Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Merubah penampilan Kanaya Part 2


__ADS_3

"Aku baik - baik saja Mah. Mungkin karena lelah sehabis berpergian," alasan Kanaya sambil melirik ke arah Elvano.


"Elvano, Kanaya jangan sampai kelelahan. Bagaimana kalian akan segera punya momongan kalau Kanaya kelelahan?" ujar Luna sambil menasehati Elvano.


Elvano bangkit dari duduknya dan merangkul Kanaya.


"Iya Mah, mungkin karena perjalanan bulan madu kami, Kanaya sedikit kecapean. Nanti akan Elvano perhatikan agar Kanaya tidak kelelahan," ujar Elvano sambil melirik tajam pada Kanaya.


"Kanaya baik - baik saja kok Mah, Mama jangan kuatir," ujar Kanaya berusaha meyakinkan Luna agar Luna tidak curiga.


"Baiklah kalau kamu merasa baik - baik saja. Kita berangkat sekarang?" ujar Luna sambil tersenyum dan Kanaya mengangguk.


"Kamu hati - hati ya sayang, jangan terlalu capek," ujar Elvano sambil memeluk dan mengecup pipi Kanaya di depan Luna dan juga Lisa. Saat mereka hendak masuk ke dalam mobil mewah milik keluarga Alvarendra. Kanaya mengangguk dan memaksakan senyuman untuk Elvano.


"Ingat pesanku Kanaya," ancam Elvano di telinga Kanaya sambil berbisik dan Kanaya hanya mengangguk pelan.


Luna, Lisa dan Kanaya pun berangkat ke mall dengan di supiri oleh Aldi, supir keluarga Alvarendra.


"Kak Kanaya tenang saja, nanti setelah pulang dari mall, Kakak akan berubah 180 derajat." bisik Lisa di telinga Kanaya, membuat Kanaya tertegun dan tersenyum pada Lisa, walaupun ia tidak mengerti maksud perkataan Lisa.


Luna dan Lisa tampak sangat senang dan mereka memang sudah terbiasa untuk berbelanja pakaian atau barang - barang mewah lainnya. Sedangkan Kanaya, ia jarang sekali berbelanja, jika ia tidak terlalu membutuhkan suatu barang. Dahulu saat Devita masih hidup, Devitalah yang sering mengajaknya berbelanja, tetapi tetap saja Kanaya tidak membeli banyak barang, hanya yang di butuhkannya saja.


Dan Kali ini, Lisa benar - benar memaksa Kanaya untuk mencoba beberapa buah pakaian yang sedang trendy. Kanaya pun terpaksa mencobanya karena merasa tidak enak hati pada Lisa dan ibu mertuanya.


"Hallo Kak," sapa Lisa pada Elvano melalui sambungan telepon.


"Ya Lisa, ada apa?" tanya Elvano yang saat itu sedang berada di kantornya.


"Aku dan Mama sedang berbelanja, tapi Kak Kanaya tampaknya sungkan untuk membelanjakan uangmu," ujar Lisa tanpa sepengetahuan Kanaya.


"O Ya?" tanya Elvano.


"Ya Kak, jadi aku mau meminta ijin untuk menggunakan kartu kakak untuk membeli barang - barang untuk istri kakak," ujar Lisa tanpa basa - basi.


"Ya sudah, pakai saja asalkan Kanaya menyukainya." ujar Elvano berusaha tampak sebagai suami yang pengertian.


"Pasti Kak. Pasti Kak Kanaya akan menyukainya," ujar Lisa dengan tersenyum senang, sambil melihat Kanaya yang sedang berjalan bersama Mama di depannya.


Dalam beberapa jam saja tangan Kanaya sudah penuh dengan berbagai macam shopping bag yang berisi pakaian, sepatu, perhiasan, peralatan make up dan barang - barang yang lainnya yang di pilihkan oleh Lisa untuknya. Sampai - sampai Lisa harus memanggil Aldi, supir mereka untuk membawakan barang belanjaan mereka.


"Sepertinya Mama sudah cukup berbelanja hari ini," ujar Luna sambil melihat belanjaan di tangannya.


"Tapi aku belum selesai, Mah," rajuk Lisa.

__ADS_1


"Bagaimana denganmu Kanaya?" tanya Luna pada Kanaya.


"Aku sudah banyak belanja, sepertinya cukup," ujar Kanaya sambil tersenyum. Kanaya merasa sudah cukup berbelanja dan tidak ingin menghabiskan uang Elvano lebih banyak lagi.


"Kak Kanaya temani aku belanja Ya? Biar Mama pulang lebih dulu dengan Aldi," pinta Lisa.


Kanaya tampak kebingungan ia merasa belanjaannya sudah banyak, namun ia juga merasa iba jika Lisa harus belanja seorang diri,"


"Ayolah Kak, pasti akan sangat menyenangkan," bujuk Lisa.


"Baiklah," jawab Kanaya pada akhirnya.


Luna pulang ke rumah keluarga Alvarendra


lebih dulu. Sedangkan Lisa dan Kanaya masih berkeliling di mall besar itu mencari beberapa barang.


"Kak, kita potong rambut yuk! Rambut Kak Kanaya juga sudah terlalu panjang. Biar nanti di rapikan sekalian," ujar Lisa saat melewati sebuah salon.


Kanaya juga sebenarnya perlu memotong rambutnya, karena ia belum pernah memotongnya lagi sejak Devita meninggal dunia.


"Ayuk!" jawab Kanaya.


Akan tetapi mereka tidak hanya potong rambut disana. Lisa juga mengajaknya untuk creambath dan mewarnai rambut mereka. Kanaya mewarnai rambutnya dengan warna Born Beige, sedangkan Lisa mewarnai rambutnya dengan warna Smokey Mauve.Keluar dari sana, mereka berdua tampil sangat menawan dengan model dan waran rambut yang baru.


Kanaya tidak langsung diantar pulang ke rumah Elvano, tetapi kerumah keluarga Alvarendra terlebih dahulu.


Di rumah keluarga Alvarendra Kanaya bukan hanya di ajak makan malam bersama, namun ia juga di ajari oleh Lisa cara berdandan agar tampil cantik, lebih modis dan juga menawan.


"Terima kasih, Mah Kanaya senang sekali hari ini, " ujar Kanaya pada Luna yang sedang berdiri di samping Sean.


"Sama - sama Sayang. Kamu juga jaga diri baik - baik. Jangan terlalu lelah," ujar Luna sambil memeluk Kanaya.


Kanaya tersenyum dan mengangguk.


"Kanaya pulang Ya, Mah, Pah." Pamitnya pada Sean dan Luna.


"Lisa terima kasih banyak ya. Karena sudah merubah penampilanku." ujar Kanaya sambil tersenyum dan memeluk adik iparnya itu.


"Iya Kak, kalau ada apa - apa Kakak tinggal bilang sama Lisa, Mama atau Papa," ujar Lisa sambil memandang Kanaya penuh arti, membuat Kanaya berpikir.


'Apa Lisa tahu apa yang terjadi? Tapi bagaimana mungkin? Aku sama sekali tidak mengatakan apapun padanya.' batin Kanaya.


Namun Kanaya menepis semua pikirannya itu, kemudian tersenyum dan mengangguk pada Lisa.

__ADS_1


Kanaya pun pulang di antar oleh Aldi supir keluarga Alvarendra.


Kanaya sudah sampai di rumah Elvano lewat pukul 9 malam. Saat ia keluar dari mobil yang di kendarai oleh Aldi, Bella yang sedang berada di ruang tamu segera membukakan pintu untuknya.


"Ya Ampun Nyonya, Anda cantik sekali," puji Bella saat melihat penampilan baru Kanaya. Saat itu Kanaya sedang mengenakan baju atasan berwarna putih dengan ruffle di bagian tengahnya, dan sebuah rok berwarna soft pink di atas lutut.


"Terima kasih Bella," ujar Kanaya sambil tersenyum.


"Mari saya bantu, Nyonya." ujar Bella sambil mengambil sebagian shopping bag di tangan Kanaya, dan mengikuti Kanaya masuk ke dalam rumah.


Mereka langsung berjalan masuk ke dalam rumah dan langsung ke kamar Kanaya.


"Taruh disini saja Bella," ujar Kanaya sambil menujuk ranjangnya.


"Tuan di mana?" tanya Kanaya Pada Bella.


"Maaf Nyonya, Tuan belum pulang," jawab Bella sambil menunduk. Ia merasa kasihan pada Nyonyanya itu, karena Tuannya seperti mengabaikannya.


Kanaya tersenyum dan menghela napas.


"Tidak apa, aku akan menunggunya di depan," ujar Kanaya lalu berjalan ke luar Kamarnya sambil membawa dompetnya. Ia berniat untuk mengucapkan terimakasih dan mengembalikan kartu ATM Elvano yang ada padanya.


"Nyonya mau minum atau makan sesuatu?" tanya Bella dengan sopan.


"Air putih saja Bella, terima kasih." jawab Kanaya dan ia pun menunggu Elvano sambil menonton televisi.


Kanaya mencoba untuk tetap terjaga. Ia tidak ingin kejadian kemarin malam terulang kembali, saat ia tertidur di sofa dan Elvano pun membangunkannya dengan kasar.


Elvano kembali pada pukul 11 malam. Hari itu ia memang bekerja hingga larut malam dan pulang bersama Anton.


Seorang pelayan membukakan pintu dan ia masuk ke dalam rumah.


"Nyonya sudah pulang?" tanya Elvano pada pelayan itu.


"Sudah Tuan. Nyonya sedang menunggu Tuan di ruang keluarga." jawab pelayan itu.


'Paling dia tidur lagi disana,' batin Elvano. Karena sudah beberapa kali Elvano memergoki Kanaya tertidur di sofa ruang keluarga saat menunggunya.


Namun saat memasuki ruang keluarga, ia tertegun. Di lihatnya seorang gadis dengan rambut coklat yang indah sedang duduk menghadap layar kaca. Gadis itu tengah asyik menonton sebuah film di depannya dan tertawa saat ada adegan lucu di tayangkan.


Elvano menghampiri gadis itu dan melihat jika ia adalah Kanaya, dan ia pun berdehem.


Jangan lupa like komen dan vote. Semakin banyak yang like pastinya Crazy Upnya juga akan di percepat dan semakin banyak Updatenya😁 Jadi kalau berkenan mohon tekan tombol like..like..like...like..like

__ADS_1


__ADS_2