
Elvano tentu tidak menyangka jika Desi masih bekerja di sana. Padahal ia bisa bekerja di tempat lain yang menawarkan gaji yang lebih baik. Karena selama dua tahun lebih Elvano berada di dalam penjara, Elvano hanya membayar mereka sesuai dengan gaji yang terakhir saat Elvano masih bebas.
Desi memang tidak bisa meninggalkan Tuannya begitu saja. Selain karena bekerja cukup lama dengan Elvano, Elvano tidak pernah sekalipun mengabaikan kebutuhannya, bahkan saat anaknya sakit sekalipun. Ia tidak segan - segan untuk membantunya. Dan lagi, ia pun cukup merasa bersalah karena atas campur tangannyalah Elvano telah kehilangan Kanaya pada hari itu, kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidup Tuannya. Jadi bagaimana ia meninggalkan Elvano?
Dalam beberapa hal, Desi tahu Elvano memang kasar dan bisa bertindak emosional jika berhubungan dengan mantan Istrinya dulu, akan tetapi Desi tahu, di dalam lubuk hati Elvano yang paling dalam sebenarnya ia adalah seseorang yang baik. Hanya saja kadang - kadang seseorang bisa salah mengambil keputusan dan harus kehilangan hal yang berharga dalam hidup karenanya.
Setelah menyalami beberapa pelayan lainnya yang tersisa, ia pun makan bersama keluarganya.
Elvano sangat menghargai bantuan dan dukungan keluarganya saat ia dalam penjara,oleh karena itu meskipun ia ingin sekali membenamkan dirinya dalam ranjang empuknya di kamar, ia mencoba menahannya dan menemani keluarganya.
"Elvano....," panggil Sean saat mereka tengah duduk dalam ruang keluarga bercakap - cakap dan menghilangkan kerinduannya.
"Ya Pah," jawab Elvano.
"Papa,Mama,Lisa dan Anton, telah membicarakan ini sebelumnya mengenai perusahaan keluarga. Kamu bisa mulai mengambil alih kantor pusat kapan pun kamu siap. Lisa dan Anton nanti akan memimpin dua anak perusahaan lainnya," ujar Sean.
Elvano memandangi Papa, Mama, Lisa dan Anton secara bergantian.
"Pah, Mah, terima kasih karena Papa dan Mama masih percaya sepenuhnya pada Elvano," ujar Elvano memandang kedua orang tuanya itu dan tersenyum.
"Lisa, Anton kalian sudah berbuat yang terbaik bagi perusahaan keluarga, dan aku bangga pada kalian berdua. Dan menurutku, sebaiknya kalian teruskan apa yang sudah kalian lakukan selama beberapa tahun belakangan ini. Perusahaan itu sudah menjadi tanggung jawab kalian." ujar Elvano membuat seluruh keluarga terkejut.
"Elvano, apa maksudnya semua ini?" tanya Sean tidak mengerti. Bagaimana pun Elvano masih pewaris utama perusahaan keluarga mereka.
"Kak aku dan Anton pun sudah membicarakan hal ini. Kami tidak keberatan sama sekali jika Kakak ingin kembali memimpinnya." ujar Lisa tidak ingin Elvano merasa sungkan untuk mengambil perusahaan keluarga mereka.
"Benar Elvano, kami hanya mengelolanya saat kamu sedang tidak ada, dan sekarang kamu telah kembali. Aku dan Lisa tidak keberatan," ujar Anton pula.
"Terima kasih, tapi masa ku untuk memimpin perusahaan keluarga sudah lewat dan sekarang saatnya aku memulai usahaku sendiri," ujar Elvano dengan tanpa keraguan di matanya. Kalimatnya bukanlah meminta persetujuan, namun sebuah pernyataan akan tekadnya yang kuat dan tidak ingin di bantah dalam hal ini.
Elvano memang sudah memperhitungkan matang - matang apa yang akan di lakukannya saat ia keluar dari penjara. Ia ingin bisa berdiri tegak, dan menjadi seseorang yang sukses dan di banggakan oleh anaknya suatu saat nanti. Wajah Alvaro dalam pelukan Kanaya saat mereka mengunjunginya di penjara saat itulah yang membulatkan tekadnya.
__ADS_1
Sebagai awal dengan uang tabungan yang masih di milikinya, ia akan membuat perusahaan start - up yang sedang booming saat itu. Ia bahkan telah berbicara dengan beberapa orang koleganya beberapa bulan sebelum ia bebas dengan bantuan Dimas, pengacaranya. Dan tidak ada yang mengetahui hal itu kecuali Dimas dan juga dirinya.
*******
Tiga bulan berlalu, dan usaha Elvano mulai membuahkan hasil. Usahanya berkembang cukup pesat dan mulai di lirik oleh beberapa investor yang memang sedang mencari perusahaan - perusahaan baru yang berkembang pesat, dan perusahaan Elvano pun salah satunya.
"Selamat pagi, dengan Bapak Yohanes Elvano Alvarendra?" tanya seseorang yang menghubunginya tanpa ID penelepon yang tidak di kenalnya.
"Ya, saya sendiri. Dengan siapa saya bicara?" tanya Elvano sambil mengerjakan beberapa surat - surat kerjasama di dalam kantor barunya.
"Saya Alvian, asisten Bapak Alexander David Mahendra," ujar pria di sebrang telepon genggamnya.
Mendengar nama Alexander David Mahendra, Elvano langsung menghentikkan pekerjaannya dan mulai fokus pada panggilan teleponnya itu.
"Ya, ada yang bisa saya bantu, Pak Alvian?" tanya Elvano sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kerjanya.
"Pak David tertarik untuk berinvestasi dalam perusahaan Start - up Pak Elvano. Kalau Bapak ada waktu bisa bertemu dalam 1 - 2 hari ini? Kebetulan Pak David sedang ada keperluan di kota D saat ini," ujar Alvian langsung pada tujuannya menghubungi Elvano saat ini.
"Ya, tentu saja Pak Alvian. Saya pasti akan sangat senang sekali bertemu dengan Pak David. Saya rasa saya ada waktu siang ini." ujar Elvano.
"Ya, Pak Alvian. Saya akan datang," ujar Elvano sambil duduk tegak di kursinya.
Siapa pun pasti akan sukses jika di hubungi oleh pengusaha sekelas Alexander David Mahendra. Dulu, saat Elvano sedang berjaya pun, perusahaannya masih kalah besar di bandingkan dengan perusahaan yang di miliki oleh Alexander David Mahendra yang sudah Go Internasional dan juga terkenal di mancanegara. Dan sekarang Alexander David Mahendra tertarik untuk berinvestasi pada perusahaan barunya dan hal itu adalah luar biasa!.
"Raka! Cepat kemari," ujar Elvano pad Raka salah satu partner bisnisnya di perusahaan Start - up.
Raka adalah sahabatnya saat kuliah dulu, namun ia sempat bekerja dan pindah ke Singapura dan baru kembali beberapa bulan sebelum ia di bebaskan dari penjara.
Raka sama - sama mencari peluang usaha dan bersama dengan Elvano ia membangun usaha start - upnya ini.
"Ada apa Elvano? Wht so good that you asked me to come?" tanya Raka sambil memasukkan tangannya ke dalam kantong celannya dan berjalan menuju ke arah meja Elvano.
__ADS_1
Elvano berdiri dan tersenyum menghampiri Raka.
"Guess what?!" Tanya Elvano dengan atusias
Raka mengerutkan dahinya dan berpikir.
"Kamu memenangkan lotre sehingga kamu tidak perlu bekerja dan mencari investor lagi?" tanya Raka dengan menyeringai? Siapa yang memenangkan lotre jaman sekarang?
Elvano tertawa.
"That's close enough!" Jawab Elvano sambil menggelengkan kepalanya sambil merespon candaan temanannya itu.
"Come on Elvano! Tell me, what is that make you smile so wide?" tanya Raka tidak sabar.
"Kamu tahu Alexander David Mahendra?" tanya Elvano.
"The Alexander David Mahendra? Are you kidding me? Who doesn't?" jawab Raka sambil menunggu penuturan Elvano selanjutnya.
Apa hubungan percakapan mereka dengan seorang pebisnis ulung sekelas Alexander David Mahendra?
"Alvian, asistennya baru saja menghubungiku, dan mengajak kita untuk bertemu dengannya siang ini!" Ujar Elvano memberi kabar baik itu.
"Is this a prank?" tanya Raka hampir tidak percaya dengan ucapan Elvano.
Elvano tidak menjawab ia hanya mengangkat kedua tangannya membiarkan Raka untuk berpikir. Apa ia akan melakukan prank seperti itu?
"Yes!" Teriak Raka dengan keras.
"Elvano, Ini kabar yang sangat bagus!" Ujar Raka sambil tersenyum lebar.
Mereka berdua pun sangat atusias untuk bertemu dengan Alexander David Mahendra siang itu.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.