Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Pernikahan Kanaya Dan Elvano


__ADS_3

πŸ“£πŸ“£ **Halo - halo cek cek. apa masih ada orang di sini😁 hai... hai.. pencinta dunia halu mana suaranya nihπŸ˜€ author cuma mau ingetin jangan lupa kasih sajen vote, like dan hadiahnya dan yang paling penting rajin - rajinlah berkomentar Meski hanya : Lanjut Thor, Terima kasih updatenya, semangat Up Thor, Crazy Up Thor, dan yang paling terharu itu para reader yang komentarnya panjang, itu mencerminkan Kakak mendalami ceritanya.


Happy Reading....πŸ€—**


Apalagi Elvano sangat mencintai dirinya dan juga anak - anaknya. Kanaya pun yakin rasa cinta di hatinya untuk Elvano ada dan akan terus berkembang setiap harinya.


"Benar Ay? Kamu mau menikah denganku? Kali ini untuk selamanya?" tanya Elvano memastikan lagi.


"Ya, Kak El. Aku ingin menikah denganmu," jawab Kanaya meyakinkannya.


"Terima kasih sayang!" Ucap Elvano sambil memeluk Kanaya dengan erat. Ia menangis haru karena Kanaya bersedia menikah kembali dengannya.


Ia tidak pernah menyangka bahwa takdir membawanya kembali bersama Kanaya, wanita yang sangat cintainya.


Elvano melepaskan pelukannya dan menyematkan cincin berlian itu ke jari manis Kanaya. Mengecup buku - buku jari Kanaya dan menatapnya dengan penuh suka cita.


"Kamu membuat aku menjadi laki - laki yang paling bahagia di muka bumi ini, Ay" ujar Elvano sambil menatap matanya, kemudian memeluknya sekali lagi.


"Aku tahu Kak Elvano. Aku pun sangat bahagia" batin Kanaya sambil membalas pelukkan Elvano.


Dinginnya air kolam tidak di rasakannya karena hangatnya pelukkan yang ia bagi bersama Elvano. Ia sangat yakin dengan keputusannya, menerima lamaran Elvano untuk menikah dengannya.


"Bunda!" Panggil Clara dari kejauhan.


Kanaya dan Elvano melepas pelukan mereka dan menoleh ke arah asal suara.


Benar saja Clara yang berdiri di pintu belakang rumah, mencari Kanaya berharap Bundanya itu menemukan jam tangan miliknya.


Kanaya dan Elvano tersenyum, menyadari mereka sudah terlalu lama berada di sana dan memutuskan untuk naik ke atas kolam dan menemui Clara.


"Bunda, Bunda kok main hujan - hujanan sama Papa?" tanya Clara heran saat melihat Bunda dan Papanya itu menghampirinya dengan pakaian yang basah kuyup.


"Bunda dan Papa kan mencari jam Clara, ini..." jawab Kanaya sambil memberikan jam tangannya.


"Hore! Jam tangan dari Ayah ketemu! Kakak, jam tangan dari Ayah ketemu!" Teriak Clara sambil berlari mencari Kakaknya.

__ADS_1


Elvano dan Kanaya tersenyum melihat tingkah Clara.


Setelah Elvano dan Clara selesai mandi dan mengeringkan diri, mereka bergabung dengan keluarga yang lain.


"Elvano, Kanaya di minum coklat hangatnya, jangan sampai kalian sakit," ujar Luna sambil menunjuk dua gelas coklat hangat di atas meja.


"Elvano, mengambil dua gelas coklat itu dan memberikannya satu pada Kanaya, kemudian mengajak Kanaya duduk di sofa sebelahnya.


"Kanaya!!" Teriak Adella dengan mata membelalak dan menatap ke arah tangan Kanaya yang memegang coklat hangat.


Kanaya berhenti bergerak, seiring semua memandang ke arahnya, ke arah tangan yang memakai sebuah cincin yang menarik perhatian.


"Elvano? Kamu... sudah melamar Kanaya?" tanya Adella sambil memandang Elvano. Semua ikut menunggu penjelasan Elvano dan Kanaya.


Elvano menoleh ke arah Kanaya dan begitu pula sebaliknya. Terlihat Kanaya tersenyum dan rona merah di pipinya.


"Ya, kami akan menikah secepatnya," jawab Elvano tanpa memutus kontak matanya pada Kanaya.


"Papah, Bunda!" Tiba - tiba Clara dan Alvaro berlari kearah mereka dan memeluk mereka berdua.


"Apa Papa akan tinggal dengan Bunda, aku dan Kakak?" tanya Clara pada Elvano.


"Kalau gitu Papa dan Bunda nikah sekarang! Yuk? Yuk?" ujar Clara beranjak turun dari pangkuan Elvano dan menarik Papa dan Bundanya untuk bangun dan segera menikah saat itu juga, membuat semua tertawa.


"Nggak bisa secepat itu, sayang?" ujar Kanaya pada Clara sambil menahan tawa.


"Sabar, Ra. Orang nikah kan harus di siapin!" Timpal Alvaro yang sudah lebih besar.


"Selamat ya kalian Mama ikut senang, semoga di mudahkan," ujar Luna.


"Papamu pasti akan senang melihat kalian," tambah Rena lagi dengan mata yang berkaca ' kaca. Sean memang sudah pergi meninggalkan mereka sejak 3 tahun yang lalu, karena usia dan sakit - sakitan. Akan tetapi ke inginannya adalah melihat Elvano berkeluarga dan bahagia.


"Iya Mah," jawab Elvano dengan tersenyum, mengenang Papanya yang menginginkan Elvano untuk segera berkeluarga.


"Apa kalian sudah menentukan tanggalnya?" tanya Raka.

__ADS_1


"Belum, kami masih membicarakannya," jawab Kanaya.


"Secepatnya sayang, kita akan menikah secepatnya," ucap Elvano sambil menatap Kanaya dan memandangnya penuh arti.


"Secepatnya? Seberapa cepat yang di maksid Kak Elvano? Apa jangan - jangan Kak Elvano sudah mempersiapkan pernikahan mereka?" batin Kanaya terkejut dengan ucapan Elvano.


********


Yohanes Elvano Alvarendra POV


Hidup memang memberi banyak kejutan yang tidak pernah kita duga. Seperti juga aku yang tidak menduga jika akhirnya aku bisa menikah kembali dengan Kanaya, seseorang yang sangat aku cintai, namun tidak pernah kubayangkan akan bisa memilikinya lagi.


Akan tetapi takdir berbicara lain, saat aku kembali mengucapkan ijab qobul atas namanya hari itu, untuk kedua kalinya.


Kali ini terasa berbeda. Karena aku menikahinya karena cinta, aku menikahinya dengan tekad yang bulat untuk membahagiakannya, dan tekad untuk membina rumah tanggaku bersamanya sampai akhir hidupku.


Kami memutuskan menikah sebulan setelah aku melamarnya. Aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi.Aku sangat mencintainya dan ingin ia dan anak - anak bersama ku selamanya.


Ya, Alvaro dan Clara adalah bagian yang tak terpisahkan darinya. Dan meskipun Clara bukanlah anak biologis ku, akan tetapi aku sangat menyanyanginya seperti darah dagingku sendiri.


Pernikahan kami tidak di adakan besar - besaran, kami berdua memilih untuk mengadakan pernikahan yang sakral dan terbatas, yang hanya di hadiri oleh kerabat dekat, sanak saudara, teman dan kolega - kolega terdekat kami. Dan meskipun kami menikah untuk kedua kalinya, tidak membuat pernikahan kami kali ini kurang berkesan.


Justru kesan mendalam sangat aku rasakan tatkala aku mengucapkan kalimat ijab dan qabul atas namanya kali ini.


"Aku terima nikah dan kawinnya Kanaya Zavira Binti Rayhan Adi Wiguna dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." ucapku saat itu.


Aku tersenyum bahagia dan ku kecup buku - buku jarinya saat penghulu menyatakan pernikahan kami 'Sah'!


Semua teman, keluarga dekat dan kerabat dekat yang kami yang mengerti bagaimana kisahku dengannya, merasakan hal yang sama dengan yang aku rasakan, apa yang aku dan Kanaya lalui hingga akhirnya kami bisa bersama kembali.


Aku sangat bersyukur dan mengambil hikmah dari apa yang terjadi, jika tanpa kemurahan hati yang Maha Kuasa, tidak mungkin rasanya aku bisa memiliki Kanaya kembali.


Bersambung..


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Nantikan terus kisah mereka ya...!


Jangan lupa, like, komen, vote dan hadiahnya. Kalau berkenan tekan tombol like.. like yang paling banyak yah...πŸ˜„


__ADS_2