Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Harapan Devan


__ADS_3

Saat Devan masuk ke kamar Kanaya, di lihatnya Kanaya tengah tidur di ranjangnya.


"Ay...." paggilnya sambil menepuk pipi Kanaya lembut


"Nyonya baru saja tidur Tuan," ujar Bella memberitahu Devan.


Kanaya mengerjapkan matanya dan terbangu perlahan.


"Ada apa, Van?" tanya Kanaya saat melihat Devan sudah ada di depannya.


Devan duduk di samping Kanaya di ranjang itu.


"Ibu Luna, dia ingin menemui mu. Apa kamu mau menemuinya?" tanya Devan, sambil memandang wanita yang terlihat makin hari makin cantik di setiap harinya itu.


"Mama Luna?" tanya Kanaya, sambil mencari sekelilingnya mencari sosok Luna. Ia masih terbiasa memanggil Luna dengan sebutan Mama.


Devan mengangguk.


"Dia ada di depan. Kalau kamu mau menemuinya sebaiknya, pakai kamarku saja. Sehingga Mama dan Bella bisa beristirahat di sini," ujar Devan.


"Baiklah, Van. Aku akan menemuinya," ujar Kanaya.


"Ay...., aku akan memberimu privasi untuk berbicara berdua dengannya, tetapi aku dan juga penasehat Elvano, juga akan ada di sana. Dan aku sangat memohon kepadamu, apapun yang terjadi, jangan pernah memutuskan sesuatu tanpa berbicara terlebih dahulu denganku," ujar Devan.


"Baiklah Van, aku mengerti," ujar Kanaya.


Devan pun kembali ke depan kamar, dan sementara Kanaya merapikan dirinya.


"Masuk Ay," ujar Devan saat ia membukakan pintu untuk Kanaya.


Kanaya masuk ke dalam kamar Devan dan melihat Luna sudah duduk di sofa kamar itu.


"Mah...," sapa Kanaya, sambil memeluk dan mencium kedua pipi Luna dengan hangat.


"Kanaya...." ucap Luna sambil membalas pelukkan dari Kanaya.


"Kanaya, Mama mau minta maaf atas perlakuan Elvano padamu. Mama sungguh tidak tahu, jika dia melakukan semua ini sama kamu, Nak," ujar Luna sambil meneteskan air mata.


"Iya Mah, Kanaya tahu," jawab Kanaya sambil tersenyum dan menghapus air mata Luna yang jatuh di pipinya.


"Mamah, bagaimana keadaannya?" tanya Kanaya sambil mengelus Luna, yang sekarang tampak terlihat lebih tua dari usianya.


"Yah, seperti yang kamu lihat beginilah Mamah," jawab Luna dengan tatapan semangat.

__ADS_1


"Mama sangat senang melihat kamu yang sekarang tambah cantik dan terlihat segar," ujar Luna sambil tersenyum.


"Terima kasih Mah, Mama dan Papa Sean harus jaga kesehatan juga, jangan terlalu lelah," ujar Kanaya wajah Luna berubah menjadi sedih.


"Ay, Mama sebenarnya ingin meminta sesuatu dari kamu," ujar Luna sambil menatap Kanaya.


"Minta apa, Mah?" tanya Kanaya


"Kanaya Mama tahu, apa yang telah Elvano lakukan padamu, mungkin tidak akan bisa di maafkan. Mama akui Elvano memang sangat keterluan, tapi Mama meminta padamu bisakah, kamu membatalkan tuntuttan penganiayaan pada Elvano?" tanya Luna dengan mengiba.


"Mah, Kanaya meminta maaf, tetapi apa yang dilakukan Kak Elvano pada Kanaya itu salah, dan Kak Elvano seharusnya tidak melalukan itu terhadap Kanaya," ujar Kanaya berusaha untuk tidak menyakiti perasaan Luna.


"Mama mohon Kanaya, karena sejak Elvano di tangkap, segala sesuatu nya di perusahaan tidak seperti dulu lagi dan Elvano sendiri belum bisa menerima, jika ia berada dalam tahanan. Sedangkan kondisi Papa juga sedang sakit, karena memikirkan Elvano," ujar Luna sambil menangis.


"Papa sakit?" tanya Kanaya terkejut.


"Iya Kanaya, sudah seminggu Papa di rawat di rumah sakit. Saat Elvano di tangkap ia terkena serangan jantung."


"Maaf Mah, Kanaya benar - benar minta maaf," ujar Kanaya ikut prihatin.


"Mamah tahu, mungkin berat bagi Kanaya untuk mencabut tuntutan itu. Kalau Kanaya tidak mau melakukannya untuk Elvano, lakukanlah untuk Papa dan Mama," Pinta Luna.


Kanaya menarik nafas dalam. Tadinya ia sudah sangat bertekad untuk menuntut Elvano, tetapi sekarang ia menjadi ragu dan iba pada wanita yang ada di hadapannya yang sudah sangat menyayangi dirinya seperti anaknya sendiri.


"Kamu pasti masih memikirkan permintaan Ibu Luna ya, Ay?" tanya Devan yang memandang Kanaya tampak melamun. Mereka berdua sedang berada di dalam lift yang membawa mereka kembali ke kamr hotel. Karena rombongan mereka baru saja selesai makan malam di restoran lobi hotel. Ratna dan Bella yang sudah terlebih dulu naik ke kamar begitu juga dengan Beni dan team yang lainnya.


"Aku sangat kasihan pada Mama Luna, Van. Dia adalah orang yang banyak membantu aku dan selalu menguatkan aku selama aku berada di rumah Kak Elvano," ujar Kanaya.


"Tapi Ay. Aku nggak mau Elvano bebas begitu saja, aku nggak rela, Ay." jawab Devan sambil memegang tangan Kanaya dan memandang wajahnya.


Kanaya pun memandang wajah Devan. Kanaya tahu betapa Devan sangat geram mengetahui apa yang Elvano lakukan padanya.


"Terima kasih, Van. Tapi, sejujurnya aku pun berat untuk mengabaikan keadaan Mama Luna," ujar Kanaya lagi.


Devan mendongakkan wajahnya ia sangat tahu bagaimana Kanaya. And the end, Kanaya tidak mau jadi orang yang tidak akan mau mengabaikan orang yang dia sayangi.


"Aku tidak akan memaksamu, tetapi aku meminta kamu untuk memikirkannya lagi malam ini. Maksudku benar - benar kamu pikirkan lagi, Ay. Aku tidak ingin kamu benar - benar menyesal di kemudian hari," ujar Devan sambil sedikit membungkuk. Untuk menatap mata Kanaya yang sedikit menunduk.


Kanaya pun mengangguk.


Ting!


Bunyi bel peringatan pintu lift akan terbuka. Dan mereka pun melangkah keluar lift. Sambil menggandeng tangan Kanaya, Devan mengantarnya sampai depan pintu kamar Kanaya.

__ADS_1


"Beristirahatlah, Ay. Besok pagi aku akan temui kamu ya," ujar Devan sambil menghadap Kanaya dan menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga.


"Iya, Van. Kamu juga," jawab Kanaya sambil tersenyum pada Devan.


Devan mengecup pipi Kanaya beberapa saat, sebelum ia membunyikan bel kamar Kanaya dan muncullah Bella yang membuka pintu. Devan tidak pernah lepas menatap Kanaya, hingga ia masuk ke dalam dan pintu di tutup. Baru setelah itu, Devan masuk kedalam kamarnya.


Saat itu pukul 9 malam lewat 10 menit. Ratna dan Bella tampak sudah terlelap, tetapi Kanaya masih memikirkan apa yang Mama Luna katakan. Ia pun merasa tidak tenang, apalagi mendengar, jika Papa Sean sedang sakit.


Perlahan Kanaya bangun dari ranjang dan berganti pakaian diam - diam. Ia tidak membangunkan Mamanya dan juga Bella.


Hanya dalam waktu 20 menit berikutnya, Kanaya sudah berjalan di lorong rumah sakit tempat Papa Sean di rawat.


Setelah bertanya pada perawat yang bertugas, ia pun berjalan menuju ruang rawat inap Papa Sean.


Ruang Cempaka nomer 1. Nama itu tertera di dinding kamar di depannya.


Kanaya mengintip melalui jendela kaca kecil, di pintu ruangan itu dan mendapati Sean tengah terbaring di sana. Ia pun membuka pintu perlahan, dan masuk kedalamnya tanpa menimbulkan suara.


Di ruangan itu, ia melihat Lisa tengah tertidur di sofa ruangan VVIP rumah sakit itu. Ia pun berjalan melewatinya dan berhenti tepat disisi ranjang Sean.


Di lihatnya, Ayah mertuanya itu, tertidur lelap dengan nafas yang tersenggal beberapa Kali.


Melihat Sean yang seperti ini, Kanaya teringat dengan Papanya sendiri. Saat Papanya meninggal dunia ia tidak sempat menemaninya. Bahkan saat Papanya sakit pun ia tidak bisa selalu berada di sisinya, karena Elvano tidak selalu mengizinkannya. Kanaya terenyuh melihat keadaan Sean yang dahulu tampak segar bugar bahkan dalam usia lanjutnya.Namun, sekarang ia begitu lemah dan tak berdaya.


Sean, Luna dan Lisa adalah orang - orang yang memperlakukannya dengan baik saat ia masih bersama Elvano. Bagaimana mungkin, ia bisa mengabaikan mereka sekarang?


Ia pun mengecup kening Sean sesaat sebelum ia pergi meninggalkan kamar itu,


***


Devan mengelap keringat di dahinya dan keluar dari lift. Ia baru saja berlari mengelilingi komplek hotel tempat mereka menginap. Saat hampir mencapai kamarnya, Devan melihat Kanaya keluar dari kamar hotelnya yang sudah berpakain rapi.


"Lari sampai mana, Van?" tanya Kanaya sambil melipat tangannya di depan dada.


"Hanya putar - putar sini saja," jawab Devan, seketika itu juga mengecup pipi Kanaya dengan geamas.


Devan berharap kasus perceraian Kanaya bisa segera selesai sehingga ia bisa meminang Kanaya jadi Istrinya.


Bersambung.....


"Hayo...yang udah kangen sama Maya siapa nih, hehee. Di Bab berikutnya bakalan di Up yah. tetap terus ikutin kisah Mereka ya~~"


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan juga hadiahnya.


__ADS_2