Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Ingin Momongan


__ADS_3

"Mamah Kapan datang?" Tiba - tiba Elvano muncul langsung menyalami dan mencium pipi Mamanya.


"Elvano, kata Kanaya kamu kerja keluar kota," ujar Luna terkejut melihat Elvano tiba - tiba datang.


Bukan hanya Luna. Kanaya pun terkejut. Ia pikir Elvano akan menginap di pulau bersama Maya.


"Iya, Mah. Tapi kerjaan Elvano sudah selesai lebih cepat," alasan Elvano. Kemudian duduk di samping Kanaya dan mengecup kening serta pipi Kanaya perlahan, sambil menatap Kanaya dengan sendu.


"Bagaimana kabarmu, Sayang? Apa kamu sudah lebih baik?" tanya Elvano sambil menatap mata Kanaya.


Jantung Kanaya serasa berhenti berdetak, menatap mata Elvano. Elvano begitu tulus mengatakannya, sampai - sampai Kanaya tidak tahu apakah Elvano bersandiwara atau berbicara tulus.


'Apakah kamu tulus atau memang begitu sempurnanya aktingmu Elvano?' batin Kanaya. Ia merasa sesak jantungnya memikirkan jawaban dari pertanyaan yang bertolak belakang itu.


Kanaya tak mengucapkan sepatah kata pun, lidahnya kelu. Ia hanya mengangguk menjawab pertanyaan dari Elvano.


"Kamu seharusnya jangan berada di luar dulu seperti ini, istirahatlah di dalam agar kamu cepat sehat," ujar Elvano dengan penuh perhatian sambil tangannya memindahkan anak - anak rambut yang menutupi wajah Kanaya ke belakang telinganya.


"Elvano benar, seharusnya kamu istirahat di dalam sampai kamu bisa benar - benar pulih," ujar Luna yang menyetujui putranya.


"Aku...aku... tidak apa - apa, aku pun belum lama berada di luar," ujar Kanaya berusaha untuk kuat.


"Elvano sebaiknya bawa Kanaya ke kamar kalian, wajahnya masih terlihat sangat pucat," ujar Luna pada putranya.


"Ayo kita masuk," ujar Elvano sambil meraih tangan Kanaya.

__ADS_1


"Aku...masih mau di luar Kak El, nanti aku akan masuk kalau...." belum selesai Kanaya berbicara Elvano sudah mengangkat tubuh Kanaya dan membawanya masuk ke dalam rumah. Kanaya pun reflek melingkarkan tangannya pada leher Elvano untuk mencegahnya agar tidak terjatuh. Kanaya sempat bertatapan mata dengan Elvano, namun ia segera menunduk, tidak berani menatap mata Elvano yang sangat dekat dengannya.


Ternyata, Luna pun mengikuti Elvano masuk ke dalam rumah.


Tadinya Elvano menggedong Kanaya karena khawatir dan kesal pada Kanaya yang wajahnya masih sangat pucat, namun Kanaya tidak mau mendengarkannya masuk ke dalam rumah. Namun, saat mengetahui Mamanya mengikuti, Elvano terpaksa membawa Mamanya ke kamarnya dan merebahkannya di ranjangnya. Ranjang yang selama ini hanya dia yang boleh menaikinya. Namun kali ini ia membiarkan Kanaya berbaring di sana.


Kanaya segera duduk di ranjang Elvano sembari diam - diam menutupi dadanya karena ia belum bisa memakai bra dengan kondisi punggungnya yang masih sakit dan juga belum bisa untuk tidur terlentang.


Luna menghampiri Kanaya.


"Kanaya, kamu istirahat dulu, biar Elvano yang temani Mama ya?" ujar Luna dengan sayangnya.


Kanaya mengangguk, barulah Luna dan Elvano keluar dari kamar Elvano.


Elvano menemani Mamanya dan mengobrol di ruang keluarga.


"Apa kalian menunda untuk punya momongan, Elvano?" tanya Luna pada Elvano.


"Nggak Ma, memang belum di kasih aja," ujar Elvano beralasan.


"Kalau kalian mau, Mama ada kenalan seorang dokter kandungan.."


"Sudah Mah, Mamah nggak usah khawatir, nanti kalau sudah waktunya pasti di kasih," ujar Elvano langsung menolak dokter kandungan yang di rekomendasikan oleh Mamahnya.


" Mamah hanya mencoba membantu, Elvano?" ujar Luna.

__ADS_1


"Mungkin kalian hanya perlu liburan bersama. Ambilah cuti dan pergilah dengan Kanaya. Dia pasti akan senang sekali. Istri yang bahagia akan lebih cepat memberikan keturunan, Elvano," ujar Luna lagi, mencoba membujuk Elvano untuk segera memiliki momongan.


"Elvano sedang sibuk sekali, Mah? Belum bisa untuk ambil cuti?" alasan Elvano.


Elvano memang tidak pernah berpikir untuk memiliki anak dengan Kanaya, karena ia menikahinya bukan untuk menjadikan Kanaya sebagai seorang istri yang sebenarnya dan ia sudah berjanji pada dirinya untuk tidak pernah menyentuh Kanaya, dengan cara seperti itu akan membuat Kanaya tidak bahagia.


"Tapi kalian sudah menikah selama 7 bulan, Elvano. Paling tidak biarkan Mama mengantarkan Kanaya periksa ke dokter," ujar Luna masih mencoba membujuk Elvano.


"Mah, Kanaya sedang sakit Elvano tidak ingin Kanaya kepikiran kalau di tanya terus - menerus tentang momongan. Elvano harap Mamah bisa mengerti," ujar Elvano dengan pandainya beralasan.


Luna menghela napas. Memang susah membujuk Elvano. Sedangkan menanyakan hal itu pada Kanaya ia pun takut, jika akan menjadi beban pikiran bagi Kanaya. Padahal Luna dan juga Sean sudah sangat memginginkan cucu.


"Ya sudah, Mamah lebih baik pulang, karena ini sudah hampir malam," ujar Luna sambil beranjak.


"Sampaikan salam Mama untuk Kanaya. Jaga dia baik - baik, Elvano." ujar Luna mengingatkan Elvano.


Luna bukannya tanpa alasan mengatakan hal itu, karena ia banyak mendengarkan kabar desas - desus mengenai hubungan Elvano dengan seorang wanita, namun ia belum mempunyai buktinya. Itu pula sebabnya ia menanyakan mengenai Elvano saat ia bercakap - cakap dengan Kanaya di taman tadi.


Luna sendiri tidak yakin akan kebenaran desas - desus itu, sebab Elvano dan Kanaya terlihat sangat mesra di depannya. Dan di depan publik pun mereka terkenal sebagai pasangan yang sangat serasi. Jadi mana mungkin Elvano berselingkuh?.


"Ya Mah, Mama hati - hati di jalan," ujar Elvano kemudian mencium tangan Mamanya.


Jangan lupa like, komen dan vote


Jangan lupa like, komen dan vote.

__ADS_1


__ADS_2