Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Di Kota D


__ADS_3

Kanaya bekerja seperti biasa hari itu. Saat tengah bersama kepala bagian maintenance menginspeksi beberapa unit apartemen yang akan di sewakan seorang OB menghampirinya.


"Bu Kanaya, maaf menganggu. Ibu Rena mencari Ibu di kantor," ujar OB itu.


"Bu Rena ada di kantor?" tanya Kanaya terkejut. Biasanya Rena akan meneleponnya terlebih dahulu jika akan datang. Kanaya pun mencari telepon genggamnya di kantong jas yang di pakainya, namun tidak ia temukan.


"Ah, pantas saja! Aku meninggalkan teleponku di kantor!" Batin Kanaya menyadari ia tidak membawa telepon genggamnya bersamanya.


Kanaya pun segera menyelesaikan inspeksinya dan turun ke kantornya di lantai dasar.


"Selamat sore Bu Rena, maaf saya sedang melihat unit di lantai atas," ujar Kanaya saat bertemu dengan Rena dan menjabat tangannya.


"Nggak apa - apa Mbak Kanaya, bagaimana kondisi apartemen, ada kendala atau ada yang perlu di perbaiki?" tanya Rena sambil ia duduk di sofa di kantor itu, dan Kanaya pun duduk di sampingnya.


"Ada beberapa yang perlu di perbaiki, tetapi tidak banyak dan masih di bisa di perbaiki oleh bagian maintenance," jawab Kanaya.


"Saya senang mendengarnya," ujar Kanaya.


"Mbak Kanaya bagaimana kondisi kehamilan, Mbak?" tanya Rena sambil memegang perut Kanaya.


"Kemarin kami baru kontrol ke Dokter kandungan dan kondisi anak saya, alhamdulilah baik." jawab Kanaya sambil tersenyum. Rena pun mengangguk.

__ADS_1


"Alasan kedatangan saya kesini, sebenarnya karena saya ingin meminta Mbak Kanaya untuk ikut seminar pengelolaan Apartemen dan Hotel bersama beberapa manager Apartemen dan Hotel di Mahendra Enterprise untuk tiga hari." ujar Rena sambil menatap Kanaya.


"Seminar? Rencananya kapan, Bu?" tanya Kanaya.


"Kalau Mbak Kanaya nggak keberatan dan setuju dengan hal ini, rencananya besok Mbak kanaya bisa langsung ikut," ujar Rena.


"Saya pikir kalau tidak ada kendala yang berarti, saya tidak keberatan, Bu." ujar Kanaya.


"Tetapi Mbak Kanaya permasalahannya adalah tempat pelatihannya berada di kota D. Apa Mbak Kanaya bisa?" tanya Rena memastikan lagi, karena tempat di langsungkan acara adalah di lain kota terlebih kota D tempat Kanaya berasal.


"Kota D?" tak sengaja pertanyaan itu keluar dari mulutnya.


"Iya Mbak Kanaya kota D, oleh sebab itu saya menanyakan dulu kesediaan Mbak Kanaya untuk mengikutinya," ujar Rena perlahan. Karena Rena tahu, apa yang terjadi dengan Kanaya di kota D, oleh karena itu ia pun tidak memaksa jika Kanaya tidak bisa ikut untuk menghadirinya.


Dokter kandungan mengatakan jika kandungannya sehat dan tidak ada masalah, dalam artian kondisinya memungkinkan baginya untuk ikut. Akan tetapi, apakah ia akan siap kembali ke kota itu sendirian setelah sekian lama? pikir Kanaya.


"Memang agak mendadak karena awalnya pihak Mahendra Enterprise tidak ikut andil. Akan tetapi Pak David mengubah pendiriannya tadi pagi, dan Pak David juga bilang untuk mengajak Mbak Kanaya, jika Mbak Kanaya bersedia. Mbak Kanaya tidak usah khawatir karena semua transportasi dan akomodasi akan di siapkan oleh perusahaan," ujar Rena lagi.


Kanaya sebenernya enggan untuk kembali ke kota D, akan tetapi Ibu Rena dan Pak David sudah sangat baik padanya dan ia pun tidak ingin mengecewakan mereka.


"Saya pribadi tidak keberatan Bu, akan tetapi saya akan meminta untuk memeriksakan kehamilan saya lagi, agar memastikan jika anak saya baik - baik saja."

__ADS_1


"Tentu saja Mbak Kanaya, memang sudah seharusnya Mbak Kanaya mengeceknya lagi sebelum berangkat," ujar Rena sambil tersenyum.


"Saya tunggu kabarnya sore ini?" tanya Rena sambil melihat jam tangannya.


"Baiklah Bu, akan saya kabari secepatnya!" Jawab Kanaya sambil mengantarkan Rena ke pintu keluar kantornya.


****


Dua hari sudah Kanaya berada di kota D untuk menghadiri acara seminar. Ia dan beberapa orang dari manager dari hotel dan apartemen yang di miliki oleh Alexander David Mahendra ikut serta bersamanya juga.


Dan sore itu setelah menghadiri seminar Kanaya dan Mira, manager salah satu apartemen milik David sedang berjalan - jalan di mall yang kebetulan berada satu bangunan komplek dengan hotel mereka. Ia dan Mira sedang memghabiskan waktu dan mencari buah tangan untuk di bawa pulang esok hari.


Kanaya sedang melihat - lihat pakaian yang akan dia beli sebagai oleh - oleh untuk Mamanya dan juga Bunda Alika, saat ia tidak sengaja menabrak seseorang.


"Maaf.." ucap Kanaya saat ia merasa ia lah yang menabrak terlebih dahulu, karena terlalu asyik melihat - lihat pakaian. Ia masih belum melihat wajah orang yang ia tabrak karena ia tengah mengambil tasnya yang terjatuh akibat tabrakan itu.


"Kanaya?"


Kanaya tidak berharap bertemu siapapun yang ia kenal dari masa lalunya, namun bagaimana pun di kota D adalah kelahirannya, sehingga sangat mungkin ia bertemu dengan seseorang yang di kenalnya. Ia pun mengarahkan pandangannya ke arah orang yang ia tabrak dan betapa terkejutnya saat ia melihat orang ia tabrak itu.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.


__ADS_2