Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Sakit Hati dan Sandiwara


__ADS_3

Malam ini Elvano harus menghadiri acara amal yang di selenggarakan oleh gubernur mereka, dan mengharuskannya membawa Kanaya sebagai istrinya untuk turut serta. Kanaya memang sekali atau dua kali menemani Elvano ke acara - acara formal yang mengharuskannya membawa istrinya. Namun itu semua hanya bersandiwara di depan banyak orang, dan Elvano pun akan kembali bersikap kasar jika hanya tinggal mereka berdua.


"Bersiap - siaplah, Panji akan menjemputmu?" perintah Elvano melalui telepon dari kantornya.


Karena desakan dari orang tuanya, Elvano akhirnya memberikan Kanaya sebuah telepon genggam sejak empat bulan yang lalu. Selain itu orang tua Kanaya pun kesulitan untuk menghubungi putrinya. Oleh karena itu akhirnya Elvano memperbolehkan Kanaya memiliki Handphone dengan pengawasan ketat darinya.


"Baik Kak El, aku akan bersiap - siap," jawab Kanaya.


Kanaya telah menata rambutnya dan memoles wajahnya, ia hanya memakai gaunnya yang sudah disiapkannya di kamar. Kanaya pun segera mengambil gaun panjang yang berwarna soft purple dengan payet indah menghias bagian atas gaunnya. Walaupun gaun itu melekat pas di badan Kanaya dan memperlihatkan lekuk tubuhnya yang cantik, namun gaun itu masih terlihat sopan dan elegan untuk acara bersama gubernur.


Kanaya pun berangkat dengan Panji. Mereka terlebih dahulu menjemput Elvano di kantornya sebelum menuju ke tempat acara. Perjalanan Kanaya ke kantor Elvano tidaklah terlalu lama dan dalam waktu 15 menit mereka telah sampai di kantor Elvano.


Kanaya telah menunggu Elvano di lobby kantornya selama 10 menit, namun Elvano tak kunjung tiba. Ia pun mencoba menghubungi telepon genggam Elvano, namun Elvano tidak juga mengangkat teleponnya.


"Panji aku akan kedalam untuk melihat Kak Elvano," ujar Kanaya pada Panji sambil membuka pintu mobil mewah milik Elvano.


Sementara itu, di lantai 50 gedung itu. Elvano sedang bersiap - siap. Ia mengganti bajunya dengan setelan jas hitam yang terbuat dari bahan yang sangat mahal, yang ia kenakan untuk acara - acara khusus seperti ini.


Saat tengah bersiap - siap dalam toilet ruang kerjanya, pintu kantor terbuka, dan seseorang memasuki kantor Elvano.


"Tunggulah sebentar aku sedang berganti pakaian!" teriak Elvano dari dalam kamar mandi.


Elvano mengira Kanaya lah datang. Dan setelah berpakaian ia pun keluar.


Elvano terkejut melihat Maya yang sedang duduk di atas meja kerjanya mengenakan pakaian yang super mini dan sexy, sehingga ketika ia menyilangkan kakinya itu, terlihatlah pakaian dalamnya.


"Apa yang kamu lakukan disini Maya?" tanya Elvano sambil berjalan ke arah meja kerjanya.


Elvano harus segera turun di loby karena Kanaya dan Panji sebentar lagi akan sampai dan mereka harus menghadiri undangan malam amal.


"Aku kangen Elvano, aku belum bertemu kamu sejak kemarin," rajuk Maya sambil turun dari meja dan melangkah mendekati Elvano

__ADS_1


"Aku sibuk dan harus segera pergi sekarang," ujar Elvano sambil mengancing lengan bajunya.


"Kamu mau pergi kemana? Aku tidak di ajak?" tanya Maya.


"Aku harus menghadiri acara amal Maya, dan aku tidak bisa mengajakmu," ujar Elvano.


Maya memang sudah menjadi simpanan Elvano sejak beberapa bulan terakhir ini. Ia bahkan membelikan Maya sebuah apartemen mewah dan sebuah mobil mewah untuk Maya.


"Apa kamu mengajak Kanaya?" tanya Maya dengan nada cemburu.


"Apa kamu cemburu?" tanya Elvano sambil menggoda Maya.


"Tentu saja aku sangat cemburu! Kamu tidak pernah mengajakku ke acara seperti itu," ujar Maya dengan cemberut.


"Jangan cemberut Sayang itu kan hanya acara yang membosankan, kamu tidak akan menyukainya," ujar Elvano sambil menghampiri Maya.


"Besok aku libur, dan kita bisa pergi kemana saja yang kamu mau, bagaimana?" tanya Elvano mencoba membujuk Maya agar tidak ngambek.


"Kapan aku pernah berbohong?" ujar Elvano dengan menggombal sambil memeluk pinggang Maya. Maya pun langsung melingkarkan lengannya di leher Elvano.


"Baiklah, aku percaya. Kalau begitu aku ingin pergi ke pulau dan menginap disana, bagaimana?" ujar Maya sambil menggoda Elvano. Dengan menempelkan bibirnya di bibir Elvano. Tentu saja Elvano pun tergoda dan mulai mencium bibir Kanaya yang ada di hadapannya. Dan merekapun saling ******* bibir satu sama lain.


Kanaya pun berjalan masuk ke dalam lobby kantor Elvano dan langsung menaiki lift menuju ke lantai 50, lantai teratas di gedung itu.


Di depan ruangan Elvano tidak ada Tina, sekretaris Elvano, sehingga Kanaya pun langsung membuka pintu kantor Elvano dengan perlahan.


Dan saat ia masuk, ia pun langsung membuang wajahnya melihat ada pemandangan yang ada di sana.


Elvano sedang bercumbu dengan Maya di depan matanya.


Elvano yang mendengar suara pintu di buka pun menghentikkan ciumannya dan menoleh ke asal suara tersebut. Begitu juga Maya.

__ADS_1


Kanaya bukannya tidak tahu hubungan Elvano dan Maya. Walaupun Elvano tidak pernah membawa Maya ke rumah lagi sejak peristiwa penjambakan rambut waktu itu, Namun Kanaya juga tahu jika Elvano masih berhubungan dengan Maya.


Kanaya sering menemukan noda lipstik di baju kerja Elvano saat ia pulang malam dan mabuk ataupun tidak sengaja mendengar Elvano menelepon Maya. Namun selama ini Kanaya hanya diam karena Elvano pun tidak pernah menganggap Kanaya benar - benar sebagai istrinya kecuali hanya untuk sandiwara saja.


Maya memandang Kanaya yang tampil sangat cantik dan anggun malam itu dengan penuh rasa cemburu.


Walaupun Elvano juga membelikannya perhiasan mahal, namun ia tidak pernah di ajak Elvano untuk menghadiri acara - acara penting atau di perkenalkan secara resmi sebagai pasangnnya. Karena ia adalah simpanan Elvano dan bukan istri sahnya


"Aku.. aku akan menunggu di mobil," ujar Kanaya sambil melihat ke arah lain, kemudian berbalik hendak berjalan keluar.


"Tunggu!" teriak Elvano hingga membuat Kanaya berhenti berjalan.


"Aku sudah selesai, kita berangkat bersama," ujar Elvano kemudian mengambil tas kerjanya dan menggandeng Maya bersamanya melewati Kanaya yang berdiri di dekat pintu keluar."


Maya merasa di atas angin, sehingga ia dengan manjanya bergelayutan di lengan Elvano, sementara Kanaya berjalan di belakang mereka.


Tidak hanya itu, dalam liftt VIP yang membawa mereka, mereka berdua pun asyik bermesraan tidak pernah memperdulikan Kanaya ada bersama mereka.


Kanaya berusaha keras mengabaikan mereka. Walaupun ia memandang ke arah lain, tetapi suara sesapan dan ******* Maya, juga tawa - tawa kecil Elvano dan Maya yang sedang bermesraan dapat di dengar jelas oleh Kanaya.


'Ya Tuhan cobaan apalagi ini,' batin Kanaya sambil menutup matanya, berharap ia tidak mendengar suara - suara itu.


Ting! Suara peringatan pintu lift akan segera terbuka karena mereka telah sampai di lantai dasar. Kanaya bersiap - siap ingin keluar dari lift yang terasa seperti neraka baginya. Namun, Elvano memencet pintu tombol lift agar tetap tertutup dan Kanaya pun harus menunggu dengan tidak sabar hingga Elvano membuka pintunya.


"Sayang, aku pergi dulu ya, aku akan menemuimu besok," ujar Elvano lalu langsung mencium bibir Maya, dan Maya pun membalasnya. Mereka saling memanggut untuk beberapa saat.


Kanaya mencoba bersabar dan mengacuhkan mereka, sampai akhirnya Elvano membukakan pintu lift dan akhirnya Kanaya segera berjalan keluar meninggalkan Elvano dan Maya yang masih berada di lift.


Kanaya tak peduli apa yang mereka lakukan, ia hanya ingin segera masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana.


Terimakasih Sudah membaca. Maaf kalau masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya. Kalau berkenan kasih like..like..like yang banyak yah hehehe


__ADS_2