis bersama Elvano.


"Aku.... menunggumu, Kak El" jawab Kanaya sambil menatap ke arah Elvano.


"Aku ingin bicara denganmu?" tambah Kanaya


"Bicara? Huh! aku tidak ingin berbicara denganmu, kau membuatku jijik!" ujar Elvano.


"Ayo sayang, kita naik ke atas, melihat gadis kampungan ini membuat mataku sakit!" ujar Elvano pada Maya sambil berjalan merangkul Maya dengan mesra menuju ke lantai dua.


Meskipun Kanaya sudah pernah mengikhlaskan Elvano untuk Devita, tetapi melihat Elvano membawa pulang perempuan lain ke dalam rumah saat ia sudah menjadi istri Elvano, membuat hati Kanaya sakit.


"Kak Elvano apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu membawa Maya pulang ke rumah?" tanya Kanaya memberanikan diri.


Elvano pun berbalik dan menghadap Kanaya sambil tersenyum sinis.


"Kenapa? Kamu tahu kenapa?" tanya Elvano sambil tertawa dan Maya pun ikut tertawa.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote. Kalau berkenan tekan tombol like..like..like yang banyak.


Ayo! Ramaikan kolom komentar juga ya~~


__ADS_2