Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Melamar Kanaya


__ADS_3

**Ayo... ayo hari senin jangan lupa kasih sajen votenya para readerku...😄 ngasih likenya juga jangan pelit - pelit loh😂 Ramaikan kolom komentarnya juga ya🤗 yuk ayo yuk,,siapa yang mau kasih hadiah 🌷 dan ☕ buat author nih😊


Happy Reading semuanya**....


"Baiklah, kamu boleh naik dan ambil jam tangan ini kalau sudah...." ujar Elvano tak menyelesaikkan kalimatnya sambil menunjuk pipinya, meminta Kanaya untuk mengecup pipinya.


Kanaya kembali menelan ludah.


Oke, Elvano memintanya untuk mengecup pipinya...


Hanya pipi, tidak masalah! Meskipun Kanaya tidak pernah mengambil inisiatif sebelumnya jika mengambil insiatif sebelumnya, jika menyangkut kontak fisik di anatara mereka.


"Oke," jawab Kanaya sambil melirik jam tangan Clara di tangan Elvano, kemudian beralih melihat ke arah Elvano.


Kanaya mulai berjinjit dan mencodongkan wajahnya ke arah samping perlahan - lahan, untuk meraih pipi Elvano dengan bibirnya. Saat ia sudah sangat dekat, di luar dugaan Elvano justru merendahkan wajahnya dan langsung mengecup bibir Kanaya.


Elvano sudah tidak tahan untuk mengecup kedua bibir ranum yang sudah sangat menggodanya sejak tadi, membuatnya mengambil insiatif untuk meraih bibir itu dengan miliknya.


Hanya sebuah kecupan kecil yang di daratkan Elvano, tetapi cukup untuk membuat mereka berdua terdiam dan saling pandang selama beberapa saat, hingga Elvano melakukannya lagi.


Namun, kali ini ia memagut dan menyesap bibir Kanaya dengan penuh perasaan, membuat Kanaya memejamkan matanya menerima kecupan dari Elvano.


Sudah lama, sejak Kanaya menerima kecupan seperti itu di bibirnya, dan dia pun meresapinya, merasakan apa yang Elvano rasakan menjalar keseluruh tubuhnya.

__ADS_1


Saat Elvano mulai melepaskan tautan bibirnya dan ia membuka matanya, ia tersenyum tersipu. Dan begitu pula Elvano, seperti mereka baru pertama kali berciuman.


"Kamu yang bilang, aku yang akan mengecup pipimu," ujar Kanaya memulai pembicaraan mereka dengan canda, sambil tersenyum malu.


"Aku tidak bilang begitu, aku hanya menunjuk pipiku saja," sangkal Elvano, balas menggoda Kanaya.


"Tapi, kalau kamu mau menciumku, aku tidak menolak," tambah Elvano.


"Auuuu!" Teriak Elvano saat Kanaya mencubit dadanya dengan kesal karena Elvano tidak mengakuinya dan justru menggodanya.


Mereka berdua tertawa kecil. Dan Elvano kembali mengecup bibirnya, masih belum puas dengan apa yang ia lakukan tadi.


Kanaya membalasnya, bahkan melingkarkan tangannya di leher Elvano, membuat jarak mereka semakin merapat.


"I Love Kanaya, lets get married," ucap Elvano setengah berbisik.


"Hmm?" gumam Kanaya hampir tidak mendengar perkataan Elvano.


Apa Elvano baru saja mengajaknya menikah?


Elvano menaruh jam tangan Clara di pinggir kolam di belakang Kanaya dan saat tangannya kembali, sudah menggenggam sebuah kotak kecil berwarna hitam.


Mereka berdua menatap kotak itu, sebelum mata mereka bertemu dan saling pandang.

__ADS_1


"Apa itu...? Kenapa tiba - tiba Kak Elvano membawa kotak bersamanya?" batin Kanaya, menerka apa yang ada di dalam kotak itu yang membuat jantungnya berdebar lebih kencang.


"Kanaya" ucap Elvano sambil membuka kotak yang ada di tangannya dan seperti dugaan Kanaya, sebuah cicin dengan batu yang cukup menarik perhatian tersemat di antara kain hitam di dalam kotak itu.


"Jadilah Istriku, Ay, bersamaku dan menemaniku sampai akhir hayat kita. Kamu mau kan?" tanya Elvano sambil memandangi wajah Kanaya, di antara rintik hujan yang turun di kolam itu.


"Kak Elvano melamarku," batin Kanaya sambil memandang wajah lelaki yang ada di hadapannya itu.


"Apakah aku mau menjadi Istrinya dan menemaninya sampai akhir hayat kita?" batin Kanaya.


"Ya, Kak Elvano. Aku mau," jawab Kanaya setelah memandangi wajah Elvano selama beberapa saat.


"Aku mau jadi Istrimu sampai akhir hayat kita," ucap Kanaya melengkapi jawabannya.


Ia memang sudah menunggu Elvano untuk menayakan pertanyaan itu dan meresmikan hubungan mereka. Bagaimana pun mereka berdua sudah dewasa dan memiliki keluarga.


Apalagi Elvano sangat mencintai dirinya dan juga anak - anaknya. Kanaya pun yakin rasa cinta di hatinya untuk Elvano ada dan akan terus berkembang setiap harinya


Bersambung....


Nantikan terus kisah mereka ya...!


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2