
Kanaya mengerutkan dahinya saat memasuki halaman depan rumahnya. Karena di depan rumahnya sudah terparkir 2 buah mobil mewah, dan ia pun heran karena tadi saat di kampus sedang mengurus ijazah, Mamanya menelepon memintanya untuk segera pulang tanpa memberitahukan alasannya.
Kanaya memasuki rumah dan tertegun saat melihat Elvano dan kedua orang tuanya dan juga Lisa, adiknya ada disana.
"Kanaya,kamu sudah pulang? Ayo salim dulu sama Om Sean dan juga Tante Luna," ujar Ratna sambil melihat Kanaya memasuki pintu rumah.
"Siang Om, Tante," sapa Kanaya sambil mencium punggung tangan mereka.
"Lisa, Kak Elvano," sapanya lagi saat menyalami Lalisa dan Elvano.
Di luar dugaan Elvano menyapanya dan tersenyum padanya.
"Duduk di sini, Ay," ucapa Ratna pada Kanaya sambil menepuk tempat kosong di sebelahnya. Kanaya pun duduk di sebelah mamanya itu.
"Bagaimanan kabarmu, Kanaya?" Tanya Luna sambil tersenyum.
"Baik Tante," jawab Kanaya yang masih menerka - nerka apa tujuan mereka datang kerumahnya dan mengapa ia harus ada di sana. Apakah ini ada hubungannya dengan Kakaknya Devita?
"Selamat ya, Kata Elvano kamu baru wisuda kemarin?" tanya Luna sambil tersenyum.
"Iya, Tante terima kasih," jawab Kanaya sambil melirik ke arah Elvano yang memandanginya tidak berkedip.
'Kemarin kasih bunga, sekarang datang sama keluarga. Ada apa sih sebenarnya?' Batin Kanaya gelisah.
Seperti pengakuannya pada Devan, Kanaya memang sudah tidak mengharapkan Elvano lagi, sehingga ia pun tidak berani berpikiran macam - macam mengenai kemungkin hubungannya dengan Elvano.
Apalagi setelah ketidak acuhan Elvano padanya selama ini dan pandangan tajam yang di terimanya beberapa hari yang lalu atau pun saat di pemakaman Kak Devita, 6 bulan yang lalu.
"Pasti Kanaya bertanya - tanya Kenapa Elvano, Tante dan keluarga datang kesini, kan?" ujar Luna lagi dan Kanaya mengangguk.
Ratna menyentuh tangan Kanya dan memberinya senyum bahagia.
'Kenapa Mamah tersenyum seperti itu? Aneh, ada apa ini sebenarnya?' Tanya Kanaya dalam hati.
__ADS_1
"Kami datang ke sini, sebenarnya menemani Elvano untuk melamarmu Kanaya," ujar Sean setelah sebelumnya memandang Luna, istrinya.
Kanaya sangat terkejut, seperti di sambar petir di siang bolong! Secara reflek ia pun menoleh ke arah Elvano sambil melongo, tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
'Apa!! Elvano melamarku? Apa aku tidak salah dengar? Apa yang terjadi? Apa aku sedang bermimpi?' Batin Kanaya dan ia pun mencubit tangannya sendiri untuk memastikan sesuatu apakah ini mimpi atau kenyataan.
"Auuuuu!" pekiknya saat merasakan sakit akibat cubitannya sendiri.
"Boleh Elvano, bicara berdua saja dengan Kanaya?" pinta Elvano, pada Rayhan dan juga Ratna tiba - tiba.
"Ya, tentu saja,"
Elvano pun beranjak dan mengulurkan tangannya pada Kanaya yang masih syock dengan apa yang di dengarnya.
Ratna menyenggol bahu Kanaya saat anak gadisnya itu tidak bergeming untuk menyadarkannya dari lamunannya.
Setelah tersadar dari lamunannya itu, Kanaya pun menerima uluran tangan dari Elvano. Kemudian menuju halaman belakang yang kerap kali ia dan Devita sering habiskan waktu disana.
Kanaya mengikuti saja kemana langkah Elvano membawanya. Saat mereka tengah berada di tengah - tengah taman, Elvano berhenti dan melepaskan pegangan tangannya.
"Kamu pasti bingung dengan semua ini kan, Kanaya?" ujar Elvano tanpa melihat ke arah Kanaya.
Mata Elvano beredar melihat sekeliling taman itu, dan bayangan Devita dan juga dirinya yang sedang bercanda gurau di taman itu teringat jelas.
Kanaya diam tidak menjawab. Ia memilih untuk mendengarkan perkataan Elvano terlebih dahulu.
"Kau tahu kan, kalau perusahaan Ayahmu itu sedang mengalami kebangkrutan?" tanya Elvano sambil berbalik badan dan menatap Kanaya.
Kanaya menelan ludah. Melihat tatapan Elvano yang kembali tajam padanya, dan ia pun mengangguk.
"Kalau kamu ingin perusahaan Ayahmu tetap berdiri, maka kamu harus menyetujui pernikahan kita," ujar Elvano dengan nada dingin.
Kanaya tersentak kaget dengan ucapan Elvano.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" tanya Kanaya yang tidak suka dengan ucapan Elvano yang bernada mengancamnya.
"Kamu dengar apa yang akan aku katakan!" ujar Elvano sambil tersenyum sinis.
"Perusahaan Ayahmu, sekarang sedang di ambang kebangkrutan Kanaya, dan jika kamu ingin menyelamatkannya segeralah untuk menyetujui pernikahan kita, Aku juga tidak akan meminta dua kali. selain itu, kalau kamu peduli pada sahabatmu Devan, kamu harus mendengarkan apa yang aku katakan, atau dia akan pulang dengan tangan kosong!" ujar Elvano sambil memandang sinis pada Kanaya.
Kanaya terkejut. karena Elvano menyeret nama Devan dalam ancamannya. Apa maunya?
Kanaya menyadari niat Elvano menikahinya bukanlah karena memiliki perasaan terhadapnya. Tapi ia punya tujuan lain.
"Kenapa Kak Elvano? Apa yang sebenarnya kamu mau?" tanya Kanaya dengan pandangan heran pada laki - laki yang ia puja selama ini.
Elvano tertawa. Dan berkata " Aku akan memberitahumu saat kita sudah menikah. Untuk sekarang kamu hanya perlu menerima lamaranku dan mengikuti semua perintahku, apa kamu mengerti?" tanya Elvano sambil mencengkram lengan Kanaya dengan erat hingga Kanaya meringis kesakitan.
"Apa kamu mengerti Kanaya?!" tanya Elvano sekali lagi dengan tatapan tajam yang menghunus langsung ke hati Kanaya, hingga Kanaya pun terpaksa mengangguk menyetujui perkataan Elvano.
Elvano tersenyum.
"Sekarang peluk aku," ujar Elvano sambil melirik ke arah kaca ruang tamu di rumah Kanaya, dimana kedua orang tua mereka sedang berkumpul.
Karena Kanaya tidak beranjak memeluknya, akhirnya Elvano lah yang memeluknya Kanaya. dan mendekap erat Kanaya sambil melambaikan tangan ke arah jendela ruang tamu.
"Jangan menangis Kanaya! Kalau sampai kamu bercerita kepada orang tua kita, atau jika mereka sampai tahu hal ini, aku tidak akan segan - segan untuk menghabisi Devan dan juga ibunya yang tinggal sendirian di sebelah rumahmu!" ujar Elvano sambil tersenyum tetapi nada suaranya tajam dan mengancam.
Kanaya pun langsung menghapus air mata yang menetes di pipinya dan mengangguk. Karena ia tidak ingin mencelakai Devan dan juga Bunda, dan juga tidak ingin menghancurkan perusahaan Ayahnya.
Terima kasih sudah membaca. Maaf kalau masih banyak typho.
Nantikan terus kisah mereka ya....!!!
Jangan lupa like komen dan vote. Kalau berkenan tekan tombol like....like...like..like..like..like yang banyak yah. Dan di tunggu komentarnya~~
__ADS_1