Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Menganggu Tidurku!


__ADS_3

Luna pun naik ke dalam mobil yang di kendarai oleh Aldi, dan kembali ke rumahnya.


Selepas Mamanya pergi, Elvano naik ke kamarnya, hendak menyuruh Kanaya keluar dari kamarnya.


Namun, saat ia membuka pintu, di lihatnya Kanaya yang sedang tertidur. Kanaya tidur telungkup dan kepalanya menghadap ke samping.


Elvano berjalan mendekat hendak membangunkan Kanaya, namun saat melihat Kanaya tertidur dengan lelapnya, ia pun mengurungkan niatnya.


Kanaya tidur demikian lelap hingga ia tidak mendengar suara pintu yang di buka dan di tutup oleh Elvano.


Akhirnya Elvano duduk di sofa kamarnya, sambil memandangi Kanaya sedang tertidur di ranjangnya. Selama menikah dengan Kanaya ia baru dua kali melihat Kanaya tertidur. Tadi malam saat dia diam - diam menengok Kanaya setelah memukulinya, dan saat sekarang Kanaya tengah tidur di ranjangnya. Dan bayangan Kanaya tidur tadi malamlah yang membuatnya membatalkan kepergiannya ke pulau bersama Maya. Ia dan Maya sudah hampir berangkat ke pulau tadi siang. Mereka sedang menunggu helikopter untuk menjemput mereka ke pulau, namun tiba - tiba benaknya teringat pada wajah polos dan tak bersalah Kanaya yang sedang tertidur. Ia masih ingat reaksi tubuh Kanaya. Bagaimana Kanaya mengerang dan wajahnya berubah meringis dalam tidurnya saat ia menyentuh luka yang di terima Kanaya akibat cambukan ikat pinggangnya. Demikian sakit yang di terima Kanaya, namun gadis itu masih saja tetap bertahan.


Belum lagi permintaan Kanaya untuk meminta cerai saat ia tengah memukuli Kanaya tadi malam. Tidak! Elvano, tidak akan pernah menceraikan Kanaya! Ia tidak tahu mengapa, tetapi Elvano tidak akan pernah melepaskan Kanaya. Baginya Kanaya adalah miliknya.


***


Maya dan Lisda sedang duduk di sebuah club menemani makanan dan minuman di temani riuhnya orang - orang yang bergoyang di lantai dansa.


"Sudahlah May, jangan cemberut, toh Elvano sudah memberikanmu uang yang banyak," ucap Lisda sambil tertawa pada sahabatnya Maya yang masih cemberut karena tidak jadi pergi ke pulau bersama Elvano. Padahal Elvano sudah mentransfer sejumlah uang ke dalam rekeningnya tadi siang.


"Diamlah Lisda! Jangan meledekku!" sergah Maya dengan kesal. Di hirupnya potong rokok yang ada di tangannya dalam - dalam. Ia sangat kesal ketika Elvano tiba - tiba membatalkan kepergian mereka tadi siang.


'Pasti gara - gara si Kanaya itu! Pakai apa sih, sehingga sulit sekali bagi dia untuk menjauhkan Kanaya dari Elvano?' batin Maya.


"Aku heran, kenapa kamu cemburu sekali pada Kanaya. Padahal kamu bilang sendiri, kalau Elvano sangat membenci dia sampai - sampai ia rela menikahinya hanya untuk membuat dia menderita. Dan dari ceritamu, Elvano benar - benar telah membuat Kanaya menderita," ujar Lisda, namun Maya masih tidak tersenyum dan masih menikmati suasana club seperti biasanya.


"Sudahlah Maya, kalau Elvano masih tidak mencintaimu, bagaimana ia bisa memberikanmu mobil dan apartemen mewah, semua perhiasan dan uang yang selalu kau hambur - hamburkan itu! Bersyukur saja nasibmu tidak sama dengan si Kanaya itu! Menderita lahir batin. Bahkan si Elvano itu tidak sudi untuk menyentuhnya!" ujar Lisda yang melihat dari sisi dirinya, betapa beruntungnya Maya.


Maya mendengus. Dalam hatinya ia sangat gelisah, karena yang di katakan Lisda tidak seluruhnya benar.


Elvano memang memberikannya mobil, apartemen, perhiasan dan memberikan uang yang banyak. Akan tetapi, Elvano tidak memberinya status, tidak mengakuinya sebagai pasangannya dan yang lebih menyakitkan, saat ia berhubungan dengannya, Elvano sering sekali menyebut nama Kanaya dan bukan dirinya. Dan Lisda tidak tahu itu.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah puas sebelum Elvano menikahiku Lisda, aku sangat ingin orang - orang tahu dan mengenalku sebagai istri dari Elvano!" ujar Maya dengan kesal.


Lisda tertawa.


"Maya hal itu sangatlah mudah! Kau ini, kenapa bisa menjadi tolol sekali!" Lisda menunjuk kening Maya.


"Aku sudah melakukan segala cara Lisda, tapi Elvano tidak mau menikahiku!" Ujar Maya ia teringat beberapa kali meminta Elvano untuk menikahinya, tetapi Elvano selalu saja beralasan.


Lisda tertawa dan mendekat ke telinga Maya.


"Berikan dia anak, dia sudah pasti akan menikahimu," bisik Lisda di telinga Maya.


Lisda benar! Kenapa tidak terpikirkan olehku! Bodohnya aku ini! Umpat Maya pada dirinya sendiri.


Apalagi, ia pernah mendengar Elvano berkeluh kesah saat orang tuanya selalu menanyakan keturunan.


"Tumben pinter!" seru Maya pada Lisda sambil menepuk pundak temannya itu, dan mereka pun tertawa.


"Mau kerumah Elvano! Dah ya, Bye!" Ujar Maya sambil berjalan keluar dari club itu meninggalkan Lisda yang tersenyum sambil memunguti uang yang Maya taruh di atas meja.


Maya berniat datang untuk kerumah Elvano. Sudah lama ia tidak kesana, dan Elvano pun tidak pernah mengajaknya lagi ke rumah miliknya sejak ia membelikan Maya sebuah apartemen.


Maya bersolek di dalam mobilnya sebelum ia turun dan memasuki rumah Elvano dengan angkuhnya.


"Tuan mana?" tanya Maya pada Desi yang membukakan pintu rumah.


"Maaf Non, Tuan sedang istirahat." ujar Desi pada Maya.


"Istirahat dimana?" tanya Maya dengan ketus.


"Dikamarnya dengan Nyonya," jawab Desi.

__ADS_1


"Apa kau bilang? Jangan mengada - ngada!" tanya Maya sambil mencengkram lengan Desi dengan kencang karena sangat kaget.


"Saya tidak mengada - ngada, Non. Tuan memang sedang beristirahat dengan Nyonya," ujar Desi sambil berusaha melepaskan cengkraman Maya.


'Tapi Elvano tidak mungkin... Apa yang mereka lakukan berdua di dalam kamar?' Batin Maya yang tiba - tiba merasa gerah dan juga panas.


Ia pun langsung berjalan ke lantai dua menuju ke kamar Elvano.


"Non, non tidak boleh kesana, Tuan sedang beristirahat!" Ujar Desi mencoba menahan Maya untuk tidak menerobos masuk ke kamar Elvano.


Desi pun memasang badannya di depan pintu kamar Elvano, menghalangi Maya untuk masuk ke dalam kamar.


Elvano yang sedang tidur di sofa mendengar suara gaduh di depan kamarnya dan ia pun terbangun.


Begitu pula Kanaya, terbangun oleh suara keras dan sedang berteriak di lorong.


Kanaya mengerjap - ngerjapkan matanya dan melihat sekelilingnya. Matanya menangkap sosok Elvano yang tengah duduk di sofa, juga sedang menatapnya. Wajahnya terlihat kesal.


Kanaya segera beranjak duduk dengan ekspresi takut karena menyadari ia telah berani tidur di ranjang milik Elvano dan mengira Elvano kesal padanya.


Namun bukan itu yang di pikirkan oleh Elvano saat ia melihat Kanaya. Tetapi kekesalannya karena suara gaduh di luar kamarnya yang menganggu tidurnya.


Elvano pun berjalan dengan geram dan membuka pintu kamar. Seketika itu juga Maya menerobos masuk.


"Elvano, pelayanmu ini melarang aku untuk masuk," rajuk Maya sambil memeluk Elvano.


"Maya kamu mau apa kesini? Kamu berisik sekali menganggu tidurku!" Sergah Elvano yang masih kesal karena Maya menganggu tidurnya. Ia pun melepas rangkulan Maya.


Elvano sendiri masih mengantuk karena kurang tidur tadi malam akibat memikirkan Kanaya.


Jangan lupa like, komen dan vote.

__ADS_1


__ADS_2