Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Kesedihan Kanaya


__ADS_3

"Ya Devan, maaf kalau kamu baru mengetahuinya sekarang. Tetapi sebagai sahabatnya kamu pasti sudah tahu kalau Kanaya sudah menyukaiku sejak lama, bukan?" ujar Elvano sambil memandang Devan dan tersenyum.


"Dan setelah mengenal Kanaya lebih dekat. Aku pun jatuh cinta padanya," tambah Elvano sambil memandang Kanaya dan mengecup tangan Kanaya.


Devan menatap kearah lain, merasa sakit mendengarkan perkataan Elvano dan melihat perlakuan mesra Elvano pada Kanaya. Namun, ia tidak bisa berbuat apa - apa karena Elvano adalah calon suami Kanaya, yang saat itu posisinya lebih berhak dari pada dirinya.


"Baiklah Devan, Kami harus beristirahat sekarang kamu pun juga harus pulang dan beristirahat. Tentu kamu tidak ingin terlambat datang ke pernikahan sahabatmu, Kan?" ujar Elvano sambil tersenyum.


Kanaya hanya bisa menatap Devan sesaat, saat Elvano menggandengnya dan membawanya pergi.


Devan pun hanya bisa menatap kepergian Kanaya dengan sedih. Ia bahkan tidak bisa mengungkapkan perasaannya pada Kanaya, gadis yang selama ini ada di hatinya.


Elvano membawa Kanaya kembali dan masuk ke dalam lift.


Kanaya pun mulai menteskan air matanya, mengetahui perpisahannya dengan Devan harus dengan cara seperti itu.


"Berhentilah menangis, Karena apa yang kamu rasakam belum sebanding dengan apa yang aku alami!" ujar Elvano sambil melepaskan genggaman tangannya dengan kasar, seperti ia jijik dengan Kanaya.


"Kak Elvano. Kenapa Kakak tega melakukan hal ini! Apa salahku padamu, Kak?" tanya Kanaya dengan berurai air mata.


"Kamu tanya apa salahmu padaku, hah?" tanya Elvano sambil mendorong Kanaya ke dinding lift dan memandangnya dengan penuh amarah.


"Kau bahkan tidak menyadari kesalahanmu, gadis sialan!" bentak Elvano sambil memukul dinding lift persis di sebelah wajah Kanaya, membuat Kanaya memekik tertahan dan memejamkan matanya, mengira jika Elvano akan memukulnya.


Ding!

__ADS_1


Dan pintu lift terbuka di lantai mereka.


"Mulai sekarang hidupmu dan orang - orang yang kamu sayangi ada di tanganku, jadi jangan coba - coba lari dariku, atau kamu akan kehilangan mereka semua, Mengerti?!" seru Elvano di depan wajah Kanaya.


Kanaya mengangguk dan tak kuasa meneteskan air matanya. Kemudian dua orang penjaga datang menghampiri mereka.


"Bawa dia kembali ke kamarnya." perintah Elvano dan ia pun pergi meninggalkan Kanaya dengan dua orang penjaga yang kemudian membawa Kanaya kembali ke kamarnya.


****


Ke essokan paginya Kanaya telah di bangunkan pagi - pagi sekali untuk mempersiapkan akad nikahnya yang akan dilakasanakan pukul 9 pagi itu.


Kanaya tidak bersemangat untuk menikah pagi itu, Padahal orang yang akan di nikahinya adalah Elvano, Pria yang ia kagumi dan sukai sejak lama.


Kanaya ingat, ia begitu bersemangat setiap kali Papanya mengajaknya ke pertemuan para pengusaha yang kerap berlangsung di kotanya.Karena disanalah dia bisa melihat wajah Elvano dari dekat mengangguminya, dan mendengarnya bicara, walaupun perkataannya tidak pernah di maksudkan untuknya. Kanaya akan diam dan berdiri di samping Papanya mendengarkan penuturan Elvano mengenai kondisi usaha di kota mereka. Elvano adalah seorang CEO, pengusaha muda yang berbakat dan sangat di kagumi para pengusaha lainnya, termasuk Papanya. Tak ayal di bawah kepemimpinannya selama tiga tahun belakangan ini, kerajaan bisnis Alvarendra meningkat drastis.


Kini Kanaya mencoba untuk mulai menghibur dirinya sendiri bahwa tidak mungkin Elvano akan memperlakukannya dengan buruk setelah ia menjadi istrinya nanti dan Kanaya juga bertekad untuk menjadi istri yang baik bagi Elvano, karena tidak mungkin pernikahannya akan di batalkan. Ia kini tidak punya pilihan lain selain mengikuti kemana arus hidupnya akan berlabuh.


Apa yang terjadi tadi malam, membuatnya sedih. Devan adalah sahabatnya sejak kecil. Dan ia merasa sangat kehilangannya apalagi ia tidak menyangka perpisahannya sebelum Devan pindah ke kota lain akan terjadi hal seperti itu.


Perias pengantin datang pagi - pagi dan mulai merias wajahnya, begitu pula dengan anggota keluarga yang lain sudah mulai di dandani di ruang rias yang telah di sediakan di lantai dasar.


"Mbak Kanaya ini tehnya hangatnya," ujar Linda sambil menyerahkan secangkir teh hangat kehadapan Kanaya yang saat itu tengah di tata rambutnya.


"Mbak Kanaya mau sarapan apa? Biar saya ambilkan," ujar Linda yang memang tugasnya adalah membantu mempelai wanita.

__ADS_1


Kanaya menegeuk teh hangat yang di berikan oleh Linda kemudian menaruhnya di meja di depannya.


"Apa saja, aku tidak terlalu lapar," jawab Kanaya sambil memaksakan sebuah senyuman untuk kebaikan Linda.


Linda menatap calon pengantin yang terlihat murung di hadapannya.


"Saya akan ambilkan sesuatu untuk Mbak Kanaya," ujar Linda, kemudian ia bangkit dan memesan makanan untuk mereka.


Tak lama pelayan hotel datang membawakan sarapan mereka.


"Makan dulu Mbak Kanaya, biar saya suapkan" ucap Linda dan ia pun mulai menyuapi Kanaya makan.


"Habiskan makanannya mbak Kanaya, Pernikahan itu bisa sangat menguras tenaga." ujar Linda membujuk Kanaya untuk menghabiskan makanannya.


"Sudah cukup Linda, saya sudah kenyang terima kasih," ujar Kanaya sambil menaruh telapak tangannya di depan tubuhnya, menolak untuk makan lagi.


Linda pun tidak memaksa dan menyiapkan kebaya pengantin yang nanti akan di kenakan Kanaya.


Pukul 9 pun datang dengan cepat. Para tamu undangan telah berdatangan, dan keluarga serta panitia telah hadir di lokasi Akad nikah termasuk Elvano. Hanya Kanaya yang masih berada di dalam kamarnya menunggu hingga di perbolehkan untuk turun bersama Linda.


Kanaya melihat dirinya di cermin. Di depannya ia melihat seorang perempuan yang terlihat sangat cantik dalam kebaya putih yang melekat sangat sempurna pada tubuhnya. Semua orang akan kagum jika melihat sosoknya itu, namun itu hanya tampak dari luarnya saja.


"Mbak Kanaya sangat cantik sekali tersenyumlah, ini hari bahagia buat Mbak. Semua yang di inginkan seorang wanita akan Mbak dapatkan hari ini," ujar Linda sambil tersenyum. memberi semangat pada Kanaya dan mengingatkannya bahwa ia sangat beruntung bisa menikahi seorang Yohanes Elvano Alvarendra yang rela melakukan apapun agar pernikahan mereka bisa terlaksana dengan indah hari itu.


Terima kasih sudah membaca. Maaf kalau masih banyak typho.

__ADS_1


Nantikan terus kisah mereka selanjutnya ya..


Jangan lupa like, komen dan vote. Kalau berkenan tekan tombol like.....like..like...like..like..like..like..like yang banyak yah.. Dan di tunggu komentarnya~~


__ADS_2