Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Gala Diner


__ADS_3

Dia menatapku tajam, tampak tersinggung dengan pertanyaanku.


"Adella aku hanya mengatakan yang sejujurnya. Kalau dia berniat meninggalkan Istrinya, sudah dilakukannya sejak dulu!" Ujarku. Aku tau hal itu dengan pasti, karena aku pun laki - laki, dan aku pun pernah berada di situasi seperti Frans. Saat aku bersama Kanaya dan aku berselingkuh dengan Maya, sesuatu yang aku sesali saat ini.


Aku tidak pernah berniat menikahi Maya, karena aku hanya ingin bersenang - senang saja dengannya. Aku pun merasa Frans sama saja denganku. Dan aku tidak ingin sahabatku Adella mengalami hal seperti itu.


"Dia butuh waktu Elvano, aku yakin dia pasti akan menikahiku," ujarnya masih bersikukuh dengan pendiriannya, betapa pun sering kulihat ia di sakiti dan menangis.


"Dia hanya bingung saja karena Istrinya sedang mengandung!" Serunya kemudian berkata lagi, " Tapi... tapi... dia berjanji akan meninggalkan Istrinya setelah dia melahirkan!"


Aku pun tersenyum miris dan menggelengkan kepalaku.


"Sudahlah Adella, kau tahu dia tidak akan mungkin melakukan hal itu," ujarku sambil memegang pundaknya, berusaha menyadarkannya sesuatu yang sudah di ketahuinya di dasar hatinya, namun sering di abaikannya.


Dan Adella pun menunduk.


Aku mendengar ia mulai terisak dan berkata di antara isak tangisnya " Aku sangat mencintai, Elvano,"


Kadang - kadang cinta memang bisa membuat orang melakukan berbagai hal yang bodoh dan menyakitkan. Seperti juga aku yang tidak bisa membuang jauh - jauh perasaan cintaku pada Kanaya.


Kupeluk Adella agar ia bisa menangis di dadaku. Aku bisa merasakan bagaimana rasa sakit hatinya saat itu.


Kubiarkan dia menguasai dirinya, hingga ia bisa berhenti menangis dan mengangkat kepalanya dari dadaku.


"Aku tidak tahu bagaimana aku bisa melupakan dia," ujarnya masih dengan wajah sendunya.


"Berhentilah bertemu dengannya, abaikan dia" ujarku.


"Tapi dia pasti akan menemuiku nanti malam dan aku tidak bisa menghindarinya," ujar Adella lagi.


Aku berpikir sejenak.


"Ikutlah bersama deganku. Aku ada acara Gala Dinner bersama Gubernur malam ini," ujarku. Aku pikir dia bisa ikut menjadi pasanganku nanti malam, dari pada dia harus bertemu dengan pacarnya itu.


"Nanti malam? Tapi aku tidak ada persiapan untuk Gala Dinner seperti itu!" Ujarnya sedikit terkejut.


"Apa maksudmu? Kau pemilik sebuah butik Adella! Jangan katakan kau tidak punya satu gaun pun yang cocok untuk kau pakai malam ini!" Kataku mengejeknya. Dia tertawa.


"Kau benar, aku rasa bukan masalah buatku," ujarnya sambil menggaruk tengkuknya.


"Baiklah, tapi kau jemput aku, atau aku tidak mau pergi!" Ujarnya mengancamku.


Dia memintaku menjemputnya padahal dia tahu aku tidak membawa mobil di kota ini!


"Fine! Aku jemput jam 7 dan aku tidak mau menunggu, pastikan kau sudah siap!" Balasku sambil melangkah keluar rumah yang kami kunjungi dan bertemu dengan penjaga rumah itu di luar.


"Elvano bagaimana dengan rumahnya?" tanya Adella sambil mensejajari langkahku.

__ADS_1


"I'll taket it!" Jawabku.


Aku pikir rumah ini cocok untukku. Hanya perlu di bersihkan dan mengganti sebagian furniture seperti kitchen set dan mengecat ulang.


"Oh syukurlah! Aku mulai bosan mengantarmu berkeliling kota mencari rumah!" Ujarnya begitu saja dengan santai! Begitulah Adella. Mengatakan apa saja dengan ceplas ceplos.


Aku biarkan dia masuk ke dalam mobilnya, sementara aku menemui penjaga rumah itu, dan menanyakan nomor kontak pemilih rumah di hadapanku...


"Elvano! Cepatlah sedikit! Aku sudah lapar!" Teriaknya dari dalam mobil.


"Ya ampunn tidak bisakah dia sabar sedikit!" Batinku sambil geleng - geleng kepala.


*******


Kanaya Zavira POV


"Yang, kamu cantik sekali," ujar Devan tidak jauh dari tempatku berdiri.


"Kamu juga, Yang," ujarku sambil menghampirinya dan membetulkan dasi yang berwarna soft blue yang di kenakannya. Ia tampil mempesona dengan setelan jas berwarna navy dan kemeja putih.


"Kamu yakin tidak apa - apa pergi ke Gala Dinner?" tanyanya sambil mengelus perutku yang sudah membesar dan tidak tertutupi dengan dress tanpa lengan berbahan chiffon yang ku kenakan.Gaun itu berwarna abu - abu dengan model terbuka di bagian punggung.


"Ya kenapa tidak? jangan khawatir, aku baik - baik saja," jawabku meyakinkannya.


"Baiklah, kalau kau merasa begitu. Jangan jauh - jauh dari ku, Yang." ujarnya mengingatkan sambil tersenyum.


Usia kandunganku memang sudah hampir 9 bulan dan Dokter Gita memperkirakan aku akan melahirkan dalam waktu 3 minggu kedepan. Wajar saja jika ia khawatir. Tetapi aku merasa baik - baik saja dan ingin menemaninya malam itu.


Kami pun berjalan turun ke lantai dasar dan bertemu dengan Alvaro yang sedang bermain bersama Bunda dan Mamaku di tempat bermainnya.


"Alvaro, Ayah dan Bunda pergi dulu ya, Alvaro di rumah bersama Eyang dan juga Oma" ujar Devan sambil berjongkok dan berbicara pada Alvaro.


"Ayah ama Unda mau mana?" tanya Alvaro.


"Ayah dan Bunda mau pergi ke acara teman Ayah, Alvaro di rumah dulu ya. Dengarkan apa kata Oma dan juga Eyang," Ujar Devan sambil mengelus kepala Alvaro kemudian mengecupnya.


"Alo itut Ayah," ujar Alvaro meminta ikut.


"Alvaro belum boleh ikut sayang, karena ini acara orang dewasa"ujarku pada Alvaro.


"Nanti kalau ada acara anak - anak Alvaro boleh ikut," tambahku.


Biasanya Alvaro akan merajuk minta ikut, namun kali itu ia mengangguk.


"Alvaro, nanti bobo sama Eyang dan Oma ya," ujarku sambil mencium keningnya.


"Iya Unda... Unda jaga Dede ya," ujarnya sambil berjinjit mencium perutku membuatku tersenyum bangga padanya. 'Ia akan menjadi seorang kakak yang baik nantinya,' batinku sambil menatapnya.

__ADS_1


Setelah berpamitan kami pun pergi ke Gala Dinner di hotel Grand yang diadakan oleh Bapak Gubernur untuk menggalang dana sosial. Biasanya Gubernur akan mengundang pengusaha - pengusaha, pejabat dan publik figur ke acara tersebut.


Saat kami sampai di sana, para tamu undangan sudah banyak yang datang dan kami pun masuk ke dalam banquet hall di hotel itu yang telah di sulap menjadi tempat acara gala dinner dengan meja bundar - bundar dan tempat duduk para tamu.


Para petugas di sana menunjukkan kepada kami jalan menuju meja yang telah di siapkan untuk kami dan ternyata kami mendapatkan meja sama yang sama dengan Pak David dan Bu Rena.


"Mbak Kanaya," sapa Ibu Rena yang duduk di sana bersama dengan Pak David. Devan pun mengobrol bersama Pak David, sementara aku berbicara dengan Ibu Rena.


"Bu Rena, Ibu cantik sekali," ujarku sambil memberinya cipika cipiki.


"Ah, terima kasih Mbak Kanaya. Mbak Kanaya juga tampil luar biasa malam ini. Pak Devan harus lebih berhati - hati," canda Rena pada Kanaya dan juga Devan.


"Bisa saja Ibu," jawabku sambil tersenyum.


"Gimana kabarnya si cantik?" tanyanya sambil memegang perutku.


"Alhamdullilah sehat. Tinggal menunggu saatnya tiba," ujarku sambil memandang ke arah perut besarku.


Kami sedang mengobrol sambil menunggu acara gala dinner di mulai. Saat itu mendengar Devan menyebut nama Kak Elvano.


"Elvano, suatu kebetulan kita bisa duduk di sini bersama - sama," ujar Devan dan aku pun menoleh ke arahnya, dan menemukan Kak Elvano sedang berdiri bersama dengan Devan dan Pak David. Di sebelah Elvano berdiri seorang wanita cantik yang belum pernah ke kukenal sebelumnya. 'Apa dia datang bersama dengan Kak Elvano," batinku.


Saat itu Kak Elvano menoleh ke arahku dan aku pun tersenyum padanya. Devan merangkulku ke dekatnya, agar kami bisa mengobrol. Dengan Elvano dan teman wanitanya. Begitu pula Ibu Rena mendekat di sebelahku.


"Kanaya," sapa Elvano sambil tersenyum.


"Kak El," balasku sambil berjabat tangan dengannya.


Wanita yang berada di samping Kak Elvano menatapku dan juga Devan, dan aku pun tersenyum padanya. Sempat kulihat ekspresi terkejut di wajahnya saat melihatku.


"Kenalkan ini Adella. Adella ini Pak David dan Pak Devan. Kanaya dan Ibu Rena," ujar Elvano memperkenalkan kami berempat kepada wanita itu, Adella.


"Apa kabar?" sapa kami bergantian.


"Baik Pak, Bu," jawabnya sambil tersenyum.


Ia terlihat ramah dan juga baik, selain itu ia pun cantik dan tampak cocok bersanding dengan Kak Elvano yang malam itu pun tampil gagah dan tampan. Aku belum pernah melihat Kak Elvano membawa seorang perempuan sebelumnya, ataupun mendengar gosip hubungannya dengan seorang perempuan akhir - akhir ini.




Maafkan kehaluan Author...πŸ˜‚πŸ˜‚ yukklah kasih komentar yang banyak biar author semangat buat nulis dan jangan lupa tekan tombol likenya😁😁


Bersambung....


Nantikan terus kisah mereka ya.

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk like, komen , vote dan hadiahnya.


__ADS_2